<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6470921</id><updated>2011-06-08T13:35:46.038+07:00</updated><title type='text'>SANG PENYIAR</title><subtitle type='html'>kata-kata kisah, kisah kata-kata</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://arissimetris.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arissimetris.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Aris Simetris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00628685996901352704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>77</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6470921.post-4287876290369043008</id><published>2009-03-18T21:26:00.000+07:00</published><updated>2009-03-18T21:29:33.985+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>IRI&lt;br /&gt;Dalam urusan etika, iri  selalu negatif.  Dalam urusan pemasaran,   iri adalah senjata. Melalui  rasa iri, orang pemasaran bisa memaksimalkan jumlah  “pembeli”.   Tung Desem  selalu mengusung tema Cara Cepat Menjadi Kaya,  karena itu dia harus mengeksplorasi  rasa iri orang terhadap kondisi  enak dari orang kaya.  Atau, mengeksploitas betapa tidak enaknya jadi orang miskin (Tung Desem sesekali bercerita dengan gaya dramatis tentang kakaknya yang kehilangan suami karena tidak mampu bayar biaya operasi sebesar Rp 200 juta. Poinnya:  anda bisa kehilangan orang yang anda cintai, kalau anda tidak punya duit.).  Jualan Tung Desem tidak akan dibeli  oleh orang yang merasa bahwa kaya bukan berarti apa-apa, bukan sesuatu yang patut diirikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga iri, selain tamak,  adalah anak kandung   kapitalisme.  Iri  memicu pembelian.  Volume penjualan Nissan Livina akan bertambah kalau virus iri ini menyebar.   Orang iri terhadap  Nissan Livina milik tetangganya,  teman sekerja atau  teman SMA-nya sehingga akhirnya dia membeli Nissan Livina juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aryo berusaha menelaah rasa iri apa yang bersemayam dalam dirinya justru ketika dia merasa akhir-akhir ini tidak ada sesuatu pun yang ingin dibeli.  Aryo tidak iri pada Bambang temannya SMA yang punya  apartemen dengan jacuzzi di dalamnya. Aryo tidak iri  pada  Sutikno teman kuliah yang  mengoleksi  mobil-mobil mewah Eropa termasuk  Porsche   (Mario Teguh selalu membangkitkan semangat orang dengan menanyai mobil idamannya. Jika jawaban anda adalah  mobil kijang,  anda harus siap-siap ditertawai Mario Teguh).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak adanya rasa iri, bisa disyukuri , tapi sekaligus merangsang rasa waspada:  apakah saya  tidak ingin apa-apa lagi di dunia ini ?  Di sisi lain,  Aryo tidak percaya dengan teori kebahagiaan.  Artinya,  tidak adanya rasa iri itu bukan karena Aryo menerapkan diktum kebahagiaan yang klise itu: syukurilah apa yang kamu miliki.  Aryo curiga tidak adanya rasa iri itu karena.....Aryo menyadari kefanaan dunia ini.  Grrrhhhhh,   basi !!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Listeners,  mari kita berbagi rasa iri.  Ceritakan rasa iri yang membuat anda merasa tersiksa ataupun rasa iri yang membuat anda merasa hidup.  Silakan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang perempuan umur 39 tahun menelpon.&lt;br /&gt;”Saya mau cerita tentang teman saya.  Sebut saja namanya Mona.  Saya dan Mona tumbuh besar bersama sejak di SD.  Waktu SD itu saya iri banget sama dia.  Dia punya  apapun yang diinginkan anak perempuan. Dia punya lusinan boneka Barbie oleh-oleh dari luar negeri.  Dia punya baju selemari besar yang tidak ditemui di pasar manapun di Jakarta. Dia anak orang kaya. Sekarang setelah 30 tahun saya tetap iri pada dia justru karena dia merelakan dirinya tidak punya apa-apa yang diirikan.Seluruh kekayaannya untuk sebuah sekolah yang dia dirikan untuk anak-anak jalanan. Seluruh waktunya untuk bergaul dan menyayangi  anak-anak jalanan itu. Tapi, lihatlah sorot matanya ketika Mona berada di tengah anak-anak itu. Itu yang aku irikan. Mona tetap membuatku iri ketika dia tidak punya apa-apa selain sorot mata yang begitu menyala-nyala.....”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aryo mengakui dalam hati dia juga iri pada Mona.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6470921-4287876290369043008?l=arissimetris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arissimetris.blogspot.com/feeds/4287876290369043008/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6470921&amp;postID=4287876290369043008&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/4287876290369043008'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/4287876290369043008'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arissimetris.blogspot.com/2009/03/iri-dalam-urusan-etika-iri-selalu.html' title=''/><author><name>Aris Simetris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00628685996901352704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6470921.post-8978081526458304359</id><published>2009-03-11T13:25:00.000+07:00</published><updated>2009-03-11T13:26:49.798+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>RAMBUT&lt;br /&gt;Seorang creative director  dari  advertising  agency  Sontolojo punya rencana yang menurut sebagian orang nyeleneh:  mendirikan salon khusus.  Apa khususnya ?  Setiap pelanggan  yang datang tidak boleh memesan bentuk rambut tentu.  Pelanggan cuma boleh duduk dan menyerahkan sepenuhnya urusan bentuk rambut ke pemotong rambut.&lt;br /&gt;“Ini konsep yang kreatif dan unik. Nggak ada yang kepikiran ini.”   Begitu ujar  si creative director dengan bangganya.  Memang tidak ada yang terpikir konsep ini. Tapi masalahnya,  ada tidak yang menyukai konsep ini ?   Si creative director benar-benar membuka salon ini.   Sebulan kemudian dia terpaksa menutup salon ini tanpa mau mengaku berapa banyak pelanggan yang sudah mampir ke tempat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agak jauh dari salon ini,  ada potong rambut Heri.  Yang memotong memang bernama Heri. Dia menekuni profesi ini lebih dari 20 tahun.  Ada banyak pelanggannya yang menggunaka jasanya juga lebih dari 20 tahun. Salah satunya adalah  petinggi Angkatan Laut  yang setiap kali ingin cukur memintanya untuk datang. .  Aryo berlangganan di potong rambut ini baru 5 tahun. Dia sudah berkeliling ke berbagai salon.  Tapi rasanya baru di tempat ini dia merasanya rambutnya diperlakukan dengan sepantasnya dan sebenarnya. Apa rahasianya ?  Bang Heri cuma menyebut dua hal. Pertama,  memotong rambut disesuaikan dengan bentuk wajah. Kedua,  memotong rambut disesuaikan dengan selera pemilik rambut. Bang Heri sampai sekarang bersolo karir.  Dulu pernah ada yang magang di tempatnya. Si anak magang ini dibebaskan untuk belajar dan mengambil jatah setiap pelanggan baru yang datang.  Tapi ternyata dia tidak tahan.  Dia tidak tahan dengan kesepian.  Dia  tidak tahan dengan prinsip bahwa kemajuan itu harus selangkah demi selangkah.  Dia merasa frustrasi ketika  pelanggan kebanyakan memilih untuk dipotong Bang Heri.   ”Kenapa dia merasa begitu bekerja akan langsung dapat banyak pelanggan ?  Semua mesti dimulai dari nol.  Harusnya dia berpikir bagaimana caranya membuat pelanggan itu akan datang lagi ke sini minggu depan atau bulan depan.”&lt;br /&gt;Bang Heri sampai detik ini masih mengenakan tarif  Rp. 8.000.  Sebuah angka yang  hanya  cukup untuk membeli 1 porsi makan siang minimalis  di warteg. Karena itu sebagian pelanggannya yang lama memberi uang lebih.  Rp 20.000  -  Rp 50.000.  Angka yang sangat tidak seberapa dengan kepuasan atas bentuk rambut hasil karya Bang Heri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Listeners, betapa seringnya kita merasa sok kreatif sehingga melupakan ajaran paling dasar bahwa orang mesti melayani pelanggan dengan sebaik-baiknya. Bang Heri melayani pelanggan dengan sebaik-baiknya. Keindahan dan keinginan si pelanggan jauh lebih penting dari keinginan bang Heri pribadi untuk memperkaya diri sendiri. Apa yang ada di benak si creatif director itu ?  Apakah berbeda itu menjadi ukuran akhlak tertinggi sehingga melupakan bahwa orang punya hak dan selera sendiri terhadap rambutnya ?  Apakah sebegitu kreatifnya dia sehingga menafikkan kenyataan bahwa orang  lain atau pelanggan mempunyai hak untuk memilih ?  Siapa yang mau mengikuti jejak si creative director ?  Silakan.  Ciptakan, misalnya,  restoran tanpa menu.  Kita akan lihat hasilnya.”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6470921-8978081526458304359?l=arissimetris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arissimetris.blogspot.com/feeds/8978081526458304359/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6470921&amp;postID=8978081526458304359&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/8978081526458304359'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/8978081526458304359'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arissimetris.blogspot.com/2009/03/rambut-seorang-creative-director-dari.html' title=''/><author><name>Aris Simetris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00628685996901352704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6470921.post-8109426415515500772</id><published>2008-12-18T23:01:00.000+07:00</published><updated>2008-12-18T23:02:46.045+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>ORANG PENTING&lt;br /&gt;Ada 3 orang berdebat tentang arti orang penting.  Si A berpendapat “orang penting itu jika kamu dapat telpon dari menteri sekretaris Negara dan dia bilang Presiden ingin ketemu kamu secara pribadi.”   Si  B tidak mau kalah,  ”Orang penting itu jika  telpon kamu berdering dan di seberang sana ternyata presiden. Presiden memohon-mohon kepada kamu supaya tidak kemana-mana karena presiden ingin berkunjung ke rumahmu.” Si C yang dari tadi diam akhirnya berkomentar:   ”Orang penting itu jika telpon di meja kerja Presiden berdering.  Presiden mengangkat dan mendengarkan dengan takzim kemudian menghampiri Anda sambil mengatakan: Silakan pak. Telponnya untuk Bapak.”&lt;br /&gt;Anekdot itu yang diingat Aryo ketika kemarin hadir di  pagelaran seni yang diadakan  sebuah perusahaan papan atas .  Selalu ada kursi untuk VVIP  dan VIP.  VVIP terbagi beberapa level.  VVIP yang paling top cuma sederet.   Di deretan inilah si pemilik perusahaan duduk.  Posisinya di tengah.  Di sampingnya persis  ada  kursi  yang diberi stiker dengan tulisan ”MENTERI”.   Di sampingnya lagi adalah kursi yang disediakan untuk tokoh partai yang sedang berkuasa. Di deretan belakang masih VVIP, namun tingkatannya adalah para direksi. Direksi dari perusahaan sendiri maupun perusahaan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VIP  itu singkatanya  very importan person tapi  dalam pengaturan kursi seperti ini, mereka bukan orang penting-penting amat..  Orang yang duduk di kursi VIP harus siap dipindahkan ke tribun jika memang terlalu penuh.  Sebagian kursi VIP juga diberi stiker bertuliskan ”Reserved”.   Artinya,  orang VIP harus siap diusir jika ada orang VVIP yang tidak kebagian kursi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pintu terbuka. Para tamu mulai  berdatangan.  Seberapa penting tamu menganggap dirinya bisa dilihat dari reaksi mereka terhadap kursi yang disediakan untuk mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya pegang undangan VIP. Saya kenal dengan pemilik perusahaan ini.  Kenapa anda taruh saya di kursi paling pojok begini.  Itu kursi-kursi kosong buat siapa ?!!!”&lt;br /&gt;”Apa gunanya saya dikasih undangan VIP kalau akhirnya duduk di tribun juga.  Anda  tahu saya  siapa  ?!!!”&lt;br /&gt;”Oooo  sudah penuh  ya mas ?   Jadi saya harus duduk di belakang ?   Ooo nggak papa.”&lt;br /&gt;”Saya ini wartawan !!!   Saya akan tuils besar-besar di harian saya,  perusahaan ini ternyata sama sekali nggak profesional.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian tamu bahkan bisa  lebih  nekat.  Sepasang tamu berpakain sangat parlente dan anggun memegang  undangan VIP.  Keduanya  sudah diarahkan untuk duduk di kursi VIP,  tapi tamu ini  rupanya punya persepsi lain: kami adalah tamu yang sangat-sangat penting.    Jadilah dua orang ini  melangkah ke area VVIP dan  duduk di kursi yang jelas-jelas bertuliskan ”menteri”.  Mereka duduk tenang tanpa ada satu pun garis risih di ekspresi wajah mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Si pemilik perusahaan datang dan heran melihat  ada orang yang tidak dikenal duduk di kursi sebelahnya.  Siapa ini orang yang merasa begitu penting sehingga  tidak  peduli dengan tulisan  di tempat duduk itu. ?    Si pemilik perusahaan memutuskan untuk tidak mengusik ketenangan dua tamu tak tahu diri ini.  Bukan karena kalah kuasa. Tapi,  karena ingat pemeo: orang waras harus ngalah  (pada orang gila).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga akhirnya menteri benar-benar datang.  Panitia kelabakan   Semua kursi sudah terisi penuh. Dengan  tenang  pemilik perusahaan  mempersilakan menteri duduk di kursinya. Si pemilik perusahaan  minta ijin untuk duduk di belakangnya.   Menteri merasa aneh tapi kemudian situasinya menjadi jelas ketika melirik sebelah kirinya. Dia pun tidak kenal pada ”orang penting”  ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aryo tersenyum.&lt;br /&gt;Aryo duduk di tribun. Bukan kursi terhormat tapi memberi keuntungan untuk melihat secara menyeluruh  tentang   persaingan orang-orang untuk dianggap  sebagai orang penting. Dari atas pula Aryo melihat seorang rektor sebuah universitas dengan santainya duduk di anak tangga karena semua kursi sudah terisi.  Aryo kenal baik rektor ini. Dia pernah mewawancarainya.  Beberapa kali karya bukunya mendapatkan penghargaan terhormat di luar negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang  panitia yang mengenalinya buru-buru mempersilakan pak rektor untuk pindah ke kursi VVIP.  ”Terima kasih dik.  Saya bisa nonton dengan cukup nyaman dari sini. Nggak apa-apa.”.  Si panitia tidak berhasil membujuk pak rektor untuk pindah. Tak disangka, si pemilik perusahaan melihat si rektor itu.  Si pemilik perusahaan langsung berdiri  dan menghampiri  rektor itu.   Tampak  si pemilik perusahaan itu berbicara dengan  takzim kepada rektor. Si rektor membalasnya dengan sikap yang tak kalah santun.  Akhirnya, pak rektor mengangguk. Tampaknya si pemilik perusahaan berhasil membujuk  si rektor  untuk pindah dari tempat itu.   Si pemilik perusahaan mengarahkan pak rektor pada  podium utama di atas panggung..  Acara  pun dimulai secara resmi. Di atas podium, si pemilik perusahaan mengawali sambutannya.  ”Seluruh kemegahan dan keagungan yang ada dalam pagelaran  seni  ini saya persembahkan pada  Pak Wicaksono yang  mengajarkan kerendahan hati sepanjang hidupnya.”&lt;br /&gt;Mata si pemilik perusahaan berkaca-kaca  sambil menatap pak rektor dengan penuh rasa hormat.  Para undangan berdiri dan memberikan aplaus bergemuruh.&lt;br /&gt;Dua orang tamu yang duduk di kursi yang bertuliskan stiker ”menteri”  itu tetap duduk tenang sambil mengunyah kacang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6470921-8109426415515500772?l=arissimetris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arissimetris.blogspot.com/feeds/8109426415515500772/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6470921&amp;postID=8109426415515500772&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/8109426415515500772'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/8109426415515500772'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arissimetris.blogspot.com/2008/12/orang-penting-ada-3-orang-berdebat.html' title=''/><author><name>Aris Simetris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00628685996901352704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6470921.post-1324095873376201567</id><published>2008-12-13T13:23:00.001+07:00</published><updated>2008-12-13T13:34:36.640+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;!--StartFragment--&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;!--StartFragment--&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Menangis&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;You are what you wear.&lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt;  &lt;/span&gt;Terlalu sering kita mendengar itu. Entah di seminar pemasaran atau dari seorang atasan yang menganggap sangat penting pergi bekerja mengenakan dasi.&lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt;  &lt;/span&gt;You are what you read.&lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt;  &lt;/span&gt;Sesekali kita mendengar itu ketika seseorang ingin pamer bahwa dia memang banyak membaca. You are what cry for.&lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt;  &lt;/span&gt;Pernah dengar ?&lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt;    &lt;/span&gt;Aryo menjamin anda tidak pernah mendengar itu.&lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt;  &lt;/span&gt;“Listeners, kemarin, bulan lalu,&lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt;  &lt;/span&gt;sepuluh tahun lalu, atau mungkin beberapa detik lalu,&lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt;  &lt;/span&gt;anda menangis.&lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt;  &lt;/span&gt;Untuk apakah anda menangis ?&lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt;  atau kata lain,  atas alasan &lt;/span&gt;apakah anda menangis ? menangisnya Anda sekadar naluri primitif ketika ada sesuatu yang menyakiti anda ataukah anda mewakili cita-cita universal yang bisa menangisi penderitaan manusia di&lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt;  &lt;/span&gt;belahan dunia lain ?&lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt;  &lt;/span&gt;silakan telpon ke sini. Saya ingin tahu siapa anda dari apa yang membuat anda menangis.”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sebuah lagu diputar.&lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt;  &lt;/span&gt;Suara jadul Simon &amp;amp; Garfunkel &lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt; &lt;/span&gt;mengalun “when you weary, feeling small. When tears are in your eyes, I will dry them all. I am on your side when time get rough. And friend just can be found…..”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Telpon segera berdering.&lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt;  &lt;/span&gt;Di seberang ada Mario, 25 tahun, pekerja ambisius di perusahaan broker saham.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;“saya selalu nangis dengerin lagu garfunkel itu.&lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt;  &lt;/span&gt;Sekarang pun saya nangis .&lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt;  &lt;/span&gt;Rasanya gimana gitu. Lagu itu seakan bener-bener keluar dari hati seorang teman. Tulus. Kalo inget itu langsung inget kalo saya gak punya temen seperti itu. Dan itu otomatis memicu kesadaran bahwa saya kesepian.&lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt;  &lt;/span&gt;Itu membuat saya nangis lagi.”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Berikutnya, Om William, 65 th, pensiunan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;“Saya menangis setiap ketemu pejabat pemerintahan. Kenapa di otak mereka cuma ada duit duit duit.&lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt;  &lt;/span&gt;Sama sekali ndak ada sedikit pun niat berbuat sesuatu membangun negeri. Kata membangun&lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt;  &lt;/span&gt;mungkin terlalu muluk. Mereka ndak ada sedikit pun niat selain memperkaya diri sendiri.&lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt;  &lt;/span&gt;Sudah jelas-jelas proyek pengelolaan sampah yang disampaikan pemerintah jerman itu gratis dan bermanfaat&lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt;  &lt;/span&gt;malah ditolak pemda karena&lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt;  &lt;/span&gt;ndak&lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt;  &lt;/span&gt;ngasih duit buat pemda. Sepertinya saya akan terus menangis dalam waktu cukup lama.”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Suara Om William terkesan berat. Bukan karena warna suara tapi berat oleh keprihatinan. Aryo tidak jelas proyek pengelolaan sampah mana yang dimaksud Om William.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Setelah itu, Ratih 35 th, aktivis LSM.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;“Gue menangis setiap kali melihat tas dan jaket dari kulit buaya dan ular. Bukan karena&lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt;  &lt;/span&gt;gue&lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt;  &lt;/span&gt;sayang banget ama buaya dan ular. Tapi semata-mata menyesali sikap orang-orang yang tolol. Buaya dan ular dibunuh cuma untuk diambil kulitnya.&lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt;  &lt;/span&gt;Mereka nggak sadar akibat tindakannya itu, ekosistem bisa rusak.&lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt;  &lt;/span&gt;Ekosistem rusak, lingkungan pun jadi rusak.&lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt;  &lt;/span&gt;Mungkin mereka tahu, tapi nggak peduli.&lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt;  &lt;/span&gt;Gimana gue nggak lebih nangis lagi.” &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Aryo tidak ingin mengambil kesimpulan apa-apa dari semua komentar pendengarnya ini.&lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt;  &lt;/span&gt;You&lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt;  &lt;/span&gt;are what you cry for. Aryo akhir-akhir ini merasa sering seperti terdesak perasaannya untuk&lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt;  &lt;/span&gt;menangis.&lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt;  &lt;/span&gt;Apa yang dia sedihkan ?&lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt;  &lt;/span&gt;Tidak tahu.&lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt;   &lt;/span&gt;Apa yang menjadi keprihatiannya ?&lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt;  &lt;/span&gt;Tidak jelas.&lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt;  &lt;/span&gt;Begitu saja muncul perasaan ingin menangis. Mungkin saja untuk kasus ini menangis cuma sekadar reaksi kimia.&lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt;  &lt;/span&gt;Reaksi kimia terhadap cuaca mendung, jalanan macet tiap hari dan menjelang akhir tahun yang nyaris tak menyiratkan harapan di tahun 2009.&lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt;  &lt;/span&gt;Anggap saja seperti itu.&lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt;  &lt;/span&gt;Jadi,&lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt;  &lt;/span&gt;bagaimana karakter Aryo jika&lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt;  &lt;/span&gt;alasan menangisnya seperti itu ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;!--EndFragment--&gt;   &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;!--EndFragment--&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6470921-1324095873376201567?l=arissimetris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arissimetris.blogspot.com/feeds/1324095873376201567/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6470921&amp;postID=1324095873376201567&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/1324095873376201567'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/1324095873376201567'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arissimetris.blogspot.com/2008/12/menangis-you-are-what-you-wear.html' title=''/><author><name>Aris Simetris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00628685996901352704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6470921.post-5660036230978254268</id><published>2008-11-18T14:53:00.000+07:00</published><updated>2008-11-18T14:54:50.813+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>18 November 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si BUFFET&lt;br /&gt;“Listeners,  setiap karakter pasti unik. Bahkan Rouseau mengatakan:  kelemahan kita pun adalah kelebihan jika kelemahan itu membuat kita berbeda dari orang lain. Sekarang bayangkan karakter Warren Buffet. Ini orang kaya banget dan ngetop banget. Ngetop sebagai orang terkaya nomer satu di dunia (menggeser posisi Bill Gates) dan ngetop sebagai bagian dari euforia kemenangan Obama karena dia menjadi anggota  tim pensehat ekonomi.   Dari biografinya bisa dibaca,  sejak umur 7 tahun si Buffet ini sudah menunjukkan tanda-tanda abnormal.  Teman-teman sebayanya ingin berlibur ke Disneyland,  si Buffet kecil malah merengek-rengek ke orang tuanya untuk diantar ke New York Stock Exchange. Di umur 14 tahun dia sudah berinvestasi di saham yang kemudian disesalinya karena terlalu ”terlambat” memasuki dunia saham. Ia mulai berinvestasi dengan  100 dolar AS.  Dari uang sekecil itu kemudian  menggelinding terus hingga akhirnya menjadi  57,4 milyar dolar AS pada tahun 1999 !&lt;br /&gt;Listeners, dalam buku biografinya yang terbaru,  Buffet  mengaku tidak mempunyai hobi atau kesukaan apapun.  Ini bukan tanpa sengaja.  Dengan tanpa hobi dan kesukaan sama sekali ini,  ia berharap bisa fokus 100% pada bisnis.  Hanya bisnis yang menjadi gairah dan filosofi hidupnya.  Karena itu tidak mungkin dia berbagi dengan hobi atau kesukaan khas para eksekutif  (di Jakarta para eksekutif perlu  hobi khusus untuk menjadi pemanis ketika ditulis profilnya di sebuah media cetak). Dengan kekayaan bermilyar-milyar dolar, dia punya hak terhadap semua kemewahan yang ada di muka bumi ini.  Tapi......setiap bepergiaan dia selalu menggunakan pesawat komersial meski dia memiliki perusahaan yang menyewakan jet pribadi.  Mobilnya pun bukan sekelas Rolls Royce yang sering disopirinya sendiri. Dan ....dia cuma punya dua  jam tangan. Satu jam tangannya  adalah  jam tangan  murahan yang dia pakai sehari-hari sekadar berfungsi menunjukkan waktu. Jam tangan kedua merupakan jam tangan sebagai instrumen investasi.&lt;br /&gt;Listeners,  anda bisa bayangkan apa yang ada di otak si Buffet ini ?  Apa sih yang dia cari ?   Jelas-jelas dia menafikkan segala hal hanya untuk fokus pada pencarian uang.  Setiap tetes keringatnya di tumpukan pada satu titik:  menimbun gunung kekayaan.  Dan ketika gunung itu terbentuk menjadi sebuah kekayaan yang tak terbayangkan,  dia tidak ”terkesan” menikmati uangnya.  Apa sih maunya si tua bangka ini ?  Apa dia mau mengejek bahwa uang itu nggak ada apa-apanya ?  Jelas nggak mungkin karena  seluruh riwayat hidupnya –mulai dari umur 7 tahun --  terkait dengan segala kebijaksanaan dan ilmu tentang uang.  Jadi apa dong ?  Adakah orang kaya di sini yang bisa menjawab ??”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6470921-5660036230978254268?l=arissimetris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arissimetris.blogspot.com/feeds/5660036230978254268/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6470921&amp;postID=5660036230978254268&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/5660036230978254268'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/5660036230978254268'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arissimetris.blogspot.com/2008/11/18-november-2008-si-buffet-listeners.html' title=''/><author><name>Aris Simetris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00628685996901352704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6470921.post-6508167535816166286</id><published>2008-11-03T19:48:00.000+07:00</published><updated>2008-11-03T19:49:45.465+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>The secret&lt;br /&gt;“Listeners,  di sebuah negeri antah berantah yang nun tidak jauh dari sini hiduplah seorang ahli nujum. Dia menjadi begitu terkenal setelah mengeluarkan buku dengan judul Sang Rahasia.   Judulnya memang rahasia tapi isinya sama sekali bukan rahasia..  Si ahli nujum berpandangan bahwa kemuliaan hidup dimulai dari bermimpi atau mengkhayalkan diri anda berhasil mendapatkan kemuliaan tersebut.  Jika anda bercita-cita menjadi pembuat keris yang termashur,  maka usaha anda dimulai dari bermimpi dan membayangkan  menjadi seorang Empu. Tiap hari anda bayangkan banyak orang meminta nasehat soal keris kepada anda.  Tiap hari anda bayangkan  sang raja menemi anda dan mengatakan bahwa keris anda tidak ada yang menandingi.  Tiap hari anda membayangkan sebuah keris ciptaan anda  bersinar sehingga membuat setiap orang tidak bisa tidak selain tertegun penuh kagum.  Yang penting, anda membayangkan. Selanjutknya alam semesta akan bekerja memenuhi cita-cita anda.  Alam semesta adalah sekumpulan organisma yang siap menjadi sekutu untuk mendukung cita-cita Anda.  Nasehat-nasehat ahli nujum ini mengendap begitu dalam di hati setiap orang.  Orang-orang yang awalnya pasrah menjalani kehidupannya kini tiba-tiba terlihat menampakkan sorot mata bergairah.  Si Mamat yang selama ini berkekspresi loyo dalam menjalani pekerjaannya sebagai pengangkut tempayan berisi air,   berubah jadi  bergairah.  Sebelum memulai pekerjaannya, dia membayangkan dirinya menjadi ahli penunggang kuda, profesi yang menjadi obsesinya.  Ia bayangkan dirinya berpakaian gagah ala kstatira memimpin pasukan dengan kuda yang paling besar. Betapa gagahnya.    Tiap hari imajinasi Mamat selalu menggambarkan seekor kuda dengan Mamat di atasnya.  Mamat yakin suatu saat nanti  ada punggawa yang datang padanya menunjukkan  pengumuman tentang lowongan sebagai ksatria.  Jika itu terjadi, itulah pintu pertamanya.  Setelah diterima jadi punggawa dia akan menunjukkan dirinya penuh bakat dalam menunggangi kuda.  Begitu seterusnya sampai  suatu saat sang raja melihat dengan kepala sendiri bahwa dirinya jago menunggang kuda.  Mamat terus berimajinasi sampai tiba saat si punggawa datang.   Kapan tiba saat itu ?   Itu tidak penting.  Yang penting, di negeri ini, semua penduduknya yakin akan bisa mencapai cita-ciitanya suatu hari   nanti.    Dengan begitu,  hidup pun menjadi  damai.  Itulah rahasia dari Sang Rahasia yang sesungguhnya.“&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6470921-6508167535816166286?l=arissimetris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arissimetris.blogspot.com/feeds/6508167535816166286/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6470921&amp;postID=6508167535816166286&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/6508167535816166286'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/6508167535816166286'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arissimetris.blogspot.com/2008/11/secret-listeners-di-sebuah-negeri-antah.html' title=''/><author><name>Aris Simetris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00628685996901352704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6470921.post-1754316719231659017</id><published>2008-09-17T12:14:00.000+07:00</published><updated>2008-09-17T12:15:36.291+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>TRAGEDI&lt;br /&gt;“Listeners,  sebagai makhluk sosial kita bisa serba salah. Ini kaitannya dalam menyikapi tragedi.  Ambil contoh,  tragedi 21 orang tewas di Pasuruan akibat ngantri zakat. Kita tentu terpukul atas  tragedi ini.  Terpukul karena  ikut mengalami rasa kehilangan yang mendalam atas meninggalnya anggota keluarga.  Terpukul karena rasa marah atas masalah kemiskinan  di negeri ini yang nggak beres-beres . Tapi di sisi lain,  seakan ada tuntutan untuk cepat melupakan kejadian itu supaya kita , sebagai makhluk sosial, bisa menjalani  interaksi sosial secara normal.   Supaya kita  tidak terhenti atau terhambat untuk mengejar produktivitas.  Apakah pendapat ini berlebihan karena terkesan berusaha menyepelekan tragedi yang menewaskan 21 orang ?  Apakah pendapat ini mengecilkan arti nyawa manusia ?  Tidak perlu dijawab langsung. Coba kita pindah sejenak ke tragedi bangsa lain. Misalnya Afghanistan.  . Kita tidak perlu ke sana untuk merasakan tragedi  itu.  Cukup baca novel Kite Runner karya Khaled Hosseini..  Di masa pemerintahan  Taliban ada sebuah ilustrasi:  di pasar seorang perempuan sedang bertransaksi dengan penjual.  Perempuan ini mengatakan sesuatu. Tapi karena penjual agak tuli, si perempuan ini mengeraskan suaranya supaya bisa didengar penjual.  Tiba-tiba seorang tentara menghampirinya dengan tergopoh-gopoh dan memukulkan kayu ke paha perempuan itu dengan sekeras-kerasnya sambil berkata:  tidak sopan seorang perempuan bicara sekeras itu !!!   Kehidupan sehari-harinya selalu diancam ketakutan akan dihukum oleh para Talib dan  ketakutan terkena peluru nyasar.  Setiap malam selalu ada  mayat tergeletak dan esoknya selalu ada orang-orang yang sibuk mencari-cari anggota keluarganya di antara mayat-mayat yang tergeletak itu.   Dalam kehidupan seperti itu, manausia-manusia Afgan  tetap harus bisa menjadi makhluk sosial untuk menjaga kewarasannya.  Dan, alhasil, harus menganggap tragedi itu sebagai sesuatu yang biasa.&lt;br /&gt;Listeners, apakah arti semua ini  ?     Ahhh,   apakah perlu bertanya semacam itu ?   Coba dengar yang dikatakan  Amir Jan, tokoh dalam novel Kite Runner,  ”Jangan pikirkan  kehendak Tuhan. Yang ada cuma yang dilakukan dan yang tidak dilakukan.”  Itulah poinnya, hanya karena kita merasakan keesedihan yang begitu mendalam dari begitu banyak tragedi di indonesia, apakah itu menjadi alasan kita tidak perlu melakukan apa-apa ?   Sudah jadi  kutukan manusia untuk serba salah. Tapi itulah yang membuat kita hidup. Karena selalu terjadi tarik-menarik antara mempedulikan dan mengacuhkan dalam diri kita.  100 persen mengacuhkan adalah kejahatan,  100 persen mempedulikan berarti tidak adil terhadap orang-orang terdekat kita.  Berapakah proporsi yang ideal ?  Biarlah nurani anda menjadi hakimnya.”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6470921-1754316719231659017?l=arissimetris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arissimetris.blogspot.com/feeds/1754316719231659017/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6470921&amp;postID=1754316719231659017&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/1754316719231659017'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/1754316719231659017'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arissimetris.blogspot.com/2008/09/tragedi-listeners-sebagai-makhluk.html' title=''/><author><name>Aris Simetris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00628685996901352704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6470921.post-3544543233030872332</id><published>2008-09-12T11:01:00.000+07:00</published><updated>2008-09-12T11:02:26.505+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>12 September 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sliahturahmi&lt;br /&gt;Kata silahturahmi sering diucapkan di antara kita.  Sebagian  bahkan  menyampaikan ungkapan yang menjadi klise karena begitu seringnya diucapkan:   jika ingin rejeki terus mengalir jagalah silaturahmi. Silaturahmi dalam pengertian Kamus adalah ”persahabatan”  atau ”hubungan yang baik”.  Menjaga silaturahmi berarti menjaga persahabatan.  Dalam  bahasa sehari-hari silahturahmi  juga diartikan sebagai saling mengunjungi.  Aryo merasa kata silaturahmi perlu dimaknai lagi dalam situasi modern seperti sekarang.   Tatap muka bukan satu-satunya cara untuk menjaga silaturahmi.  Hanya ada di depan komputer yang tersambung ke jaringan internet sudah bisa jadi alat menjaga silaturahmi. Itu dalam pengertian teknis,  dalam pengertian prinsipil pun Aryo merasa dalam beberapa kasus dia tidak memiliki semangat silaturahmi.  Aryo bahkan sengaja memutus tali silaturahmi.  Kasus pertama,  sahabat Aryo waktu SMA.  Sebut saja namanya Didut. Waktu SMA Didut tekesan cowok polos. Gampang banget merasa kasihan pada orang tapi juga senang bercanda. Lulus SMA masuk sekolah ikatan dinas di bawah departemen keuangan. 15 tahun kemudian dia sudah kaya.  Rumah 3,  mobil 4,  dan 1 usaha persewaan mobil.  Statusnya:  pegawai negeri dinas pajak.  Dia masih suka menolong.  Setiap kali ke bar, dia memberi tips sangat besar pada waitress karena itu dia sangat populer.  Aryo tidak iri dengan semua kekayaan itu.  Aryo merasa tidak bisa lagi bersahabat dengan orang seperti ini. Aryo tidak peduli dianggap telah memutus tali silahturahmi. Aryo tidak peduli disebut sok idealis karena tidak mau berteman dengan orang yang kaya dari uang negara.  Aryo  cuma merasa lebih baik untuk tidak punya silaturahmi dengan orang seperti ini.&lt;br /&gt;Kasus kedua,  teman SMP Aryo, kali ini anggap saja namanya Hanto. Kebalikan dari Didut, Hanto beralih ke arah kanan.  Dia penggiat dakwah.  Janggutnya dipelihara hingga panjang.  Aryo menaruh respek pada pilihan dia meskipun sudah sulit mengharapkan komunikasi yang secair ketika masa SMP atau SMA. Hingga akhirnya  Hanto masuk  partai yang berbasis agama, sebut saja Partai  Pokis. Suatu kali Aryo punya masalah dengan salah seorang anggota Pokis.  Aryo minta bantuan saran mengenai masalah ini dari Hanto. Komentar yang keluar dari mulut Hanto  adalah ”Nggak ada orang Pokis yang kayak gitu. Itu pasti oknum.” Aryo terdiam dan kemudian mengambil kesimpulan: Hanto telah dipenuhi sesuatu yang diyakininya sehingga membutakan matanya sendiri untuk melihat realitas. Aryo pun mengambil kesimpulan:  tidak ada gunanya menjaga tali silaturahmi dengan orang alim semacam ini.&lt;br /&gt;Kasus ketiga,  Aryo paling malas reuni. Reuni cuma ajang basa-basi  sekaligus pentas untuk unjuk diri dari sisi penampilan.  Nanti saja kalau umur 60 baru perlu  reuni karena sudah tidak ada lagi penampilan yang perlu dibanggakan.&lt;br /&gt;“Listeners,  jangan kuatir untuk memutus tali silaturahmi dengan beberapa orang karena dengan cepat anda mendapat gantinya hanya dengan masuk ke Friendter  atau Facebook. Silaturahmi tidak perlu dijaga hanya karena dia pernah menjadi teman kita.  Hidup selalu berubah.  Jadi, silahturahmi tidak berarti sekali menjadi teman akan terus menjadi teman  sampai mati.”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6470921-3544543233030872332?l=arissimetris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arissimetris.blogspot.com/feeds/3544543233030872332/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6470921&amp;postID=3544543233030872332&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/3544543233030872332'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/3544543233030872332'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arissimetris.blogspot.com/2008/09/12-september-2008-sliahturahmi-kata.html' title=''/><author><name>Aris Simetris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00628685996901352704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6470921.post-4729871139707139609</id><published>2008-09-04T11:48:00.003+07:00</published><updated>2008-09-12T11:14:35.948+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>4 September 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chaos&lt;br /&gt;Badan pegal, mimpi tentang perempuan masa lalu, kepala pusing,  AC mobil yang rusak,  program tv tentang  perjalanan sejarah Bimbo.  Daftar  kalimat yang bukan menjelaskan sebab-akibat.  Muncul begitu saja.  Sehari-hari ktia sudah terlalu dominan menggunakan otak kiri.  Analisis dan selalu dalam kerangka sebab akibat.  Sekali-sekali kita menggunakan otak kanan. Jangan-jangan memang kita berada dalam kerangka teori Chaos.  Kepakan sayap kupu di Vietnam bisa menjadi sebab Tornado di California.  Badan pegel bukan karena stress atau bekerja terlalu keras.. Mungkin akibat adanya badai Gustav atau  akibat Obama mendapat dukungan klan Kennedy.   Munculnya perempuan masa lalu dalam mimpi mungkin akibat seorang perempuan tua di Pattaya yang tidak bisa tidur sehingga menyebarkan energi mimpinya ke segala  penjuru dunia.&lt;br /&gt;Aryo duduk memandangi pohon belimbing di depannya. Cuma memandangi. Tidak lebih. Pikirannya kosong.  Aryo mungkin ingat kata-kata Khrisnamurti:  ”Manusia menderita karena perbandingan.  Pikiran selalu dipenuhi beban pengaruh memperbandingkan.  Pandanglah pohon sebagai pohon  bukan mencoba menilai pohon itu tinggi, kokoh atau berdaun lebat.”&lt;br /&gt;Mengatakan pohon itu tinggi pasti karena diperbandingkan dengan pohon pendek. Aryo tetap fokus pada kekosongan. Hanya memandang. Bahkan berusaha tidak menutup pintu terhadap kelebatan pikiran tentang manfaat tidak memperbandingkan.  ”Belajar dimulai dari pikiran yang bersih dari beban-pengaruh.” Begitu lanjut Khrisnamurti&lt;br /&gt;Badan pegal, mimpi tentang perempuan masa lalu, kepala pusing, AC mobil yang rusak,  program tv tentang perjalanan sejarah Bimbo. Memang sama sekali bukan hubungan sebab-akibat.   Aryo hanya memandang.  Tidak berusaha menganalisis. Ketika tidak menganalisis, yang muncul adalah visual bukan kata-kata.&lt;br /&gt;”Listeners,  mari bicara tentang gambar-gambar.  Wajah, bentuk mobil, lekukan gunung,  gerak awan, roda yang berputar.  Jika bicara tentang hari yang indah, biarkan otak menggambarkan Gunung Semeru dengan gerak awan putih bersih Luna Maya mengenakan tanktop dan ransel 40 kg mendaki puncak Semeru.”&lt;br /&gt;Badan pegal, mimpi tentang perempuan masa lalu, kepala pusing, AC mobil yang rusak,  program tv tentang perjalanan sejarah Bimbo.  Tidak perlu kata-kata analisis.   Biarkan wajah itu terbayang,  musik akan mengalun dengan sendirinya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6470921-4729871139707139609?l=arissimetris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arissimetris.blogspot.com/feeds/4729871139707139609/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6470921&amp;postID=4729871139707139609&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/4729871139707139609'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/4729871139707139609'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arissimetris.blogspot.com/2008/09/4-september-2008-badan-pegal-mimpi.html' title=''/><author><name>Aris Simetris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00628685996901352704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6470921.post-8048043445787592628</id><published>2008-07-28T12:20:00.000+07:00</published><updated>2008-07-28T12:25:12.006+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Ekonomi&lt;br /&gt;Di Zimbabwe saat ini harga sepotong roti adalah  Z$ 100 miliar. Itu bukan salah cetak.  Memang benar angkanya sebesar itu.  Z$ 100 miliar itu setara dengan Rp 48.670.  Sedangkan penghasilan  rata-rata penduduk Harare  adalah  Z$ 150 miliar.  Wajar saja jika mereka sudah berbulan-bulan tidak pernah lagi mengecap rasa roti karena harganya tidak terjangkau.  Seorang jurnalis The Vancouver Sun mengisahkan lawatannya dari Harare menuju  Beit Bridge  ”Sepanjang perjalanan 600 kilometer, saya tidak menemukan sesuatu yang bisa dimakan atau diminum.”   Sesekalinya ada,  sebotol Coca Cola Light dijual  Z$ 58 miliar.   Ekonomi memang benar-benar ambruk.  Inflasi mencapai  12,5 juta (membayangkan saja terasa absurd).  Tingkat pengangguran 80%. Sulitnya memperoleh mata uang dalam bentuk tunai dan susutnya nilai mata uang tersebut mendorong bank sentral negeri ini mengeluarkan uang kertas pecahan baru: Z $ 100 miliar.  Sungguh kontras jika dibandingkan dengan kondisi ekonomi Zimbabwe saat merdeka tahun 1980.  Masa itu  Z$ 1 pernah setara dengan  US $ 1,47.  Sedangkan saat ini di pasar gelap nilai tukar Z $ 90 miliar sama dengan US $ 1.&lt;br /&gt;Aryo menggoyang-goyangkan kursinya. Dia tidak sedang menikmati  rasa bahagia. Dia berusaha menyelidik sebentuk fenomena kebangkrutan negeri semacam Zimbabwe ini. Apakah itu membuat kondisi Indonesia menjadi terlihat jauh lebih baik ?&lt;br /&gt;”Oi oi ... bang Aryo. Anda ini sangat pretesius.  Ngapain membandingkan kebangkrutan Zimbabwe untuk membuat kita merasa bersyukur atas kondisi kita ?!!    Justru Zimbabwe bisa menjadi cermin bahwa kondisi buruk itu bisa sampai titik yang tidak terbayangkan. Bahwa jurang itu bisa jauh lebih dalam dari apa yang mampu kita jangkau dengan pikiran.”&lt;br /&gt;Aryo tidak berkomentar. Aryo hanya membiarkan para listener memberikan opininya.&lt;br /&gt;”Jika roti semahal itu, bagaimana harga pendidikan ?   Berapa harga  buku ?  Kalau buku sudah tidak terjangkau,  sudah pasti dia makin terpuruk dalam kebangkrutan tanpa sama sekali ada kesempatan bangkit.”&lt;br /&gt;”Indonesia tidak akan jatuh sampai dalam sedalam itu.  Ada banyak koruptor yang akan menjaga supaya negeri ini tidak ambruk-ambruk banget, dengan begitu mereka masih bisa memerah susu ekonomi hingga tujuh turunan.”&lt;br /&gt;Aryo masih menggoyang-goyangkan kursinya.  Tapi akhirnya dia mengambil keputusan (lebih tepat dibilang keputusan ketimbang kesimpulan),  Indonesia jauh lebih baik dari Zimbabwe .  Karena ini bukan  kesimpulan, maka tidak perlu bukti.  Keputusan berkaitan dengan tindakan.  Aryo akan meminjami Rp 1 juta pada karang taruna di lingkungannya.  Ia menantang, ”ini  pinjaman tanpa bunga. Kalian harus berpikir  mencari bisnis  untuk mendapatkan keuntungan sekaligus mengembalikan pinjaman itu dalam setahun. ”    Setahun kemudian akan ada di blog ini bukti bahwa 1 juta  masih ada nilainya untuk mulai mengembangkan usaha  (dan itu berarti jauh lebih baik dari Zimbabwe yang sama sekali tertutup bagi kemungkinan investasi).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6470921-8048043445787592628?l=arissimetris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arissimetris.blogspot.com/feeds/8048043445787592628/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6470921&amp;postID=8048043445787592628&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/8048043445787592628'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/8048043445787592628'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arissimetris.blogspot.com/2008/07/ekonomi-di-zimbabwe-saat-ini-harga.html' title=''/><author><name>Aris Simetris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00628685996901352704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6470921.post-7138157973103210172</id><published>2008-06-12T17:25:00.000+07:00</published><updated>2008-06-12T17:27:42.356+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>INDONESIA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persis seminggu lalu  Aryo  berkesempatan mendatangi   2 perayaan yang kebetulan diadakan dalam satu hari (6/7/08).  Dua-duanya sama-sama berkaitan dengan Indonesia. Tapi keduanya berbeda dengan sangat kontrasnya.&lt;br /&gt;Perayaan pertama, peringatan 30 tahun Yayasan Bung Karno (YBK) , sekaligus  peringatan ulang tahun Bung Karno yang ke 107.  Perayaannya bertempat di gedung Pola.  Sebuah gedung tua di jalan proklmasi.  Begitu masuk yang terlihat adalah papan nama Gedung Perintis Kemerdekaan. Lho katanya Gedung Pola ?   Iya, nama aslinya memang Gedung Pola.  Gedung  ini  dibangun oleh Bung Karno dengan uang sendiri di atas tanah milik sendiri. Gedung ini dimaksudkan sebagai tempat perumusan dan pemeran pembangunan. Yang diserahi tugas membangunnya adalah arsitek besar yang pernah dimiliki negeri ini,  F Silaban.&lt;br /&gt;Kini gedung itu tidak menyiratkan kemewahan, melainkan kekumuhan.  Kemumuhan itu langsung terlihat begitu masuk.  Terasa sekali  tidak adanya perawatan.  Perayaan dilakukan di lantai 3.   Aryo melihat sekeliling.  Aryo  merasa lebih tua 20 tahun ketika  orang-orang di sekitar.  Ada Omar Dhani, bekas menteri perhubungan jaman Orla yang kini berumur 90 tahun, ada Rosihan Anwar,   wartawan sangat senior yang sekarang sudah hampir 90 tahun,  ada anak SK Trimurti almarhum yang rambutnya sudah memutih semua.  Dari pihak keluarga Bung Karno, ada Guntur,  Sukmawati, Guruh, Bayu,   Levana  (istri almarhum Taufan)&lt;br /&gt;Guruh Sukarnoputra sebagai ketua YBK memberikan sambutan. Intinya satu:  penghargaan bangsa ini terhadap jasa-jasa Bung Karno sebagai bapak bangsa masih jauh dari memadai. Di New Delhi bahkan ada museum khusus untuk Bung Karno di sebuah jalan dengan nama Ir. Soekarno.  Guruh menyatakan kesedihannya yang mendalam akan kondisi ini dan berharap semua hadirin untuk berjuang lebih keras memperkenalkan ajaran Bung Karno ke anak cucu.  Setelah itu dilanjutkan acara potong kue.  Beberapa pelajar berpakaian adat berbaris mengawal sebuah kue tart sebagai tanda wajib perayaan ulang tahun.  Entah kenapa Aryo merasakan suasana  kemuramam.  Guruh yang pernah menyemarakkan indonesia dengan swara mahardika kok sekarang seakan-akan tidak mampu menyalakan sedikit api kemeriahan di acara yang penting ini ?&lt;br /&gt; Perayaan kedua, terjadi di malam harinya di gedung megah Menara Mega lantai 19.  Ini perayaan informal para panitia inti dari 100 tahun kebangkitan nasional yang membuat pagelaran kolosal di Gelora Bung Karno dengan melibatkan pemain hingga 30.000 orang.  Ini sekadar perayaan ramah tamah para panitia yang merasa pageleran tersebut sangat sukses dan mendapat pujian langsung dari Presiden SBY.  Pembubaran panitia ini dihadiri oleh  Hatta Rajasa sebagai  ketua panitia,  Tuti Alawiyah yang berperan menghadirkan 40.000 orang majelis taklim di Gelora Bung Karno, Jaya Suprana  sebagai ketua MURI  dan tentunya Chaerul Tanjung sebagai ketua panitia harian dan tuan rumah.   Di gedung yang  setahun lalu diresmikan langsung oleh Presiden SBY memang  menyiratkan kemewahan.  Di lantai 19 adalah lantai eksekutif yang biasanya untuk menjamu tamu. Seluruh tembok dinding yang dilapisi kayu ini memang mengesankan mahal.  Tamu langsung bersantap. Ada hidangan sushi, ada ice cream Baskin and Robin, ada yang tradisional juga seperti tekwan dan sate ayam. Acara selanjutnya  adalah saling menyampaikan kesan-kesannya.    Hatta menyatakan bahwa dia bangga sebagai orang Indonesia setelah acara ini.  Selama  2 hari handphonenya dipenuhi ribuan  sms pujian terhadap acara ini,  tidak sedikit yang  mengatakan menangis karena merasa  disadarkan sebagai bagian dari   bangsa besar.    Jaya Suprana juga memberi sambutan, ”Saya sudah melihat semua pembukaan olimpiade tapi tidak ada yang sebaik perayaan 100 tahun kebangkitan kemarin. Luar biasa.  Jadi saya instruksikan kepada pak Hatta untuk segera menawarkan diri sebagai pembuka olimpiade tahun  2012.”  Tuti Alawaiyah menghaturkan rasa terima kasihnya yang mendalamkan karena dilibatkan pada acara yang sangat-sangat-sangat penting ini.  Semua bertepuk tangan. Satu per satu memberikan sambutan.  Kata ”bangga sebagai orang indonesia”  disebut berulang-ulang.  Suatu kebetulan dari, jendela terlihat semburan kembang api dari acara live musik yang ditayangkan  trans tv. Lengkaplah sudah kemeriahan acara ini. Tidak ada kemuraman sedikit pun. Kalau pun ada yang meneteskan airmata, itu karena bangga bisa menyelesaikan tugas dengan sangat baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepulang dari acara ini, Aryo pulang jalan kaki karena sebagian angkot masih mogok akibat kenaikan BBM.  Sepanjang jalan dia melihat wajah-wajah muram. Tapi ada juga wajah-wajah anak muda yang terlihat ceria bercanda sambil main gitar.  Aryo tidak bisa menebak perasaannya sendiri.  Mungkin hampa. Mungkin juga –ini yang ditakuti—tidak peduli.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6470921-7138157973103210172?l=arissimetris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arissimetris.blogspot.com/feeds/7138157973103210172/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6470921&amp;postID=7138157973103210172&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/7138157973103210172'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/7138157973103210172'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arissimetris.blogspot.com/2008/06/indonesia-persis-seminggu-lalu-aryo.html' title=''/><author><name>Aris Simetris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00628685996901352704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6470921.post-2905517610719781426</id><published>2008-04-17T12:57:00.000+07:00</published><updated>2008-04-17T12:59:13.106+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>ASOSIASI&lt;br /&gt;Arisan bukan monopoli perempuan.   Aryo saat ini  berada di kumpulan arisan para laki  yang tergabung secara formal  dengan nama  Asosiasi Para Lelaki  Tidak Mampu Punya Istri Cantik  (APLMPIC, supaya enak diucapkan menjadi  APALEMPIC).  Asosiasi ini secara resmi didaftarkan sebagai ormas pada 15 Maret 2007. Meski baru setahun, anggotanya sudah mencapai 207 orang.  Diperkirakan akan bertambah terus hingga  melebih seribu pada tahun ini.  Ketuanya, Broto Samiaji, mengatakan  para laki-laki agak alergi dengan asosiasi yang jelas-jelas mencantumkan kata ”tidak mampu”.  Apalagi ketidakmampuan itu dikaitkan dengan persoalan mendapatkan perempuan cantik.  Tapi seiring bertambahnya kematangan, laki-laki akan makin mendekati kejujuran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aryo mengundang Apalampic ini ke studio untuk menjelaskan alasan-alasan aosiasi ini didirikan.  Acara dimulai dengan  penjelasan  salah satu anggota, James Gundah, tentang alasannya masuk asosiasi ini.&lt;br /&gt;”Awalnya saya termasuk orang yang kecewa karena tidak mampu punya istri cantik.  Saya dulu pingin banget memperistri Luna Maya. Selama 2 tahun saya cuma mendapat penolakan dari dia. Bahkan untuk ketemu tatap muka aja nggak pernah berhasil. Yaaa...akhirnya saya dapat perempuan yang selama ini kasihan melihat saya mengejar-ngejar Luna tanpa hasil. Istri saya tidak cantik. Setelah menikahi dia saya seakan-akan menjadi laki-laki yang gagal total: begitu malangnya nasib saya sehingga cuma bisa mendapatkan perempuan yang kasihan sama saya.  Hingga akhirnya saya masuk asosiasi ini. Baru setelah itu saya mempunyai alasan untuk mensyukuri ketidak mampuan saya memperistri perempuan cantik.”&lt;br /&gt;”Apa yang Anda syukuri ?”&lt;br /&gt;”Ketidakmampuan saya memikat perempuan cantik membuat saya mendapatkan perempuan yang mempunyai permintaan-permintaan yang bisa saya penuhi sesuai batas-batas kemampuan saya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aryo mengerutkan kening.  Kalimatnya kok rumit amat.  Tapi intinya sederhana: istri cantik menuntut terlalu banyak.  Aryo menatap  James.  Orang ini terkesan lugu ketimbang sok tahu. Dalam lubuk hatinya, Aryo mempercayai orang ini.  Aryo belum kawin, dan  kebetulan saat ini dia pacaran dengan perempuan yang parasnya cukup cantik  (maklum mantan foto model).  Benarkah permintaan-permintaan si pacar ini nantikanya ketika menjadi istri berada di luar batas-batas kemampuannya sebagai seorang laki-laki ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pendengar menelpon.&lt;br /&gt;”Ah itu bisa-bisanya  mas James saja.  Anda  tak lebih seorang pecundang yang berusaha mencari justifikasi terhadap ketidak mampuan anda.   Coba lihat Sukarno.  Sukarno punya banyak punya istri cantik tapi semuanya patuh dan setia pada apa kata sukarno.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendapat tanggapan seperti itu,  James tetap tenang. Bahkan sempat tersenyum seakan-akan itu pertanyaan yang sudah ada dalam kendalinya.&lt;br /&gt;”Saya memang pecundang. Karena itu saya tidak berhak mendapatkan perempuan cantik. Biarlah orang seperti Sukarno yang mendapatkan, atau Hugh Heffner,  atau mungkin Anda. Saya kan bilang batas kemampuaan saya, bukan batas kemampuan semua laki-laki. Jadi,  batas kemampuan Sukarno dan saya pasti jauh berbeda.  Nah,  anda sudah dapat poin saya kenapa saya bersyukur ?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di seberang telpon tidak ada jawaban.  James telah menjawab dengan telak. Telak pula bagi Aryo hingga dia berpikir:  apakah tidak sebaiknya dia bergabung dengan asosiasi ini supaya  bisa lebih jujur terhadap diri sendiri ?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6470921-2905517610719781426?l=arissimetris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arissimetris.blogspot.com/feeds/2905517610719781426/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6470921&amp;postID=2905517610719781426&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/2905517610719781426'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/2905517610719781426'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arissimetris.blogspot.com/2008/04/asosiasi-arisan-bukan-monopoli.html' title=''/><author><name>Aris Simetris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00628685996901352704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6470921.post-8999763502868219985</id><published>2008-03-27T11:48:00.002+07:00</published><updated>2008-03-27T11:52:55.588+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>HIDUP TENANG&lt;br /&gt; “Tiga tahun dari sekarang saya ingin hidup tenang. Tinggal di pinggiran kota yang tidak terlalu  kecil dan masih punya akses ke kota besar.”&lt;br /&gt;”Hidup tenang dalam pengertian seperti apa ?”&lt;br /&gt;”Ya hidup tenang. Melakukan sesuatu yang ingin aku lakukan.”&lt;br /&gt;”Emang apa yang ingin kamu lakukan  ?”&lt;br /&gt;”Nonton tv selama yang aku suka. Malas-malasan selama yang aku suka.”&lt;br /&gt;”Emang sekarang nggak bisa melakukan itu ?”&lt;br /&gt;”Mana bisa ..... Anakku kan masih perlu uang buat sekolah.”&lt;br /&gt;”Tiga tahun lagi tidak perlu uang untuk sekolah ?”&lt;br /&gt;”Mmm...mungkin masih perlu.  Tiga tahun lagi anakku kelas 3 SMA.”&lt;br /&gt;”Jadi persisnya berapa lama lagi kamu bisa hidup tenang ?  Setelah anakmu lulus kuliah ?”&lt;br /&gt;”Mmm mungkin.”&lt;br /&gt;”Berarti masih tujuh tahun lagi ?&lt;br /&gt;”Iya.”&lt;br /&gt;”berarti selama 7 tahun kamu menanti hidup tenang yang membut hidup kamu sesungguhnya jadi tidak tenang ?”&lt;br /&gt;”????”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu percakapan Aryo dengan sepupunya, Rianto,  7 tahun lalu.  Rianto.   Aryo kini menatap   Rianto yang masih banting tulang mengerjakan tugas-tugas akuntansi di sebuah perusahaan cargo.  Garis-garis wajahnya  sama sekali jauh dari kesan   hidup tenang.    Apa yang salah dengan keinginan hidup tenang ?   Mungkin tidak salah.  Mungkin konsepnya yang salah. Jika hidup tenang itu diartikan sebagai hidup yang sama sekali streril dari konflik dan stress, jelas itu keinginan yang mustahil. Tapi kita bisa menggunakan konsep hidup tenang yang lain, yaitu:  hidup yang tenang menghadapi konflik, tenang menghadapi masalah, tenang menghadapi ketidakadilan,  tenang menghadapi  persoalan,   ah... ternyata kita bisa hidup tenang sambil tetap cari uang buat anak sekolah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6470921-8999763502868219985?l=arissimetris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arissimetris.blogspot.com/feeds/8999763502868219985/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6470921&amp;postID=8999763502868219985&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/8999763502868219985'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/8999763502868219985'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arissimetris.blogspot.com/2008/03/hidup-tenang-tiga-tahun-dari-sekarang.html' title=''/><author><name>Aris Simetris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00628685996901352704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6470921.post-8691414072283946678</id><published>2008-01-30T13:27:00.000+07:00</published><updated>2008-01-30T13:35:22.956+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>TUHAN&lt;br /&gt;Tidak ada kata seajaib kata “Tuhan”.  Bertanyalah pada satu orang yang anda temui di jalanan mengenai arti tuhan.  Kemudian bandingkan dengan pengertian tuhan dari orang yang anda temui di Mesjid atau gereja atau wihara. Akankah sama  ?  Hampir bisa dipastikan tidak sama. Bahkan di antara orang-orang ateis pun, tuhan mempunyai makna yang hampir tidak mungkin sama dalam pemahaman mereka. Aryo penasaran dan tergelitik lagi dengan kata ini ketika berbincang dengan James.  Seorang karyawan biasa yang menjelma menjadi seseorang yang berorientasi total pada agama. Aryo hanya ingin mendengarkan. Aryo sebenarnya cuma berniat sekadar mendengarkan karena  di lubuk hati Aryo menyadari bahwa  sungguh muskil mendiskusikan  sesuatu dengan orang yang bertumpu semata-mata pada keyakinan. Tapi Aryo tak urung tergelitik ketika  James  meyakini –kata meyakini tidak tepat karena  James  meyebutnya sebagai kebenaran--  bahwa  kebenaran itu tunggal sebagaimana yang tertulis dalam kitab suci.  ”Lha, bukankah apa yang tertulis dalam kitab suci itu sampai ke kita melalui penafsiran orang tertentu ?  entah itu ahli agama atau orang yang kita percaya sebagai ahli agama.”  begitu tanya Aryo spontan.   James  tidak memahami konsep tersebut.  Lebh tepatnya,  keyakinannya tidak memberi ruang kemungkinan  bahwa informasi mengenai ayat dalam kitab suci itu bisa saja subyektif karena melewati orang-orang  tertentu yang mempunyai otoritas untuk menafsirkan seberapa canggih pun sistem untuk menjaga otoritas tersebut.  Alhasil, kebenaran pun menjadi tunggal.   Aryo tertegun.   apa yang dia rasakan sekarang ?   senangkah karena salah seorang teman telah menemukan jalan ”kebenaran”  ?   Atau sedih karena pasti tidak bisa berdiskusi lagi dengan orang tersebut tentang kebenaran ?&lt;br /&gt;”Listeners, tanpa sadar kita menganggap Tuhan sebagai sesuatu yang kita kuasai.   ’Tuhan telah bicara kepada orang-orang terdahulu dan akhirnya pada diriku dan itulah satu-satunya kebenaran !’   Mengapa kita tidak mampu melihat bahwa Tuhan telah bicara pada orang-orang lain terdahulu dan akhirnya sampai pada orang lain dan itu menjadi kebenaran yang lain ?  Keyakinan bukan fakta. Keyakinan juga tidak berasal dari fakta.  Jika memang demikian, mengapa harus yakin bahwa keyakinan akan keberanan itu bersifat tunggal  ? Tuhan,  jernihkan keruwetan pikiran kami agar  bisa menerima kebenaran-Mu.”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6470921-8691414072283946678?l=arissimetris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arissimetris.blogspot.com/feeds/8691414072283946678/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6470921&amp;postID=8691414072283946678&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/8691414072283946678'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/8691414072283946678'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arissimetris.blogspot.com/2008/01/tuhan-tidak-ada-kata-seajaib-kata-tuhan.html' title=''/><author><name>Aris Simetris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00628685996901352704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6470921.post-1580652434272045479</id><published>2007-11-01T10:43:00.000+07:00</published><updated>2007-11-01T10:51:58.661+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>MANAJER&lt;br /&gt;Satu lagi  cerita tentang kualitas SDM Indonesia.  Aryo mewawancarai seorang konglomerat tersohor pribumi.&lt;br /&gt;Aryo    :  Senang sekali saya bisa memaksa bapak datang  ke studio untuk ngobrol bersama para listeners.  Awalnya oang kagum dengan bapak karena punya komitmen sangat kuat untuk mengangkat kualitas SDM  Indonesia. Tapi saya  perhatikan satu per satu tenaga kerja asing bapak rekrut.  Apa alasannya ?&lt;br /&gt;Konglomerat Tersohor (KT)      :  Begini. Dari dulu sampai sekarang komitmen saya nggak berubah. Saya ingin membangun merah putih. Karena itu saya ingin membangun perusahaan saya sebagai perusahaan yang bisa bersaing dengan perusahaan-perusahaan besar dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aryo    :  Karena itu bapak merekrut tenaga kerja asing ?&lt;br /&gt;KT       :  Tunggu. Saya belum selesai.  Maksud saya,  kalau saya akhirnya terpaksa menggunakan manajer asing, itu pasti ada alasannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aryo    :   Apa alasannya pa ?&lt;br /&gt;KT       :  Tarif antara manajer lokal dan manajer asing itu sama.  Sama-sama digaji di atas 100 juta.  Tapi kalau sekarang saya butuh CEO untuk salah satu perusahaan saya.  Coba tunjukkan satu nama yang bisa saya pilih  !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aryo  :  Nggak ada  di antara 250 juta rakyat indonesia ?&lt;br /&gt;KT     :  Sebut satu nama saja. Kerjanya bagus, punya visi sangat jelas mengenai bisnis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aryo  :  Saya nggak tahu pak.&lt;br /&gt;KT     :  Saya sudah mencari. Dan, nggak ada.  Yang ketemu adalah manajer singapura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aryo  :  Apa hebatnya dia dibanding manajer indonesia ?&lt;br /&gt;KT     :  Saya beri ilustrasi.  Pertama kali datang ketemu saya, saya bilang:  lu nggak usah langsung kerja. Selama sebulan perhatikan pasar dan lihat-lihat situasi. Setelah itu datang ke saya dengan plan dan strategi.  Apa yang terjadi ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aryo  :  Apa ?&lt;br /&gt;KT     :  Meski sudah saya bebaskan seperti itu, dia tidak libur. Tiap malam jam tujuh dia datang ke outlet saya satu per satu.  Dia mencatat dengan detil apa yang terjual, apa yang lama tidak terjual, menanyai pembeli. Menanyai petugas penjual. Setiap hari !  Bagaimana saya tidak tergoda untuk merekrut tenaga sehebat ini ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aryo  :  Etos kerja manajer Indonesia tidak seperti itu ?&lt;br /&gt;KT     :  Setiap hari dan setiap saat saya selalu menantang para staf saya.  Kalian ini nggak bisa lagi kerja asal-asalan.  Kerja sekadar melaksanakan tugas.  Kerja harus menghasilkan kualitas tertinggi yang tidak bisa dipenuhi oleh kompetitor. Itu baru namanya kerja. Kalian tidak hanya bersaing dengan lokal tapi dengan orang Cina dan India.  Anda tahu apa yang dilakukan oleh Lee Kuan Yew ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aryo  : Apa ?&lt;br /&gt;KT     :  Setelah bertemu SBY, JK kemudian bertemu juga  beberapa pengusaha Indonesia 2 bulan lalu, Lee Kuan Yee  sepulang ke singapura mewajibkan semua sekolah di Singapura mempelajari bahasa indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aryo  :  Untuk apa ?&lt;br /&gt;KT     :  Singapura adalah negara kecil tanpa sumber daya alam. Dia harus punya sesuatu yang extraordinary untuk bisa survive. Dia punya Singapore Airlines yang bahkan lebih bagus daripada British Airways. Nah, yang juga bisa diandalkan Singapura adalah SDM-nya.  Mereka bertekat menghasilkan manajer-manajer yang berkualitas global.  Bayangkan kalau semua manajer singapura itu menguasai bahasa Indonesia dan menyerrbu Indonesia,  mampu nggak manajer-manajer lokal bersaing ?   Manajer lokal tidak bisa lagi meng-klaim bahwa mereka mempunyai kelebihan dalam hal bahasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aryo terdiam. Aryo memoncong-moncongkan mulut.  Telpon berdering.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aryo              :  Halo.&lt;br /&gt;Pendengar    :  Halo. Saya protes. Pengusaha seperti itu wajib diganyang. Pengusaha yang tidak nasionalis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aryo langsung menutup gagang telpon.&lt;br /&gt;”Listeners, jangan lagi menggunakan kata nasionalisme untuk sekadar melindungi kelemahan kita. Kita memang kalah. Kalau kita nggak sadar juga, sudah saatnya anda mempertimbangkan kebenaran bahwa bangsa kita adalah bangsa yang bebal.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, Aryo terdiam.  Aryo berpikir:  kok bisa ya aku emosional untuk hal yang satu ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6470921-1580652434272045479?l=arissimetris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arissimetris.blogspot.com/feeds/1580652434272045479/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6470921&amp;postID=1580652434272045479&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/1580652434272045479'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/1580652434272045479'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arissimetris.blogspot.com/2007/11/manajer-satu-lagi-cerita-tentang.html' title=''/><author><name>Aris Simetris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00628685996901352704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6470921.post-4409493016530331742</id><published>2007-10-22T19:50:00.000+07:00</published><updated>2007-10-22T19:51:36.425+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>FLASH&lt;br /&gt;Kehidupan kita adalah kumpulan adegan demi adegan  yang begitu banyak.   Setidaknya itu   yang diyakini Pujo, salah satu pendengar radio Aryo.   ”Bulan kemarin saya ditugaskan di kota M. Di hari terakhir saya sempatkan berkeliling kota dengan menggunakan taksi. Di tengah perjalanan, perut saya terasa melilit tanda  penyakit maag saya  mulai  kambuh. Baru teringat kalau belum mengisi perut sejak pagi. Saya  langsung menyuruh sopir taksi untuk berhenti di toko swalayan terdekat.  Tak sampai 3 menit, sopir taksi  berhenti  di depan  toko swalayan yang lumayan besar. Begitu masuk terlihat jajaran rak besar lebih dari 10.  Saya mencari-cari rak tempat biskuit.  Karena malas melihat-lihat tulisan, saya langsung dekati petugas perempuan yang sedang menata barang-barang,” mbak tempat biskuit dimana ?’   Si petugas perempuan itu  langsung menjawab, ”dua rak lagi sebelah sana.” sambil menoleh.     Adegan  menjadi   slow motion !    Rambutnya yang panjang bergerak dalam gerakan lambat.   Bahkan ketika berkedip seakan-akan kelopak matanya  bergerak pelan-pelan.  Dia cantik. Posisinya  berjongkok di atas tangga.  Dengkulnya yang putih kelihatan.  Kamera  zoom ini.  Freeze.  Sekali lagi harus saya akui:  dia  memang cantik.  Supaya tidak kelihatan norak, saya segera beranjak menuju ke tempat yang ditunjuk.  Saya mengambil biskuit secepatnya. Kemudian, kembali ke tempat si perempuan itu berdiri.  Kami bertemu dan berpandangan.  Saya tidak tersenyum. Dia juga tidak tersenyum. Tapi  kok saya merasa begitu dekat dengan dia, dan –anehnya--  saya merasa dia punya perasaan yang sama dilihat dari sorot matanya. Adegan kembali slowmotion. Pikiran saya memutar memori. Adakah seseorang yang aku kenal di masa lalu seperti dia ?  Mungkinkah dia si Dini ?  Ah tidak mungkin. Dia pasti lebih tua. Tapi siapa ya. Kenapa saya terkesan ?  Saya pernah bertemu Luna Maya, duduk berhadapan, dia cantik tapi saya tidak terkesan. Saya melangkah menuju kasir. Saya berusaha bersikap wajar meski  benak saya  menimbang-nimbang: apa yang membuat saya tidak kembali ke tempat itu dan tersenyum dan menanyakan namanya ?  Apakah  semata-mata karena saya  sudah beristri sehingga merasa tidak pantas untuk ”sedikit” menikmati momen indah itu ?  Dari kasir saya kembali ke taksi. Taksi segera berangkat.  Kembali muncul pertanyaan:  apa yang membuat saya terkesan ?  Saya sungguh penasaran dengan pertanyaan itu  (lebih mengganggu ketimbang dilema antara kembali ke tempat itu atau meneruskan perjalanan).    Ada ratusan bahkan ribuan perempuan cantik, kenapa terkesan dengan perempuan ini ?  Adakah di masa lalu saya yang begitu kuat memberi gambaran seorang perempuan sehingga saya terkesan pada perempuan dengan tipe wajah seperti ini ?   Jika memang begitu, kenapa saya sama sekali tidak ingat dengan wajah lalu yang membentuk ingatan saya ? Dari sekian jam, hari dan bulan hidup saya ada sekian detik yang membuat semua gerakan bagai pengadeganan di film. Bagi saya itu adalah momen. Mungkin sekadar flash, tidak menjadi bagian penting dari plot. Jadi,  mungkin sudah benar tindakan saya untuk  tidak menghampirinya . Dia hanya flash dalam hidup saya.”&lt;br /&gt;Manager operasional radio mengetuk-ngetuk kaca ruang siaran sambil menunjuk-nunjuk jam tangan. Isyarat yang sangat jelas:  jam siaran Aryo melampaui waktu yang telah ditetapkan.&lt;br /&gt;”Listeners,  Jose Mari Chan pernah bernyanyi ’beautiful girl’.  Seorang perempuan cantik bias lewat di depan anda, menarik perhatian anda, dan kemudian menghilang di kerumunan.  Itulah flash dalam hidup anda. Sekejab tapi tetap diperlukan.”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6470921-4409493016530331742?l=arissimetris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arissimetris.blogspot.com/feeds/4409493016530331742/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6470921&amp;postID=4409493016530331742&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/4409493016530331742'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/4409493016530331742'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arissimetris.blogspot.com/2007/10/flash-kehidupan-kita-adalah-kumpulan.html' title=''/><author><name>Aris Simetris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00628685996901352704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6470921.post-9078015509838397363</id><published>2007-10-01T19:04:00.000+07:00</published><updated>2007-10-01T19:09:34.867+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>SI BOCAH&lt;br /&gt;Di sebuah senja di ruang eksekutif,  Aryo menikmati santapan berbuka puasa dengan pandangan tak lepas dari seorang bocah laki-laki usia 3 tahun.  Bocah ini seperti bocah lainnya. Gembil. lucu,  dan  menggemaskan. Yang membedakan cuma satu:  anak ini punya ayah yang kekayaannya lebih dari Rp 10 triliun !   Untuk membayangkan besarnya angka Rp 10 triliun, cukup menghitung berapa banyak emas yang bisa dibeli dengan uang sebesar itu.   Jika 1 gram emas Rp 250.000.  Berarti uang sebesar itu bisa membeli 40 ton emas murni.  40 ton cukup untuk membuat monas terbuat dari emas murni  hingga beton dan temboknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aryo berpikir:  jika anak ini menyadari ayahnya sekaya itu, apa kira-kira yang akan dimintanya ?  Dia akan meminta beli  Dufan Ancol lengkap dengan isinya ?  Atau justru,  merayu ayahnya supaya menyumbangkan uang itu demi pendidikan seluruh anak Indonesia ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si anak gendut ini tampak sesekali menolak makanan yang disodorkan pengasuhnya. Dengan kekayaan ayahnya, dia bisa beli semua makanan kalau memang dia bosan makanan tertentu. Dia bisa beli buah kurma Rp 250.000 per biji yang dijual di Senayan City, atau minta makan di  restoran Eagle - Gstaad's  yang per orangnya dikenai tarif  25.000 poundsterling  (atau sekitar Rp 375.000.000).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di saat usianya 3 tahun,  memang dia belum mengerti apa-apa. Mungkin sepuluh tahun lagi, dia tidak sengaja dengar dari temannya atau tak sengaja membaca daftar orang terkaya di Forbes atau tidak sengaja mendengar bahwa harga rumahnya lebih dari Rp 50 milyar. Setelah itu, dia akan melihat bahwa dia “berbeda”  dengan teman-teman sebayanya.  Akankah dia mulai berpikir tentang takdir: kenapa aku dipilih Tuhan untuk ditaruh di orang tua yang begitu kaya ?   Ah, mana mungkin dalam kehidupan yang nyaman kita mempertanyakan takdir.  Harusnya dia mendengar lewat celetekukan anak miskin, “mungkinkah takdir Tuhan sesekali tidak permanen ? supaya aku tidak terus-terusan jadi anak miskin dan kamu tidak terus-terusan jadi orang kaya ?”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aryo menyelesaikan makannya.  Aryo tidak bernafsu menambah nasi.  Pikirannya disesaki pertanyaan sederhana:  Si anak kecil ini mempunyai orang tua sekaya ini karena takdir ataukah karena kapitalisme yang ditiupkan Adam Smith 300 tahun lalu ?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6470921-9078015509838397363?l=arissimetris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arissimetris.blogspot.com/feeds/9078015509838397363/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6470921&amp;postID=9078015509838397363&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/9078015509838397363'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/9078015509838397363'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arissimetris.blogspot.com/2007/10/si-bocah-di-sebuah-senja-di-ruang.html' title=''/><author><name>Aris Simetris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00628685996901352704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6470921.post-8742081404488897607</id><published>2007-08-03T15:14:00.000+07:00</published><updated>2007-08-03T15:18:52.368+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>KABAR BAIK&lt;br /&gt;Kabar baik tidak datang setiap hari.  Itulah yang membuat kabar baik ditunggu. Ketika jiwa penat oleh rutinitas kerja,  berita tentang kenaikan gaji  adalah kabar baik. Kabar baik laksana air dingin yang menyegarkan.  Bagi Aryo, hidup adalah menanti kabar baik. Setiap pagi ketika memulai hari, Aryo selalu berharap ada kabar baik yang diterimanya hari ini. Karena itu dengan sengaja dia menyebar ranjau-ranjau kabar baik. Aryo sengaja membina hubungan baik dengan semua relasinya, yang suatu saat pasti memberi kejutan dalam bentuk kabar baik.  Aryo rajin memelihara peluang-peluang sehingga setahap demi setahap peluang ini mendatangi Aryo lewat kabar baik yang menyergap.&lt;br /&gt;Saat ini minimal ada 3 kabar baik yang sedang dinanti Aryo.  Pertama, kabar baik yang memberikan dia kontrak selama setahun sebagai penyiar radio dongeng. Ini radio baru. Sejak lama Aryo punya cita-cita ingin "meracuni" anak-anak dengan cerita-cerita positif. Anak-anak sudah banyak dijejali cerita-cerita televisi yang membuat imajinasi mati.  Anak-anak tak lebih sebagai pendengar dan penonton pasif.  Aryo berharap banyak kontrak ini segera bisa direalisasi. Kedua,  Aryo sedang menanti kemungkinan transaksi sebuah rumah.  Rumah ini terletak di Puncak, Bogor. Dijual oleh pemiliknya dengan harga sangat murah. Aryo tidak mampu membayar tunai sehingga memerlukan bantuan  bank. Nah, dia menunggu hasil penilaian bank. Ketiga, Aryo menunggu kabar baik dari proposal yang dikirimkan ke rektor UI  yang baru, Gumilar Sumantri.   Aryo menaruh harapan besar pada Gumilar sebagai sosok yang bisa mengubah UI menjadi kampus yang  memberi perhatian pada pendidikan anak miskin (jadi, UI tidak sekadar kampus untuk orang yang mampu bayar). Karena itu Aryo mengirimpkan proposal mengenai pembentukan pendidikan gratis untuk masyarakat di sekitar kampus UI.&lt;br /&gt;Dengan kata lain, bagi Aryo, kabar baik bisa direncanakan.  Sebarkanlah Sebanyak-banyaknya   ranjau kabar baik sehingga hari-hari kita mempunyai peluang untuk dihunjami kabar-kabar baik.&lt;br /&gt;“Listeners,  saya berharap anda  hari ini mendapat kabar baik. Kabar baik tentang  anak yang sudah bisa melangkah, kabar baik tentang  negosiasi yang berhasil dengan sukses, kabar baik tentang indonesia yang menjadi kekuatan ekonomi nomer 5 di dunia di tahun 2030.  Listeners, kabar baik memang milik orang optimis.  “&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6470921-8742081404488897607?l=arissimetris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arissimetris.blogspot.com/feeds/8742081404488897607/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6470921&amp;postID=8742081404488897607&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/8742081404488897607'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/8742081404488897607'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arissimetris.blogspot.com/2007/08/kabar-baik-kabar-baik-tidak-datang.html' title=''/><author><name>Aris Simetris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00628685996901352704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6470921.post-1861417695343970559</id><published>2007-05-28T11:41:00.000+07:00</published><updated>2007-05-28T11:43:35.439+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>BIASA&lt;br /&gt;Hidup ini biasa saja. Tiap pagi berangkat ke kantor seperti biasa. Cuap-cuap di depan corong seperti biasa. Sesekali ada pendengar yang menyampaikan komentar aneh bin ajaib, seperti biasa.  Pulang ke rumah di atas jam 9 seperti biasa.   Betap biasanya hidup ini sehingga ada orang-orang  yang perlu memberi definisi yang gagah  supaya hidup tidak terkesan biasa. “Hidup adalah bendera perang.  Harus tegak dan terus dibawa dalam keadaan apapun. Biar luka atau robek, bendera harus terus dibawa sampai tujuan.”  Begitu kata Ken Sudarto –almarhum--  mengutip omongan seorang pujangan dari Inggris. Hidup ini biasa saja. Karena kita bagian dari orang-orang biasa.  Kita masih menjadi karyawan biasa. Tiap bulan digaji seperti biasa. Berusaha setengah mati untuk menabung. Tapi akhirnya di akhir tahun harus  berhutang   seperti biasa. Rumah dengan ukuran tidak lebih  dari  rumah orang-orang biasa  lainnya.  Memiliki mobil yang  banyak dimiliki orang biasa.  Saking biasanya sehingga   ada orang-orang yang merasa sangat perlu tampil luar biasa satu kali –minimal—dalam hidupnya.. Misalnya, ikut Indonesian Idol meski sama sekali tidak punya modal suara (tampang apalagi, yang penting bisa sekian detik menghiasi layar kaca jutaan orang biasa)  atau nekat mendatangi tamara blezinsky dan mengatakan jatuh cinta dan selayaknya menikah atau menerbitkan buku berjudul  “Indonesia  Negara Tanpa Korupsi.”&lt;br /&gt;Hidup ini biasa saja. Sebagian besar orang menerima takdir untuk menjalani hidup sebagaimana orang biasa.  Sebagian kecil berusaha menyangkalnya sekuat tenaga.  Fakta adanya yang menerima dan yang menyangkal adalah bagian dari hidup yang biasa toh.&lt;br /&gt;Hidup ini biasa saja. Makan ketika lapar. Minum ketika haus. Biasa. Mandi dua kali sehari adalah biasa. Mungkin ada yang perlu menjadi tidak biasa dengan cara tidak mandi berhari-hari. Namun yang luar biasa kemudian adalah baunya. Reaksi yang diterima tetap seperti biasa.  Ekspresi orang yang jengkel. Ekspresi orang-orang yang mencemooh betapa orang ini aneh karena tidak hidup seperti orang-orang biasa. “sekali berarti sudah itu mati”  kata Chairil Anwar. Apa maknanya ?  Ya itu tadi. Kita mungkin sekali dalam hidup dianggap luar biasa. Tapi reaksi tetap biasa. Semesta tetap beredar seperti biasa. Kemudian menjadi tua seperti biasa.  dan akhirnya mati menjadi orang biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Listeners, saya tak heran jika anda tetap biasa mendengar omongan saya yang memang biasa-biasa saja ini tiap hari. Hidup memang biasa saja.”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6470921-1861417695343970559?l=arissimetris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arissimetris.blogspot.com/feeds/1861417695343970559/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6470921&amp;postID=1861417695343970559&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/1861417695343970559'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/1861417695343970559'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arissimetris.blogspot.com/2007/05/biasa-hidup-ini-biasa-saja.html' title=''/><author><name>Aris Simetris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00628685996901352704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6470921.post-3867910897734300225</id><published>2007-03-20T16:05:00.000+07:00</published><updated>2007-03-20T16:06:23.013+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>ORANG MULIA&lt;br /&gt;Ini cerita tentang Muhammad.  Setelah Muhammad meninggal,  kedudukannya diganti  Abu Bakar sebagai khalifah.  Abu Bakar merasa mampu menjalankan tugas kekalifahan dengan  baik. Hingga 3 bulan kemudian ia bertanya pada anaknya, Aisyah, yang juga merupakan  istri Muhammad   “Aisyah,  aku sudah berusaha mengikuti semua teladan dari Muhamad.  Adakah  teladan  dari Muhammad yang sampai saat ini belum pernah aku tunaikan ?”  Aisyah langsung menjawab “ada”.   Aisyah menjelaskan bahwa Muhammad setiap pagi selesai menunaikan sholat subuh pergi ke pasar.  Sengaja dalam keadaan yang belum terlalu terang supaya tidak diketahui banyak orang. Muhammad membeli roti dan menyerahkan pada seorang pengemis yahudi buta.  “Mmmm....baiklah.  Saya akan lakukan itu, “  kata Abu Bakar.&lt;br /&gt;Keesokan harinya Abu Bakar pergi ke pasar pagi-pagi sekali. Dia membeli roti dan  mencari-cari pengemis yang dimaksud Aisyah. Akhirnya dia menemukan  pengemis yahudi buta itu.   Sebelum memberikan roti itu,  Abu Bakar  sempat melihat seseorang memberi sedekah pada pengemis ini, dan pengemis ini mengucapkan, “terima kasih dan ingat nasehat saya:  jangan percaya Muhammad.”&lt;br /&gt;Abu Bakar tercenung tapi tetap  mendekati pengemis itu. Abu Bakar  memberikan  roti itu, dan pengemis  itu  langsung memakannya.&lt;br /&gt;“Ah sudah lama orang yang biasa memberikan roti itu tidak datang ke sini. Tapi kamu pasti bukan orang yang biasa memberikan roti itu.”&lt;br /&gt;“Darimana kau tahu ?”  tanya Abu Bakar.&lt;br /&gt;“Roti yang diberikan orang itu jauh lebih enak dari roti yang kau berikan sekarang. “&lt;br /&gt;Wajah Abu Bakar merah padam karena rotinya dianggap murahan oleh seorang pengemis. &lt;br /&gt;“Ada dimana sekarang orang yang biasa memberikan roti itu ?&lt;br /&gt;“Dia sudah meninggal 3 bulan lalu.”&lt;br /&gt;“Oooo....”&lt;br /&gt;“Kalau boleh tahu, sudah berapa lama orang itu  memberikan roti padamu ?”  Tanya Abu Bakar ingin tahu.&lt;br /&gt;“4 tahun.”&lt;br /&gt;Abu Bakar terdiam. Abu Bakar membayangkan Muhammad memberikan roti itu dan selalu menerima balasan yang sama dari pengemis, yaitu “terima kasih dan terima nasehatku: jangan percayai Muhammad”.  Hati Abu Bakar bergejolak. Dia tiak bisa menahan hatinya untuk segera memberi tahu pengemis ini.&lt;br /&gt;“Hai Orang tua, tahukah kamu siapa orang yang selama ini memberikan roti padamu ?”&lt;br /&gt;“Tidak tahu.”   jawab pengemis.&lt;br /&gt;“ Yang selama ini memberi roti pada kamu selama 4 tahun itu adalah......Muhammad.”&lt;br /&gt;Diriwayatkan oleh Abu Bakar yang direkam dalam sejarah bahwa pengemis ini pingsan dan kemudian –setelah siuman-- mengikuti ajaran Muhammad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Listeners,    Muhammad menunjukkan sikap sedekah yang melupakan pamrih. Bahkan sekadar pamrih supaya orang yang disedekahi menjadi  lebih baik.  Lebih baik bagaimana pun adalah pengertian subyektif. Menginginkan orang lain menjadi “lebih baik” berarti memaksakan orang lain masuk dalam pengertian kita pribadi mengenai “lebih baik”.   Bersama roti ini, Muhammad hanya ingin memberi.  Memberi  kasih sayang,  keikhlasan,  waktu  (setiap pagi selama 4 tahun). Memberi, memberi, memberi. Muhamman bahkan siap cerita ini tidak diketahui siapapun..  Tapi,  Tuhan berkehendak supaya cerita ini terbuka untuk diketahui siapa saja agar kita selalu memeriksa “orang mulia”  dalam diri kita  masing-masing.”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6470921-3867910897734300225?l=arissimetris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arissimetris.blogspot.com/feeds/3867910897734300225/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6470921&amp;postID=3867910897734300225&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/3867910897734300225'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/3867910897734300225'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arissimetris.blogspot.com/2007/03/orang-mulia-ini-cerita-tentang-muhammad.html' title=''/><author><name>Aris Simetris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00628685996901352704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6470921.post-117073541827891314</id><published>2007-02-06T11:15:00.000+07:00</published><updated>2007-02-06T11:16:58.293+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>SEPATU LUMPUR&lt;br /&gt;Seorang pendengar laki-laki  mengirimkan surat panjang, “Bung Aryo, saya sedang ragu-ragu dengan perkawinan. Saya termasuk orang yang optimis.  Saya  memulai perkawinan dengan cinta dan keyakinan bahwa istri saya pilihan tuhan. Keyakinan seperti  itu memang diperlukan di awal. Dalam perjalanannya ternyata banyak persoalan praktis yang mesti dibenahi. Tapi kini, setelah 2 tahun usia perkawinan,  saya menemukan persoalan prinsip yang harus dibenahi. Pemicunya sederhana. Suatu kali saya harus mengelap sepatu yang kena lumpur akibat hujan.  Saya menaruh di atas tempat cuci piring dan mulai membersihkan. Istri saya protes. Sepatu tempatnya bukan di atas tempat cuci piring, katanya. Saya mencoba mengajaknya berdiskusi.  Kenapa kamu berpandangan seperti itu ?  Apakah karena sepatu selalu posisinya di bawah ?  Kalau ya, itu berarti Cuma masalah simbol saja ?  Bagaimana jika sepatunya bersih, apakah boleh di atas tempat cuci piring ?  Dia menjawab, “tetap tidak boleh”.  Pembicaraan akhirnya melebar ke keluhan dia, mau dibawa kemana moral anak kita.  Dia menuduh saya terlalu liberal karena background pendidikan saya  sosial. Sedangkan dia berasal dari ilmu eksakta.  Saya sedih karena baru apa salahnya kita berdiskusi ?   Saya berpendapat salah-benar bukan sekadar apa adanya begitu, salah-benar adalah proses pewarisan yang harus coba kita selidiki lagi minimal mencari alasan yang kuat kenapa sesuatu dikatakan salah.  Bung Aryo, menurut ahli psikologi, perkawinan memang akan mendapat tantangan berat di tahun-tahun ketika mempunyai anak. Ada proses penyesuaian mengenai cara mendidik anak. Cara mendidik anak ini –yang menjadi pendapat istri dan suami--  akan menunjukkan dengan jelas seluruh latar belakang pendidikan keluarga dan wawasan yang dipunyai istri dan suami ini. Bung Aryo, pendidikan keluarga saya biasa saja.  Ayah saya orang yang sangat taat beragama. Ibu saya seorang guru yang sangat kuat.. Ayah saya seorang guru SMA juga dan kebetulan diserahi tugas sampingan mengelola perpustakaan sekolah. Perpustakaan ini cukup besar karena melayani empat sekolah. Di antara sekian banyak buku saya tertarik dengan buku “Berkenalan dengan Eksistensialisme”  sebuah buku filsafat karangan Fuad Hasan yang mencoba merangkum filsuf-filsuf  Eksistensialisme seperti  Nietsche,  Camus, Sartre dan lain-lain. Saya tidak merasa ini bacaan berat. Saya menganggap ini bacaan menarik. Baru kemudian saya berhadapan kenyataan bahwa ayah saya tidak mengijinkan saya bersentuhan dengan ilmu filsafat. Dalam perkembangan berikutnya saya banyak membaca.  Saya tidak menekuni filsafat secara intens. Bacaan saya beragam. Psikologi, sosiologi,  sains populer, agama, dan lain-lain. Saya kemudian juga menulis. Awalnya menjadi reporter, lalu menjadi penerjemah buku-buku manajemen populer dan kemudian menulis kolom.  Bung Aryo, dari perjalanan seperti itu, jelas sulit buat saya untuk bersikap sekadar menerima sesuatu salah dan benar begitu adanya. Dan, tambah sulit lagi menerima, orang yang paling dekat dengan saya  tidak bisa berjalan seiring untuk memahami setiap persoalan yang kita temui. Saya kuatir, hidup ini menurut dia adalah perjalanan tour yang sudah ditetapkan apa-apa yang boleh dan apa-apa yang tidak boleh. Semua tidak bisa ditawar. Semua kembali ke buku.  Bung Aryo, mungkin saya terlalu sensitif dalam menanggapi kejadian kecil ini. Tapi, saya membayangkan,  istri saya pun mungkin akan terpukul dengan kenyataan bahwa suaminya ternyata begitu ‘liberal’. Bagaimana nasib anaknya nanti ?  Bagaimana kalau suaminya tidak berubah ?  Bung Aryo,  semoga pengalaman perkawinan anda berbeda. Saya ingin mendengar pengalaman anda itu dalam siaran anda.kapan-kapan”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aryo menaikkan kedua kaki di atas meja. Dia melamun sambil menggigit ujung pensil. Produser masuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“belum mulai siaran  ?”&lt;br /&gt;“gue lagi cari narasumber  yang bisa cerita mengenai kehidupan perkawinan mereka yang berbahagia.&lt;br /&gt;“si itu aja.”&lt;br /&gt;“siapa ?&lt;br /&gt;‘Sophan sophiaan ama Widyawati”&lt;br /&gt;“menurut lu  mereka bahagia ?”&lt;br /&gt;“keliatannya begitu sih di tipi-tipi.”&lt;br /&gt;“menurut gue sih nggak bahagia. Keliatan bahagia cuma karena mereka aktor aja.”&lt;br /&gt;“begitu ?  terus siapa dong ?”&lt;br /&gt;“Nggak ada “&lt;br /&gt;“nggak ada ?  berarti kita nggak datengin narasumber ?”&lt;br /&gt;“berarti kita nggak siaran hari ini. tema perkawinan yang bahagia sama sekali nggak memenuhi syarat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aryo berdiri. Mengambil jaketnya dan melangkah pergi begitu saja. Produser memandangi dengan melongo.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6470921-117073541827891314?l=arissimetris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arissimetris.blogspot.com/feeds/117073541827891314/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6470921&amp;postID=117073541827891314&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/117073541827891314'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/117073541827891314'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arissimetris.blogspot.com/2007/02/sepatu-lumpur-seorang-pendengar-laki.html' title=''/><author><name>Aris Simetris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00628685996901352704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6470921.post-116945301486138511</id><published>2007-01-22T14:53:00.000+07:00</published><updated>2007-01-22T15:03:34.873+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>MASA LALU&lt;br /&gt;Apa arti masa lalu ?  Coba tanyakan itu pada Koes Hendratmo. Kenapa mesti dia ?  Begini ceritanya.   Koes Hendratmo kawin umur 27.  Ketika umur 61 dia kepincut pada wanita lain.  Sejak itu dia kabur dari istrinya selama 2 tahun. Tidak perlu memperdebatkan mengenai arti cinta. Kita coba diskusi tentang waktu.  Memori Koes pasti menyimpan kenangan kebersamaan dengan Herda selama 34 tahun. Memang, tidak semua waktu 34 tahun itu semata-mata berisi kebersamaan dengan istrinya. Tapi,   apakah memori kita  mampu memilah-milah mana saat-saat kita bersama istri dan kapan saat-saat tidak bersama istri sehingga begitu mudah menekan tombol “delete” ?   Kenangan selalu campur baur tidak keruan.  Kenangan satu selalu memicu kenangan yang lain.  Kenangan kita akan istri sebenarnya mungkin dipicu oleh kenangan akan sebuah tempat yang indah. Apakah menghapus kenangan tentang istrinya sekaligus menghapus kenangan tentang tempat  indah tersebut ?    Katakanlah  si Koes punya kenangan indah  menikmati   matahari terbenam  di Legian bersama Herda.  Bahkan ketika sendirian melihat  matahari terbenam di Legian pun  otak Koes  langsung bereaksi dengan memunculkan wajah Herda dan segala aroma tubuh yang menyertainya.  Nah,  ketika  Koes menghapus semua kenangan bersama Herda,  apakah itu berarti secara otomatis pantai Legian  tidak indah ?  Atau mungkin saja pantai Legian tetap indah tapi tidak terkait dengan Herda ?  Tidak mungkin !  Otak manusia berevolusi. Ota manusia selalu mengalami perubahan dan mutasi secara bertahap.  Otak tidak pernah bisa menjadi sesuatu yang tambal sulam: Satu bagian dihilangkan dan diganti dengan bagian lain.  Otak dan kenangan tidak bisa diprogram ulang seperti software  (mungkin saja ada di film science ficition, yang  --untungnya--  tidak akan terjadi dalam waktu dekat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Listeners, saya mencoba menempatkan diri saya seperti Koes Hendratmo. Ini bukan soal kawin lagi atau tidak. Ini lebih soal bagaimana kita berhadapan dengan masa lalu kita. Di usia 61 tahun saya ketemu perempuan yang bisa membuat saya lebih muda empat puluh tahun. Saya kembali menjadi 21.  Cinta saya meluap-luap.  Sesekali saya memang merasakan tulang saya bukan lagi tulang muda, tapi semangat saya membara. Karena umur saya berubah menjadi 21 tahun, saya  merasa bukan masalah besar jika kenangan 34 tahun hilang dari memori saya. Masa lalu ya masa lalu. Saya bosan menjadi tua.  Saya ingin melupakan menjadi tua.  Saya ingin menikmati kegairahan sebagai  anak muda.”  Listeners, mungkin begitu yang dikatakan Koes Hendratmo. Tapi listeners,  berapa lama cinta membara bisa bertahan ?  Sebulan ? Setahun ?   Kayaknya sih nggak pernah  lebih dari setahun deh.  Setelah itu, selamat datang kembali di dunia realitas bahwa kenangan tidak pernah hilang.  Masa lalu lah yang  membuat kita menjadi seperti sekarang.”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6470921-116945301486138511?l=arissimetris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arissimetris.blogspot.com/feeds/116945301486138511/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6470921&amp;postID=116945301486138511&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/116945301486138511'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/116945301486138511'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arissimetris.blogspot.com/2007/01/masa-lalu-apa-arti-masa-lalu-coba.html' title=''/><author><name>Aris Simetris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00628685996901352704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6470921.post-116883885326511544</id><published>2007-01-15T12:25:00.000+07:00</published><updated>2007-01-15T12:27:33.280+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>MOTIVATOR&lt;br /&gt;Di sebuah seminar,  Aryo  --dan peserta yang lain--  diminta menggambar seekor anjing.   Setelah semua selesai menggambar, si intruktur memberi penjelasan tentang makna gambar anjing  dari masing-masing peserta.   Bagi yang mengambar anjing menghadap kiri, itu menandakan tipe karakter yang mengevaluasi masa lalu dalam melangkah ke masa depan. Dengan kata lain ini adalah tipe  hati-hati.   Yang  gambarnya menghadap kanan, menandakan tipe karakter yang terfokus pada hari ini. Tidak terlalu menganggap penting perencanaan. Yang penting jalan dulu, risiko urusan nanti. Nah, yang menghadap ke depan ?  itu tandanya berkarakter frontal.  Yang paling sial menggambar anjing tanpa kepala. Itu tandanya sakit jiwa.  Tak sengaja Aryo melirik gambar anjing di sebelahnya,    gambar anjing  dilihat dari arah belakang sehingga seakan-akan dia cuma menggambar pantat anjing.   Orang sebelah Aryo buru-buru menutupi gambarnya itu  (siapa mau dianggap sakit jiwa walau ini cuma permainan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aryo cukup menikmati seminar ini.  Ada banyak sesminar sejenis ini. Ada  begitu banyak pula  orang menyebut dirinya sebagai motivator.  Dari orang yang tidak lulus SD seperti Andri Wongso (dan terbukti tidak menarik kalau anda merasa sebagai lulusan S1) sampai yang pernah menduduki posisi puncak di sebuah perusahaan di usia sangat muda seperti Mario Teguh.  Di antara itu ada Tung Desem Waringin yang hampir tiap hari pasang iklan seminar di kompas,  ada James Gwee,  ada Ari Ginanjar (yang menggabungkan Emotional &amp; Spritual jadi satu), ada Kafi Kurnia, Gede Prama (fokus pada spiritual) dan ada Maximum Impact (yang meskipun tidak terkenal tapi sangat menarik).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aryo bermimpi menjadi motivator. Dalam benak Aryo,  seorang motivator membutuhkan kemampuan untuk   membuat pendengar terhibur  dan tergerak untuk mengubah persepsi (syukur-syukur kalau perilaku)  Menghibur adalah tugas paling penting dari seorang motivator. Tidak ada motivator yang sukses kalau dia tidak mampu membuat pendengarnya tertawa.  Karena itu,  planning Aryo –jika ingin m enjadi motivator—adalah:  pertama, mengumpulkan semua joke dan mengidentifikasi joke mana yang lucu dan diseleksi laki joke mana yang sudah dipakai motivator lain.  Tung Desem Waringin selalu mengulang kata-kata berikut, “angkat tangan kanan anda letakkan di pundak sebelah anda dan katakan  pak –pak bu bu  matikan teleponnya ya......”   Biasanya memang selalu ada gerrrrr.    Untuk sense of humor, Mario Teguh paling hebat.  Mario Teguh mempunya bakat besar sebagai entertainer.  Sebagai benchmark untuk lelucon,   Aryo seharusnya mengacu pada Mario Teguh  Kedua,  menentukan tema apa yang belum dipakai oleh motivator lain.  Seminar Tung Desem selalu berkaitan  gengan Financial Revolution (bagaimana caranya kaya dalam waktu cepat), Mario Teguh fokus pada Membangun Brand Pribadi, Kafi Kurnia memilih anti-marketing, sedangkan Maximum Impact berkaitan dengan Leadership.  Aryo ingin memilih tema kegagalan. Aryo akan menjelaskan   bahwa kegagalan itu bukan dalam dimensi realitas tapi dalam dimensi mind set. Sehingga kita harus mendalami mengenai seluk-beluk kegagalan. Kegagalan dalam bentuknya yang paling umum adalah penolakan. Kita sering ditolak untuk mengemukakan ide kita, ditolak menjadi manajer, ditolak  mengerjakan tugas yang lebih menantang dan sebagainya.  Aryo akan mendalami ini dengan sungguh-sungguh. Ketiga, Aryo akan mendalami ilmu mengenai seni pertunjukan panggung.  Kebanyakan motivator tidak mengeksploitasi panggung secara optimal. Mereka seperti stand up comedy yang miskin sekali menggunakan alat bantu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Listeners,  sebagai penyiar saya sudah menguasai seni bicara di depan anda . Mungkin saya tinggal selangkah lagi untuk menjadi Mario Teguh atau Tung Desem atau Rhenald Kasali.  Saya tidak menganggap materi mereka sudah basi atau membosankan. Tapi minimal saya memiliki keunikan yang tidak dimiliki oleh semua motivator, yaitu saya tidak pernah sukses. Dengan begitu riwayat hidup saya menjadi  pelajaran yang penting untuk mempelajari kegagalan. Sampai ketemu di tempat seminar.”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6470921-116883885326511544?l=arissimetris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arissimetris.blogspot.com/feeds/116883885326511544/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6470921&amp;postID=116883885326511544&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/116883885326511544'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/116883885326511544'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arissimetris.blogspot.com/2007/01/motivator-di-sebuah-seminar-aryo-dan.html' title=''/><author><name>Aris Simetris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00628685996901352704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6470921.post-115737276164655528</id><published>2006-09-04T19:25:00.000+07:00</published><updated>2006-09-04T19:26:01.660+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>APA YANG KITA MILIKI ?&lt;br /&gt;Ngobrol dengan teman lama seharusnya mengasyikan. Karena bisa jadi pelampiasan semangat nostalgik  Tapi itu tidak terjadi ketika Aryo ngobrol lewat telpon dengan  Wahab. Seorang teman lama. Lebih tepat disebut senior ketika kuliah dulu.  Si Wahab ini bertugas di departemen luar negeri. Sudah dua kali menjalani penugasan di luar negeri. Di pos yang cukup bergengsi.  Beberapa kali Aryo mencoba menelpon tapi selalu dijawab bahwa  Wahab sedang tidur.  Aryo bisa maklum karena  Wahab saat ini menderita diabetes akut sehingga mungkin jadi cepat capek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya Aryo punya kesempatan ngobrol dengan Wahab.  Tapi Aryo merasa  tidak menemukan lagi  keasyikan ngobrol dengan teman lama.  Aryo merasakan kehampaan percakapan dengan orang asying.  Memang Wahab ini –sepanjang yang dikenal Aryo—sangat praktis dalam berpikir.  Tapi Aryo tetap tidak paham juga ketika Wahab menanyakan berapa gajinya, apa mobilnya sekarang, berapa dia beli rumah. Wow.  Mereka dulu memang bersahabat tapi bukan berarti komunikasi bisa se “akrab”  itu.  Ada sesuatu yang hilang.  Aryo tahu bahwa  temannya ini tidak bermaksud menggeledah kekayaan pribadinya.  Tapi Aryo merasa asing saja.  Aryo merasa hidup menjadi begitu dangkal. Meski, setelah disebutkan mobil dan rumahnya,  Wahab memuji Aryo sebagai orang yang berhasil,   Aryo merasa asing. Merasa aneh.&lt;br /&gt;Sementara Wahab mengaku sudah tidak semangat lagi mengejar  karir atau uang. Justru itu paradoksnya.  Ketika dia berada dalam titik terendah semangat untuk bekerja,  justru dia menanyakan “apa yang dimiliki” untuk mengetahui tingkat keberhasilan temannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah percakapan itu, Aryo tercenung dan coba memikirkan mengapa dirinya jadi malas untuk bertemu dengan Wahab.  Setidaknya  Aryo menemukan dua alasan.  Pertama, Aryo risih dengan pernak-pernik kesuksesan yang begitu dangkal itu.  Aryo tidak anti bisnis.  Aryo merasa tidak anti terhadap semangat mengejar kekayaan.  Tapi, sungguh dangkal rasanya, jika integritas kita cuma diukur dari apa yang kita punya.  Cara mengukur yang aneh itulah yang membuat relasi pertemanan tiba-tiba menjadi menyebalkan.  Kedua,  rasanya malas berbincang dengan orang yang sudah tidak punya semangat mengejar masa depan. Ini bukan sok idealis. Ini sekadar persoalan kenyamanan berbincang. Obrolan menarik apa yang bisa dikeluarkan orang yang menganggap persoalan masa depan tidak menarik ?  Si Wahab ingin berleha-leha. Ingin melakukan apa yang disukainya, yaitu: jalan-jalan ke kota lain dan memotret. Ya sudah biarkan dia bicara mengenai sesuatu yang hanya menarik buat dirinya sendiri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6470921-115737276164655528?l=arissimetris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arissimetris.blogspot.com/feeds/115737276164655528/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6470921&amp;postID=115737276164655528&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/115737276164655528'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/115737276164655528'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arissimetris.blogspot.com/2006/09/apa-yang-kita-miliki-ngobrol-dengan.html' title=''/><author><name>Aris Simetris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00628685996901352704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6470921.post-114827507509024416</id><published>2006-05-22T12:12:00.000+07:00</published><updated>2006-05-22T12:17:55.103+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>FISIKA&lt;br /&gt;Aryo bertemu seorang teman yang sempat berkecimpung di dunia  fisika. Tampilannya sangat low profile. Sekilas orang yang baru bertemu dengannya mungkin akan membayangkan:  orang ini pasti punya dua atau tiga baju. Baju  yang dikenakannya sudah luntur warnanya  akibat  terlalu sering dicuci. Dia bercerita tentang fisika. Sebagian dari teman-temannya saat kuliah dulu menjalani hidup dengan eksentrik. Sampai di sini mungkin sulit dipahami korelasi antara fisika dan pilihan hidup eksentrik, bahkan abnormal.  Tapi penjelasannya kemudian menjadi logis.  Bahasa yang digunakan dalam fisika adalah matematika. Melalui perhitungan yang rumit, dalam fisika dipahami bahwa alam semesta ini mempunyai sebelas dimensi. Kenapa sebelas ?  Lagi-lagi itu melalui perhitungan matematika.  Secara sederhana, jarak dari satu titik ke titik lain adalah dimensi 1.   Bidang menjadi dimensi dua karena melibatkan panjang dan lebar.  Volume merupakan dimensi tiga karena ada panjang, lebar dan tinggi. Begitu seterusnya sampai dimensi 11.  Penjelasan ini bahkan tidak bisa divisualkan (karena itu pula dia termasuk orang yang tidak percaya fisika bisa disampaikan dalam bahasa yang populer).&lt;br /&gt;Apa konsekuensi dari 11 dimensi ini ?  Tukang sulap yang  bisa menghilangkan barang bukanlah  sesuatu yang aneh.  Katakanlah, David Cooperfield bisa menghilangkan  pesawat.  Pesawat itu sebenaranya tidak pernah berpindah tempat. Ia hanya berpindah dimensi sehingga tidak bisa ditangkap oleh penglihatan kita. Tapi sebenarnya pesawat itu tetap ada di tempatnya sehingga kalau disentuh tetap terasa keberadaannya.&lt;br /&gt;11 Dimensi ini juga berlaku untuk waktu. Penjelasan yang paling sederhana begini, kita semua tidak riel.  Kita melihat sosok kita di cermin.  Tapi sebenarnya, sosok yang kita lihat di cermin itu bukan diri kita sebenarnya.  Sosok yang kita dilihat di cermin itu  adalah sosok kita 0,000008 detik yang lalu.  Apa yang sampai di mata kita sangat bergantung pada kecepatan cahaya. Dalam jarak  1 meter saja ada delay sekitar 0,00008 detik. Bayangkan jika jaraknya 20 meter, 1 km dan seterusnya (karena itu pula planet yang kita lihat sekarang ini mungkin saja sudah tidak ada lagi)&lt;br /&gt;Jadi, apapun yang kita lihat ini sebenarnya adalah “hantu”.  Sudah pernah dengar cerita mengenai Astronot  NASA ?   Dia diluncurkan tahun 1964 ke ruang angkasa.  Tahun 1982 dia ditemukan di lautan. Tapi si astronot ini merasa perjalanannya tidak lebih dari 2 minggu.  Dari kerangka fisika, kejadian ini sama sekali tidak aneh.&lt;br /&gt;Kembali ke cerita awal, kenapa banyak orang yang belajar fisika jadi aneh ?  Itu karena mereka tidak pernah merasa heran dengan apapun. Hampir tidak ada kejadian “biasa”  yang bisa membuat mereka heran. Karena itu mereka ingin berlaku aneh-aneh sekadar mengimbangi dunia yang terlalu biasa ini.&lt;br /&gt;“Listeners,  bagi saya belajar fisika jadi menarik karena bisa sedikit melupakan kejadian-kejadian pahit di tanah air. Pak Harto sakit makin parah tapi makin sakti karena tidak satu pun bisa mengungkit-ungkit kekayaaannya,  berbagai pemeriksaan kasus korupsi tidak lebih sebagai upaya mengganti orang-orang pucuk pimpinan. Listeners,  mungkin tidak ada lagi kejadian yang membuat kita heran. Negara ini sudah begitu busuknya sehingga bangkai manusia pun tidak mampu membuat kita merasa ada bau yang aneh. Listeners, mari belajar fisika. Semoga ini membuat kita makin kebal terhadap tetek bengek penderitaan bangsa  ini......”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6470921-114827507509024416?l=arissimetris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arissimetris.blogspot.com/feeds/114827507509024416/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6470921&amp;postID=114827507509024416&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/114827507509024416'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/114827507509024416'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arissimetris.blogspot.com/2006/05/fisika-aryo-bertemu-seorang-teman-yang.html' title=''/><author><name>Aris Simetris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00628685996901352704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6470921.post-114645987211904436</id><published>2006-05-01T12:03:00.000+07:00</published><updated>2006-05-01T12:04:32.136+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>DUNIA-AKHIRAT&lt;br /&gt;Aryo kenyang dengan berbagai nasehat yang mengatakan “Jangan terlalu mementingkan persoalan keduniaan. Mulailah  menabung untuk bekal di akhirat.”  Aryo mencoba mencerna. Kalimat tersebut tak lebih sebagai ungkapan   mendikotomi dunia-akhirat menjadi  baik-buruk.   Dunia adalah sumber keburukan.  Dunia secara riel dianggap sebagai  kata benda yang bisa memalingkan manusia dari Tuhan.   Aryo jadi ingat tetangga sebelah rumah, Pak Miskun.   Dia siang-malam menjadi pemulung dan uangnya hanya cukup untuk makan sehari istri dan dua anaknya.  Apakah Pak Miskun bisa dianggap sebagai orang yang terlalu mementingkan urusan keduniaan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekenyangan Aryo telah memunculkan rasa muak.  Betapa pemilahan itu telah membawa kita pada kesalahan cara pikir yang parah !   Seakan-akan akhirat itu ruang kosong yang siap diisi dengan berbagai doa dan ibadah kita. Apakah Tuhan  begitu abainya sehingga  tidak memperhitungkan kerja keras orang yang berusaha memperbaiki dunia ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sebuah stasiun tv, minggu lalu ditayangkan sosok seorang ibu yang berjuang menafkahi kedua anaknya dengan bekerja sebagai tukang ojek. Ini tayangan yang menggugah perasaaan. Seorang ibu akan menempuh segala cara jika itu menyangkut mati-hidup anaknya. Tapi komentar si  ustad  dalam acara ini justru menjadi anti klimaks.   “Pekerjaan si ibu ini tetap persoalan dari sisi agama karena pekerjaannnya membuat dia selalu bersentuhan laki-laki yang bukan muhrimnya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aryo terdiam. Dahinya mengeras seakan sedang menahan kemarahan. Tapi kemudian ... perasaannya berubah jadi sedih: betapa pemilahan dunia-akhirat membuat kita tidak punya rasa hormat pada orang lain.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6470921-114645987211904436?l=arissimetris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arissimetris.blogspot.com/feeds/114645987211904436/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6470921&amp;postID=114645987211904436&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/114645987211904436'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/114645987211904436'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arissimetris.blogspot.com/2006/05/dunia-akhirat-aryo-kenyang-dengan.html' title=''/><author><name>Aris Simetris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00628685996901352704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6470921.post-114259691107304548</id><published>2006-03-17T18:54:00.000+07:00</published><updated>2006-03-17T19:01:51.086+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>ORANG TAK DIKENAL&lt;br /&gt;Apa yang menarik dari percakapan antara dua orang yang cuma kenal lewat dunia maya  ?   Percakapan antara Aryo dan seorang perempuan  --yang wajah dan nama aslinya tidak diketahui —berikut ini mungkin bisa memberi gambaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;aryo_penyiar&lt;/strong&gt;:  Kok jawabnya pendek-pendek.  Lagi bete ?&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Nita Lasut&lt;/strong&gt;: iya dikit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;aryo_penyiar&lt;/strong&gt; :  mau cerita  kenapa bete ?&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Nita Laut&lt;/strong&gt;: mmm... gila aja. Punya cowo kayak nggak punya. digantung gitu deh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;aryo_penyiar&lt;/strong&gt; : emang cowo kamu sibuk banget ?  atau sengaja gak mau berkomitmen ama kamu ?&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Nita Lasut&lt;/strong&gt;: komit  sih tapi  dia emang sibuk minta ampun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt; aryo_penyiar&lt;/strong&gt; :  kamu berharap cowok kamu gimana ?  lebih merhatiin kamu ?  atau nunjukkin dia cinta banget  ama kamu ?&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Nita Lasut&lt;/strong&gt;: merhatiin dikit aja lah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;aryo_penyiar&lt;/strong&gt; : kalo kamu kadar cintanya masih belum terlalu tinggi,  cuekin aja  dulu  untuk sementara .&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Nita Lasut&lt;/strong&gt;: gue cuma berharap  dia  treat me as a queen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;aryo_penyiar&lt;/strong&gt;:   just play game.  tunjukin kamu gak terlalu butuh-butuh banget dia.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Nita Lasut&lt;/strong&gt;: oh gitu ya. Sebenarnya gue nggak pernah telpon dia kok. paling kalau online gue bilang kangen doang. dan gue nggak pernah maksa dia untuk ketemuan gitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;aryo_penyiar&lt;/strong&gt; : tapi dalam hati kamu berharap banget dia ngajak ketemuan kan ?&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Nita Lasut&lt;/strong&gt;: iya donk. Tapi  gue bukan tipe cewek yang suka maksa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;aryo_penyiar&lt;/strong&gt;: tapi itu nunjukin rasa cinta yg gak seimbang.  cinta kamu pada dia lebih besar daripada cinta dia pada kamu. buktinya dia masih bisa play the game.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Nita Lasut&lt;/strong&gt;: kalau   gue tanya, dia ngakunya  nggak punya cewek. Malah gue pernah ajak dia bubaran and  gue ikhlasin dia ama siapa aja, tapi  dia nggak mau.  Gue bilang sebaiknya kita jadi temen atau saudara aja. tapi dia nggak mau. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;aryo_penyiar&lt;/strong&gt; : hehehe...apa kata "nggak mau" itu penting buat kamu ?   bahkan dia nggak ngangep penting ajakan kamu untuk putus, karena dia yakin kamu pasti nggak bisa ngelepasin dia.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Nita Lasut&lt;/strong&gt;: oh ngga dia tau banget gue orang paling cuek abis.  karena dia tahu tiap hari hidup gue banyak temen.  dia tahu banget gue&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;aryo_penyiar&lt;/strong&gt; : so, kamu gak perlu bete. toh kamu orangnya cuek abis. terserah dia mau merhatiin kamu atau gak. terserah dia punya banyak cewek atau gak dengan pesona fisiknya itu.  terserah hubungan ini mengarah ke  tujuan yang pasti atau gak.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Nita Lasut&lt;/strong&gt;: trus gimana  donk ???  Gue mesti gimana ???  Kan gue emang suka ama dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;aryo_penyiar&lt;/strong&gt; : cewek harus punya kemampuan menahan perasaan supaya laki-laki gak merasa dia telah menguasai perasaan perempuan.  Contoh paling gampang: tahan untuk bilang kangen.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Nita Lasut&lt;/strong&gt;: oh gitu. boleh juga.  terus gue harus gimana lagi ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;aryo_penyiar&lt;/strong&gt; : Nita....kok nanya "harus gimana"  terus.  kamu bener2 cinta kayaknya ama dia ya....&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Nita Lasut&lt;/strong&gt;: emang sih. Tapi gue kan nggak kegatelan gitu. Yang mesti mohon-mohon gitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;aryo_penyiar:&lt;/strong&gt; cowok malah gak suka cewek yg ngemis-ngemis. cowok udah tau kadar cinta cewek dari sorot mata dan ekspresi. nah itu pentingnya bisa nahan perasaan. cewek harus bisa bersikap "gue bisa tetep hidup normal tanpa lu" di depan cowok. nah setelah itu lihat reaksi dia gimana.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Nita Lasut&lt;/strong&gt;: iya lah. lo tenang aja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;aryo_penyiar&lt;/strong&gt; : hehe... gue mah bisa obyektif karena ini bukan masalah gue. tetap situ yang bergulat dengan perasaan.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Nita Lasut&lt;/strong&gt;: iya sih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;aryo_penyiar&lt;/strong&gt; : Nit, semua laki-laki suka dikagumi banyak cewek. tapi....tetap ada 2 kategori cowok. Pertama, cowok yg sudah terbiasa berbuat  jahat. Kedua, cowok yang tidak mau/takut berbuat jahat&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Nita_Lasut:&lt;/strong&gt;  gitu ya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;aryo_penyiar&lt;/strong&gt;:  sori gue mesti siaran Nit.  take care.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Nita_Lasut:&lt;/strong&gt;  thanks ya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6470921-114259691107304548?l=arissimetris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arissimetris.blogspot.com/feeds/114259691107304548/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6470921&amp;postID=114259691107304548&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/114259691107304548'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/114259691107304548'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arissimetris.blogspot.com/2006/03/orang-tak-dikenal-apa-yang-menarik.html' title=''/><author><name>Aris Simetris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00628685996901352704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6470921.post-114049961212326082</id><published>2006-02-21T12:25:00.000+07:00</published><updated>2006-02-21T12:26:52.133+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>RUANG&lt;br /&gt;Apa bedanya menjadi kritis dan nyinyir ?  Kata mungkin berbeda tapi situasinya seringkali sulit dibedakan. Aryo merasakan itu ketika kemarin selesai menonton premiere “Ruang”  yang disutradarai Teddy Soeriatmadja. Aryo menemukan banyak kelemahan. Salah satunya paling vital: kenapa sutradara kebanyakan tidak menganggap  film sebagai sebuah ide, tapi lebih sebagai karya audio-visual.  Visual dan audio digarap dengan sangat baik tapi tidak menawarkan ide apapun. “Ruang” sangat terinspirasi dengan Bridge of Madison County.  Itu sangat kelihatan. Diawali dengan pertemuan dua kakak beradik untuk membuka kotak peninggalan ibu, kemudian cerita bergulir berdasarkan cerita dari surat ibu. Bedanya, di Bridge of Madison County tuturan cerita berasal dari orang pertama, yaitu si ibu, sebagai pelakunya.  Di “Ruang”,  si ibu bercerita tentang kisah cinta bapak dengan ibu lain, yang tidak diketahui si anak. Agak tidak masuk akal juga bagaimana seorang istri bisa bercerita dengan sangat mendetail mengenai kisah cinta suaminya dengan perempuan lain (meskipun ini bukan perselingkuhan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingin rasanya Aryo langsung memberi ucapan kepada sutradaranya “Anda kelihatan sangat terinspirasi oleh Bridge of Madison County”. Tapi, muncul pertanyaan, perlukah kita bersikap kritis terus terhadap orang lain ?  Apakah ini namanya  bukan nyinyir ?  Aryo akhirnya mampu menahan keinginannya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, Aryo pulang dengan sedih. Aryo merasa telah terlalu banyak mengeluarkan kata-kata kritikan.  Rasanya begitu melelahkan. Seakan tidak pantas.  Mulai dari menonton “Di Sini Ada Setan”  hingga sekarang “Ruang”, rasanya jauh lebih banyak mencela daripada memuji.  Rasanya sangat tidak rela untuk berbasa-basi “Selamat. Filmnya bagus”  hanya untuk memelihara pertemanan.   Tapi di sisi lain,  Aryo merasa tidak ada jalan lain untuk ikut terlibat selain memberikan skenario dalam bentuk jadi. Skenario yang menawarkan ide, bukan sekadar karya audio-visual.  Aryo sedih karena tidak bisa membayangkan kapan skenario itu selesai.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6470921-114049961212326082?l=arissimetris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arissimetris.blogspot.com/feeds/114049961212326082/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6470921&amp;postID=114049961212326082&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/114049961212326082'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/114049961212326082'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arissimetris.blogspot.com/2006/02/ruang-apa-bedanya-menjadi-kritis-dan.html' title=''/><author><name>Aris Simetris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00628685996901352704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6470921.post-113703736794047449</id><published>2006-01-12T10:41:00.000+07:00</published><updated>2006-01-12T10:42:47.953+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>MENGANCAM&lt;br /&gt;Bersenggolan mobil di Jakarta adalah sesuatu yang biasa. Aryo baru mengalaminya kemarin.  Sebuah mobil melanggar jalurnya di kemacetan jalan MT. Haryono.  Mobil ini menyenggol spion mobil Aryo hingga lecet. Emosi Aryo terpicu. Aryo memaki-maki dengan menggebrak-gebrak itu mobil itu.  Sesaat Aryo merasa jumawa.  Dua orang di mobil sepertinya “takluk” oleh kemarahan  Aryo. Tapi ternyata mereka melawan. Mereka berargumen bahwa Aryo-lah yang salah jalur.  Aryo makin marah. Dia menggebrak mobil itu sekali lagi sambil tetap memaki-maki. Orang yang duduk di sebelah sopir menunjukkan kemarahan yang tampak “membahayakan”. Dia bilang, “Jadi kau mau nih.  Benar mau nih !”   Sesaat Aryo masih belum sadar situasinya. Tapi kemudian ada sesuatu yang mengerikan melintas dalam benaknya.  Gestur tubuh orang ini seakan-akan sedang mencabut pistol dari pinggangnya. Membayangkan itu, kemarahan Aryo seketika punah. Yang terpikir adalah menghindari konflik ini.  Aryo cepat-cepat membelokkan mobilnya menghindar. Kini Aryo merasakan ketakutan.  Dengkulnya gemetar.&lt;br /&gt;Aryo mencoba menyimpulkan.  Dalam situasi saling mengancam, yang menyelamatkan bukanlah keberanian, tapi justru rasa takut.&lt;br /&gt;Paulo Coelho dalam novelnya “Devil and Miss Prym” punya pendapat lain tentang ancaman. Dia bilang, “ada dua jenis orang bodoh. Pertama, orang yang takut karena diancam. Kedua, orang yang merasa telah berbuat sesuatu dengan mengancam.”   Paulo menambahkan,  orang yang berbahaya tidak pernah mendahului dengan mengancam, dia akan menikam dan menembak seketika.  Aryo setuju.  Aryo mengakui dirinya penakut. Kadang-kadang muncul keinginan untuk mendapatkan pengakuan sebagai orang berani dengan mengancam. Padahal, Aryo bukan tipe orang yang membahayakan. Aryo tak akan pernah sanggup menyarangkan pisau ke perut seseorang yang paling dibenci sekali pun.&lt;br /&gt;Memikirkan itu, Aryo jadi bergidik memikirkan Palembang.  Liputan di Sisi Lain menyebutkan Palembang dipenuhi orang-orang berbahaya. Mereka larut dalam budaya “tanpa ancaman”.  Tak ada kata-kata “gue bunuh lu”.  Yang bicara lebih dulu selalu pisau. Orang Palembang  --bahkan anak SMP-- biasa menyimpan  pisau kecil di pinggangnya ketika pergi kemana pun untuk jaga-jaga.   Permusuhan di antara mereka jarang adu mulut. Tapi saling adu cepat menghunjamkan pisaunya.&lt;br /&gt;Ketika kemarahan begitu mendidih, Aryo beberapa kali mengimajinasikan  menaruh pistol di hadapan musuhnya itu. Tapi itu tidak pernah menjadi kenyataan. Pertama, Aryo memang penakut.  Kedua, Aryo sadar kini: hanya orang bodoh yang merasa berbuat sesuatu dengan mengancam (bagaimana jika yang kau ancam itu  seseorang  yang sudah sangat terbiasa menusukkan pisau ke tubuh orang ?)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6470921-113703736794047449?l=arissimetris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arissimetris.blogspot.com/feeds/113703736794047449/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6470921&amp;postID=113703736794047449&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/113703736794047449'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/113703736794047449'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arissimetris.blogspot.com/2006/01/mengancam-bersenggolan-mobil-di.html' title=''/><author><name>Aris Simetris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00628685996901352704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6470921.post-113644202292723154</id><published>2006-01-05T13:18:00.000+07:00</published><updated>2006-01-05T13:20:22.936+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>BAHASA VISUAL&lt;br /&gt;Aryo berdiri di tengah Citos. Ia mulai menghitung. Hasilnya, rata-rata setiap 3 detik lewat wanita cantik.  Aryo pernah berdiri di pasar Mojokerto. Hasilnya, selama 3 jam tidak ada wanita cantik  --minimal menurut ukuran Aryo— yang lewat.   Pelajaran apa yang bisa diambil ?  Sekadar perbandingan bahwa Jakarta jauh lebih banyak perempuan cantik ketimbang Mojokerto ?  Ah, sepele banget.  Atau, bahwa ternyata seluruh kehidupan kita sudah sangat dipengaruhi dengan bahasa visual sehingga begitu lingkungan itu tidak menampilkan bahasa visual seperti biasanya, kita merasa ada yang aneh ?  Bisa jadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aryo begitu terbiasa dengan seliweran wanita cantik. Sehingga pasar Mojokerto menjadi aneh.  Coba sekarang dibalik. Lelaki Mojokerto berdiri di Citos. Pasti dia juga merasa aneh. Dalam benaknya: darimana saja munculnya perempuan-perempuan cantik ini ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga dengan bahasa visual yang lain. Kita di Jakarta begitu terbiasa dengan pemandangan orang membuang sembarangan.  Orang buang rokok di trotoar, orang buang plastik lewat jendela mobil, orang melempar kulit jeruk ke temannya dan akhirnya jatuh di jalanan.  Bahasa visual kita sehari-hari dipenuhi gambaran ini. Karena itu Aryo takjub begitu berada di Seoul. Jangan harap bisa menemukan sampah di jalanan. Lebih takjub lagi, ketika Aryo berkunjung ke stadion yang menjadi tempat Piala Dunia 2002. Dengan bangga masyarakat Korea memajang foto-foto yang menunjukkan  bagaimana anak-anak kecil Korea  tanpa diperintah mengumpulkan sampah.  Jutaan orang Korea berkumpul di stadion itu ketika Korea Selatan masuk semi final. Setelah jutaan orang itu bubar, tidak ada sedikit pun sampah tercecer.  Aryo menjadi cengeng. Ingin rasanya menangis.  Bagaimana perjalanan  Korea Selatan sampai pada peradaban seperti itu ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Listeners, betapa sering orang-orang  gembar-gembor tentang  perlunya tokoh panutan.  Omong kosong !!!!   Seakan-akan peradaban kita nggak akan pernah maju tanpa tokoh panutan. Seakan-akan semua aksi baik kita mesti menunggu munculnya tokoh panutan. Sambil menunggu tokoh panutan itu peradaban kita sudah ambruk duluan.  Yang penting sistem man, bukan orang.  Yang penting peradaban, bukan tokoh yang nggak pernah berbuat salah. Maaf listeners jika pagi ini terganggu dengan  ueng-uneg saya. Saya sih berharap uneg-uneg saya sama dengan uneg-uneg anda. Saya akan lebih bersyukur lagi kalau ternyata listeners sependapat dengan saya. Jangan pernah menunggu.  Cepetan beraksi. Mulailah menciptakan bahasa visual yang membuat peradabaan kita membaik.  Persetan dengan tokoh  panutan !”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6470921-113644202292723154?l=arissimetris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arissimetris.blogspot.com/feeds/113644202292723154/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6470921&amp;postID=113644202292723154&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/113644202292723154'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/113644202292723154'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arissimetris.blogspot.com/2006/01/bahasa-visual-aryo-berdiri-di-tengah.html' title=''/><author><name>Aris Simetris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00628685996901352704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6470921.post-113523321958298888</id><published>2005-12-22T13:19:00.000+07:00</published><updated>2005-12-22T13:33:39.596+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>PERUSAHAAN&lt;br /&gt;Sepertiga –bahkan seringkali lebih-- dari hidup kebanyakan orang dihabiskan di kantor. Begitu  besarnya porsi itu sehingga  tidak berlebihan  kalau ada yang mengatakan kebahagiaan masing-masing orang  ditentukan  oleh situasi kantor. Ketidakbahagiaan di kantor mengarah pada ketidakbahagiaan hidup. Hipotesis yang bisa diperderbatkan.  Tapi minimal ini menarik untuk dipikirkan: Apa memang mungkin kita bahagia di kantor ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian besar dari kita bekerja di perusahaan swasta. Apa sebenarnya perusahaan ?&lt;br /&gt;Perusahaan adalah anak kandung kapitalisme.  Seorang  sutradara dokumenter dari Kanada,    Mark Achbar dan Jennifer Abbott  ini  menyoroti  perusahaan atau institusi korporasi secara khusus.  Di mata hukum, sebuah perusahaan sebenarnya memiliki kedudukan yang sama dengan seorang manusia. Dia memiliki hak-hak, bisa memiliki properti, dan memiliki kekuasaan dan otoritas. Kalau korporasi adalah sesosok manusia, kita ingin tahu manusia seperti apakah itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film ini   secara rinci mengupas satu demi satu sifat-sifat dasar korporasi (judul film ini  “Corporation”) kemudian menganalisisnya dari sudut pandang psikologi manusia. Setelah dianalisis menggunakan buku petunjuk diagnosa gangguan mental (Diagnostic and Statistical of Mental Disorders/DSM-IV) yang diterbitkan American Psychiatric Association, pada akhirnya disimpulkan bahwa sifat-sifat dasar korporasi menunjukkan sifat-sifat dasar orang yang menderita gangguan psikopat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip-prinsip kerja sebuah korporasi yang mengarah ke sebuah ”kepribadian” yang antisosial dan psikopat itu antara lain egois, pengecut, amoral, tidak pernah merasa bersalah terhadap pihak lain, berbahaya bagi manusia yang menjadi pekerjanya, dan menghalalkan segala cara—termasuk menabrak norma-norma sosial dan aturan hukum—untuk mencapai tujuannya.&lt;br /&gt;”Meski korporasi kadang-kadang suka menampakkan niat dan itikad baik kepada orang lain dalam bentuk yang mereka namakan corporate social responsibility, jangan pernah percaya! Karena korporasi hanya memiliki satu niat dan tujuan: keuntungan materi,” ujar Achbar dengan yakin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknik Achbar untuk membayangkan perusahaan sebagai manusia ini menarik untuk kita jajaki. Sekarang coba kita bayangkan perusahaan sebagai seorang teman.  Apa yang dilakukan perusahaan –sebagai teman--  ketika kita sedih ? Dia akan duduk tersenyum di depan kita sambil mengatakan bahwa dia adalah teman baik yang siap mendengarkan semua cerita kita ?   Tidak  !!!      Perusahaan bukan jenis manusia seperti itu.  Perusahaan tidak pernah peduli dengan perasaan  kita.  Perasaan bukan item yang diperhitungkan dalam hubungan kita dengan perusahaan.     Perusahaan menjadi teman yang baik jika kita jelas-jelas punya kontribusi terhadap laba perusahaan. Perusahaan akan selalu tersenyum pada kita dan akan melakukan daya upaya supaya kita tidak keluar.  Tapi begitu hilang kemampuan kita memberi kontribusi pada laba, perusahaan tidak akan tersenyum lagi. Tidak ada ungkapan teman suka duka buat perusahaan.  Perusahaan cuma memandang teman yang bisa  membuatnya suka cita .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika tahu karakter perusahaan seperti itu, jangan pernah memandang perusahaan dengan sentimentalitas. Perusahaan bukan teman yang enak untuk diajak ngobrol sembari ngopi berlama-lama. Perusahaan adalah teman yang tidak punya  perasaan.  Hari ini kau mengajukan surat pengunduran diri,  besok perusahaan sudah lupa. Seakan-akan perusahaan berkata “siapa lu. jangan  ngerasa istimewa.  banyak orang yang lebih baik dari lu !”   Karena itu tidak perlu kecewa pada perusahaan.  Terima saja karakternya seperti itu. Terima saja ketika kita tiba-tiba  perusahaan sama sekali tidak mencegah kepergian kita. Perusahaan sama sekali tidak menunjukkan keinginan untuk mempertahankan kita.  Simpan sedu sedan itu.  Kumpulkan energi untuk  bisa bersikap positif terhadap perusahaan.  Perusaahan  memanfaatkan kita, kita manfaatkan dia juga dong.  Bekerjalah  banting tulang untuk menciptakan laba, tapi jangan lupa untuk terus-menerus meminta imbalan. Minta imbalan yang maksimal.  Semakin maksimal imbalan yang kamu dapat, semakin cepat kamu bisa terbebas dari perusahaan.  Itulah makna hakiki hubungan kita dengan perusahaan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6470921-113523321958298888?l=arissimetris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arissimetris.blogspot.com/feeds/113523321958298888/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6470921&amp;postID=113523321958298888&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/113523321958298888'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/113523321958298888'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arissimetris.blogspot.com/2005/12/perusahaan-sepertiga-bahkan-seringkali.html' title=''/><author><name>Aris Simetris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00628685996901352704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6470921.post-113257109445678947</id><published>2005-11-21T18:02:00.000+07:00</published><updated>2005-11-21T18:04:54.470+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>MEREKA&lt;br /&gt;Aryo merasa beruntung  punya kesempatan  mengenal orang-orang seperti  Ram Punjabi,  Manoj Punjabi, Leo Sutanto,  Shanker, Chand  Parwes  Karno dan beberapa nama lain.  Aryo seringkali memandang mereka mempunyai kemampuan yang jauuuuh. lebih besar ketimbang dirinya untuk berbuat sesuatu terhadap persinetronan maupun perfilman Indonesia.  Mereka punya uang bermilyar-milyar dan punya akses ke bioskop dan stasiun tv. Tapi kenapa mereka tidak melakukan apa yang dipikirkan Aryo. (misalnya, membuat sinetron yang digarap sangat serius naskahnya) ? Itu pertanda apa yang dipikirkan Aryo tidak pernah mampir di pikiran mereka ?  Atau, apa yang ada di pikiran Aryo pernah mampir di pikiran mereka  tapi mereka tidak tergerak melakukannya ?  Atau,  apa yang dipikirkan Aryo juga pernah dipikirkan mereka dan pernah coba diusahakan tapi terbentur tembok tebal yang namanya rating ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya,  meski Aryo berusaha menempatkan dirinya dalam perspektif orang paling praktis-pragmatis sekalipun, tetap saja sulit memahami nama-nama besar ini sama sekali tidak tergerak untuk membuat karya masterpiece.  Dulu Ram Punjabi pernah memproduksi sinetron “Bukan Perempuan Biasa”  dengan  bintang Christine Hakim dan  Deasy Ratnasari.  Program ini memang tidak berhasil dalam hal rating, tapi menjadi perbicangan di banyak kesempatanya.  Anehnya, Ram pun tidak terlalu berbangga dengan sinetron. Dalam berbagai kesempatan dia sering mengatakan, “saya pernah mencoba bikin karya idealis, “Bukan Perempuan Biasa”,  tapi  lihat kan,  nggak berhasil.”  Seakan-akan dia sekdar ingin membuang uang untuk membuktikan bahwa memproduksi tayangan idealis semacam itu tidak akan mendatangkan uang.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa   yang dipikirkan Aryo mungkin memang tidak pernah dipikirkan orang-orang tersebut. Percuma juga berandai-andai menjadi mereka jika memang ada jarak yang panjang dalam memahami idealisme. Idealisme seakan sebuah bentuk sempurna yang “udahlah lupain aja, kagak pernah laku’. Idealisme tidak lagi dipahami sebagai proses panjang untuk setahap demi setahap melakukan perbaikan. Memang tidak masuk akal berharap sinetron  Bawang Merah Bawang Putih tiba-tiba berubah  sekaliber Gilmore Girls.  Tapi,  bukankah Bawang Merah Bawang Putih pun punya kesempatan untuk menjadi tontonan yang wajar tanpa harus mengeksploitasi jahat-baik yang sangat sensasional ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, Aryo ini tidak pernah nonton televisi. Tapi ini pun bukan sikap yang baik untuk memprotes tayangan tv yang mandeg selama beberapa tahun.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6470921-113257109445678947?l=arissimetris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arissimetris.blogspot.com/feeds/113257109445678947/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6470921&amp;postID=113257109445678947&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/113257109445678947'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/113257109445678947'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arissimetris.blogspot.com/2005/11/mereka-aryo-merasa-beruntung-punya.html' title=''/><author><name>Aris Simetris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00628685996901352704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6470921.post-112978020700659263</id><published>2005-10-20T10:46:00.000+07:00</published><updated>2005-10-20T10:50:07.013+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>NETRAL&lt;br /&gt;Ketika   diserang kanan-kiri berkaitan dengan keterlibatannya dalam iklan BBM,   Aa’ Gym selalu menegaskan bahwa sikapnya netral. Dia tidak pro atau kontra. Dia ingin agar siapapun –baik yang pro maupun kontra--  bisa akur.  Apa sebenarnya arti netral  ?  Dalam kamus Inggris Cambridge, neutral adalah  “not saying or doing anything that would encourage or help any of the groups involved in an argument or war”. Poin terpenting di sini adalah tidak mengatakan apapun dan tidak berbuat apapun. Dari sudut pandang ini,  kehadiran Aa’ Gym di iklan jelas menunjukkan dia tidak netral.  Sebagai analogi, katakanlah di kantor Aryo,  bos  mengambil keputusan  yang  tidak menyenangkan. Sebagian karyawan  setuju, sebagian lagi menentang keras. Lalu,  Aryo berteriak: “Hei nggak usah bertengkar. Semua pendapat sash-sah saja. Saya NETRAL !  Terimalah peraturan ini dengan lapang dada.”   Dari segi bahasa, memang disebutkan bahwa Aryo netral. Tapi substansi sebenarnya, Aryo  mendukung keputusan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah yang terjadi dengan Aa’  Gym.  Kalau dia memang netral  (coba kembali ke pengertian tadi: not saying or doing anything), seharusnya Aa’ Gym tidak berkoar-koar tentang kenetralannya di media massa.  Begitu dia mengatakan sesuatu di media massa,  runtuhlah netralitasnya.  Dan itu berarti dia mendukung keputusan pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan segala hormat pada Aa’ Gym, seperti yang dikatakan Aa’ Gym sendiri,  kita membutuhkan pemimpin yang bisa menjadi suri tauladan. Pemimpin yang bisa menjadi suri tauladan adalah pemimpin yang berani mengambil sikap. Pemimpin yang bersikap netral tentunya bukan pemimpin yang berani mengambil sikap. Dulu dengan gagah berani Aa’ memprotes Amerika Serikat  yang bersikap represif terhadap negara-negara Islam. Dulu  Aa’  juga memprotes keras film “Buruan Cium Gue”. Betapa pun konroversialnya protes ini, tapi Aa’ berani mengambil sikap keras.  Dan, sekarang kenapa tiba-tiba Aa’  memilih menjadi netral ?&lt;br /&gt;Aa’, dengan segala hormat,  pemimpin umat  --apalagi untuk umat Aa’ yang begitu besar--  tidak boleh bersikap netral. Netralitas hanya membuat Aa’ terlihat sebagai pemimpin yang takut menyuarakan amar ma’ruf nahi mungkar.  Dari kata-kata amar ma’ruf nahi mungkar pun sudah jelas bahwa kita tidak mungkin bersikap netral (ingat pengertian netral: tidak menyatakan atau melakukan apapun). Kita harus menentukan sikap.  Semoga sumbang saran ini ada gunanya untuk mendukung munculnya pemimpin yang bisa menjadi suri tauladan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6470921-112978020700659263?l=arissimetris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arissimetris.blogspot.com/feeds/112978020700659263/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6470921&amp;postID=112978020700659263&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/112978020700659263'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/112978020700659263'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arissimetris.blogspot.com/2005/10/netral-ketika-diserang-kanan-kiri.html' title=''/><author><name>Aris Simetris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00628685996901352704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6470921.post-112954094458893246</id><published>2005-10-17T16:12:00.000+07:00</published><updated>2005-10-17T16:22:26.633+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>OPTIMIS-SKEPTIS&lt;br /&gt;Ada begitu banyak teori tentang perbedaan perempuan-laki-laki.  Aryo ingin menyumbang satuuuu  teori saja (terserah ini mau dianggap teori atau kesimpulan dari obrolan di warung kopi).  Teori  Aryo:    Perempuan  cenderung  optimis,  dan  laki-laki cenderung skeptis.  .  Optimis dan Skeptis di sini menyangkut cara pandang terhadap pasangannya.  Perempuan memandang pasangannya sebagai obyek yang memiliki banyak peluang untuk berubah ke arah yang lebih baik. Mau bukti ?  Banyak  tuh perempuan yang mau menikah dengan laki-laki yang  --melalui kacamata umum—sulit sekali untuk menjadi lebih baik. Misalnya, pecandu narkoba.  Ada banyak  contoh perempuan tetap mau dinikahi laki-laki yang   jelas-jelas  --umpamnya--  pecandu narkoba  (contoh, pasangan Pipik dan Ustadz Jefri).  Bagi perempuan, seorang pecandu pun mempunyai peluang untuk menjadi lebih baik.  Tidak demikian halnya dengan laki-laki. Sekali laki-laki menganggap pasangannya “tidak layak”, maka tidak ada lagi hari esok. Tidak ada kemungkinan untuk menjadi lebih baik.  Karena itu  sangat-sangat jarang seorang laki-laki bisa menerima pasangannya yang pecandu narkoba. Pikiran laki-laki “emangnya gue suster buat dia ?!!!”   Laki-laki  skeptis.  Kalau hari ini tidak layak, maka besok pun tidak akan pernah menjadi layak. Laki-laki sulit memberi kesempatan –entah lewat perpanjangan hubungan, apalagi lewat pernikahan —kepada pasangannya untuk menjadi lebih baik. Laki-laki cenderung melihat pasangannya dalam konsep kekinian. Kini adalah segalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Optimisme perempuan mempunyai dua sisi mata uang.  Contoh berikut ini menjelaskan satu sisi:     Windi  --teman Aryo satu ini baru saja menceritakan nestapanya--  berhubungan dengan laki-laki yang sudah beristri. Ia optimis hubungannya  ini akan berbeda dengan banyak hubungan perempuan lain dengan laki-laki berisitri. Tapi optimisme ini kandas. Si laki-laki tak kunjung bercerai, malah Windi kena labrak si istri.  Sisi pertama mengarahkan perempuan sebagai korban.&lt;br /&gt;Sisi kedua, kebalikannya, justru menjadi sumber kekuatan bagi laki-laki. Optimisme perempuan membuat laki-laki punya niat untuk berubah, bahkan di sebagian kasus membuat laki-laki tergerak untuk melakukan tindakan konkret. Pipik menjadi unsur penguat sehingga Ustadz Jeffri menjadi seperti sekarang ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6470921-112954094458893246?l=arissimetris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arissimetris.blogspot.com/feeds/112954094458893246/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6470921&amp;postID=112954094458893246&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/112954094458893246'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/112954094458893246'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arissimetris.blogspot.com/2005/10/optimis-skeptis-ada-begitu-banyak.html' title=''/><author><name>Aris Simetris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00628685996901352704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6470921.post-112866698979901504</id><published>2005-10-07T13:29:00.000+07:00</published><updated>2005-10-07T13:36:29.806+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>SAKIT&lt;br /&gt;Aryo termasuk jarang sakit. Tapi kali ini kesehatannya terancam sesuatu yang serius.  Ada batu di ginjalnya. Gejalanya  dimulai ketika  Aryo demam di tengah malam.  Terasa sakit ketika kencing dan ada darah.   Besoknya  Aryo ke dokter. Karena hari Sabtu, yang tersedia cuma  dokter umum. Dari pemeriksaan urine terlihat ada yang tidak beres. Sehingga dilakukan pemeriksaan USG.  Terlihat “benda”  kecil di ginjal. Dokter menyatakan  tidak terlalu parah  karena hanya berupa butiran-butiran pasir.  Karena itu dokter  hanya memberikan antibiotik untuk mengobati infeksi.  Pengobatan cukup berhasil. Selama seminggu aman-aman saja. Memasuki minggu ketiga, kumat dan lebih parah lagi.  Darah lebih banyak. Akhirnya periksa ke dokter  spesialis urologi. Begitu melihat USG,  dokter langsung yakin itu adalah “batu”  dan butuh perhatian serius.  Aryo dijadwalkan foto dan diberi obat. Harga obat sekitar Rp. 500.000. Sebelum foto, dua hari sebelumnya harus makan bubur dan kecap saja. Wow.  dan, di hari pemfotoan, tepat jam 10 harus minum garam inggris.  8 jam puasa total menjelang foto.  Akibat garam inggris Aryo juga baru tahu: semua isi perut terkuras.  Akhirnya tepat jam 6 di foto.  Mau tahu harganya ?   Rp 475.000.  Untuk keperluan foto  juga harus beli obat untuk membuat kontras ginjal saat difoto. Harganya Rp. 275.000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang Aryo sudah cukup tenang.  Setelah minum obat beberapa hari, dipastikan tidak ada batu lagi di ginjalnya. Tapi ada hal lain yang membuatnya tidak tenang:  harga obat.  Baru tadi pagi Aryo baca laporan kompas tentang para buruh bangunan.  Biasanya mereka   dengan Rp 3.000  bisa makan dengan lauk telur, sekarang tidak bisa lagi sejak kenaikan BBM.  Harga obat pasti lebih mahal dari sepiring nasi berisi sayur dan telur.  Dengan kata lain, sakit adalah kemewahan.  Orang miskin sama sekali tidak diperkenankan sakit. Masih ingat kan pelajaran ekonomi di SMP ?   Ada kebutuhan   primer, sekunder dan tersier. Begitu naifnya saat itu sehingga seakan-akan setiap orang Indonesia mempunyai kebutuhan primer, sekunder dan tersier yang sama. Buat sebagian orang,  makan dengan  sayur dan ayam adalah kebutuhan primer, tapi buat orang lain bisa jadi kebutuhan sekunder atau malah tersier karena begitu jauhnya untuk dijangkau. Buat orang tertentu, obat adalah kebutuhan primer dalam kondisi sakit.  Buat orang lain, obat adalah kebutuhan tersier, apapun kondisinya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6470921-112866698979901504?l=arissimetris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arissimetris.blogspot.com/feeds/112866698979901504/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6470921&amp;postID=112866698979901504&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/112866698979901504'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/112866698979901504'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arissimetris.blogspot.com/2005/10/sakit-aryo-termasuk-jarang-sakit.html' title=''/><author><name>Aris Simetris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00628685996901352704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6470921.post-112722161562798750</id><published>2005-09-20T20:00:00.000+07:00</published><updated>2005-09-20T20:06:55.633+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>GUGAT CERAI&lt;br /&gt;Sepanjang karir Aryo, baru kali ini diprotes artis. Dan artis itu adalah Tamara Blezinski ! Ceritanya begini. Kemarin, Aryo membahas  topik karakter umum perempuan cantik. Salah satu kesimpulannya,  perempuan cantik cenderung ingin “dilayani” bukan “melayani”, karena itu tidak cocok untuk dijadikan istri. Mau bukti ?  Kebanyakan perceraian artis  (terutama artis yang parasnya cantik),  selalu didahului oleh si perempuan. Artinya, si perempuan lah yang mengajukan gugat cerai. Contoh:  Deasy Ratnasari, Elma Theana, Cut Keke dan terakhir Tamara Blezinski.&lt;br /&gt;Telpon Aryo langsung berdering. Dan siapa sangka di ujung seberang sana adalah Tamara Blezinski. Ini petikannya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+  Mas hati-hati dong kalau bikin generalisasi.&lt;br /&gt;-   Generalisasi gimana ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+  Iya.  Masa mas bilang semua wanita cantik cenderung minta cerai duluan.&lt;br /&gt;-   Lho !  Saya memang nggak pake metodologi riset. Tapi nggak ada yang salah dari kesimpulan saya selama mbak nggak punya kesimpulan yang bisa menyalahkan kesimpulan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+   Jelas saya punya. Kalau cuma datanya dari itu saja, bisa dong saya mengambil kesimpulan bahwa wanita cantik cenderung mendapatkan pasangan yang kurang pas sehingga terjadi perceraian. Point saya,  dari data itu bisa diambil kesimpulan macam-macam.&lt;br /&gt;-   Saya nggak setuju mbak. Itu kesimpulan yang ngawur. Pada dasarnya setiap perkawinan bukan “barang jadi”.  Pasti ada penyesuaian dan kompromi.  Sehingga kondisi awal tidak bisa disalahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+   Oke. Katakanlah kondisi awal tidak bisa disalahkan, kenapa mas tidak mengambil contoh artis cantik yang diceraikan ?&lt;br /&gt;-   Contohnya siapa ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+  Banyak.&lt;br /&gt;-   Iya. Siapa ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+  Nggg....&lt;br /&gt;-   Kalau saya sih bisa menambah daftar lebih panjang.  Nicky Astria,  Lula Kamal,  Itje Tresnawati, Early –nama lengkapnya siapa saya lupa-  itu tuh yang digosipkan hamil oleh Ariel Peter Pan.  Hayo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+  Maksud saya gini lho mas. Semua kesimpulan itu sah-sah saja asal tidak menghakimi.&lt;br /&gt;-   Maksud mbak,  kesimpulan saya lemah karena saya menghakimi perempuan-perempuan cantik dan kebetulan anda ada di dalamnya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+  Ya bukan begitu.  Anda melakukan generalisasi tanpa melakukan wawancara dengan artis-artis itu kan ?&lt;br /&gt;-  Karena memang nggak ada gunanya.&lt;br /&gt;+   Pasti ada gunanya. Minimal untuk mencoba memahami bahwa tidak ada satu pun persoalan rumah tangga yang sama satu sama lain. Kalau itu dipahami, mas pasti tidak akan membuat generalisasi semacam ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aryo ingin bicara lebih lama. Tapi sambungan putus.  Suaranya sih Tamara banget. Tapi Aryo tidak yakin itu Tamara asli. Atau mungkinkah itu  Elma atau Nicky atau Lula atau......?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6470921-112722161562798750?l=arissimetris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arissimetris.blogspot.com/feeds/112722161562798750/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6470921&amp;postID=112722161562798750&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/112722161562798750'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/112722161562798750'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arissimetris.blogspot.com/2005/09/gugat-cerai-sepanjang-karir-aryo-baru.html' title=''/><author><name>Aris Simetris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00628685996901352704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6470921.post-112530677197168340</id><published>2005-08-29T16:07:00.000+07:00</published><updated>2005-08-29T16:12:52.536+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>ADA&lt;br /&gt;Pertanyaan  filsafat yang paling dasar berkaitan dengan eksistensi.  Apa yang membuat diri kita ‘ada’ ?    Rene Descartes punya rumusan terkenal :  cogito ergo sum. Aku berpikir maka aku ada.  Penjelasannya begini  -- maaf-maaf nih kalau agak-agak tidak  bener, maklum bukan lulusan filsafat--    apapun yang menyebabkan ‘aku’ ada bisa diragukan kesahihannya.  Karena itu satu-satunya tanda bahwa ‘aku’ ada adalah karena ‘aku’ berpikir.  Jika ‘aku’ berpikir tentang ‘aku’ atau tentang yang lain itu pertanda bahwa ‘aku’  ada.  Rumit ?   Ya memang.  Karena itu Aryo tidak masuk fakultas filsafat. Orang yang masuk filsafat cukup Oneng sajalah (sori Rike).&lt;br /&gt;Aryo merasa perlu membicarakan ada ini ketika di internet ramai membicarakan kematian Sha yang misterius.  Intinya,  seseorang yang mengaku bernama Sha itu sebenarnya ada atau tidak ?  Atau hanya sekadar orang iseng  --atau serius—yang memunculkan dan menciptakan tokoh Sha ?&lt;br /&gt;Cerita yang lebih sensasional terjadi pada diri Felicia, seorang mantan penyiar radio Delta-Jakarta,  bulan Juli 2005.  Cerita dimulai dari sebuah karakter bernama Bhima. Pengusaha ganteng berkantor di sebuah gedung di jalan sudirman Jakarta. Dia pendengar setia Radio Delta sekaligus ikut milis Idakrisnashow. Bhima sering mengirim makanan ke Radio Delta. Bahkan parfum. Pokoknya royal.  Pada tanggal 3 Juli tiba-tiba keanggotaan Bhima di milis  terblokir. Bhima protes.   Akhirnya telpon Bhima disambungkan dengan Wita  yang bertanggungjawab terhadap  milis itu.  Wita curiga ada yang tidak beres. Ia kemudian menghubungi Felicia , mantan penyiar Radio Delta yang pindah ke radio pemerintah. Dari komunikasi Wita dan Felicia ini terbongkarlah identitas Bhima.  Bhima adalah orang yang sama yang mengaku bernama Miguel di hadapan Felicia.    Si Miguel ini mampu membuat Felicia bersedia menikah meski tidak pernah bertemu (perkenalan dimulai sejak maret 2004 hingga setahun kemudian Miguel memberi cincin kawin !)  Yang mengagetkan: orang yang mengaku sebagai Bhima sekaligus Miguel ini adalah seorang perempuan berusia 64 bernama Sylvia Ethe  !    Kepada Felicia,  Miguel memerankan seorang laki-laki yang bijaksana, pintar dan penuh pengertian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di mata Felicia, Miguel  ‘ada’ sampai akhirnya samarannya terbongkar. Ada dan tidak ada di sini bukan urusan filsafat. Miguel menjadi ada karena otak Felicia merangkai berbagai informasi yang diberikan Sylvia mengenai karakter Miguel. Untuk menjadi ada, Miguel tidak harus berdiri secara riel di depan Felicia. Felicia menganggap Miguel ada meski tidak pernah bertemu. Berbagai informasi, mulai dari sms bertubi-tubi, kiriman hadiah, suara sampai cincin kawin,  terlalu kuat untuk dianggap bohong mengenai  keber-ada-an Miguel. Karena itulah bahkan Felicia bersedia diajak kawin.&lt;br /&gt;Oh Felicia.&lt;br /&gt;Aryo merenung. Dirinya adakah ?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6470921-112530677197168340?l=arissimetris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arissimetris.blogspot.com/feeds/112530677197168340/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6470921&amp;postID=112530677197168340&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/112530677197168340'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/112530677197168340'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arissimetris.blogspot.com/2005/08/ada-pertanyaan-filsafat-yang-paling.html' title=''/><author><name>Aris Simetris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00628685996901352704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6470921.post-112411149415793854</id><published>2005-08-15T20:07:00.000+07:00</published><updated>2005-08-15T20:11:35.723+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>MEMBERI&lt;br /&gt;Menjelang 17 Agustus. Ada baiknya kita bicara tentang ‘indonesia’.   Apalagi hari ini cukup bersejarah karena terjadi penandatangan nota kesepahaman antara RI dan GAM. Tapi apakah ini keberhasilan ?   Masih mungkinkah ini disebut keberhasilan jika kita memberi konsesi begitu besar pada GAM  (bayangkan,  GAM mendapatkan 70% dari hasil perekonomian Aceh) ?&lt;br /&gt;Jika ini bukan keberhasilan,  keberhasilan  apa yang bisa disebut  sepanjang 60 tahun Indonesia merdeka ? .  Jadi ingat karikatur Sukribo di KOMPAS  “60 tahun jadi negara merdeka, panjat pinang hadiahnya tetap saja ember !!!”&lt;br /&gt;Aryo duduk memandangi mic.  Alangkah enaknya jadi anak-anak.    Peringatan kemerdekaan tak lebih karnaval dengan kostum warna-warni. Tidak dipusingkan dengan naiknya harga minyak mentah, utang luar negeri, angka kriminalitas yang meningkat,  korupsi yang makin dimaklumi eksistensinya, atau apapun namanya.  Sampai sekarang pun masih ada karnaval. Masih ada lomba krupuk dan panjat pinangJadi, apa pedulinya sekarang ulang tahun yang ke 60, 45 atau 70  tahun.?  Di ulang tahun ke berapa pun lomba krupuk dan panjat pinang dijamin tetap ada.&lt;br /&gt;Aryo masih  memandangi mic. Jika dia diberi kesempatan untuk bicara  --sebagai satu-satunya kesempatan bicara tentang ‘indonesia’--  masalah apa yang ingin dia sampaikan ?   “Listeners,  masih ada nggak sih yang sedih ketika ada berita Pertamina rugi sekian trilyun akibat korupsi ?  Masih ada nggak yang trenyuh ketika  ada sebuah daerah yang selama 60 tahun sama sekali belum tersentuh pembangunan ? Masih ada nggak yang meneteskan air mata mendengar ada direktur BUMN menolak menerima mobil dinas dan memilih naik angkutan umum (atau justru mengatainya goblok) ?  Listeners, selama anda bisa mendengar siaran saya, saya anggap anda termasuk sebagian orang indonesia yang masih bisa menikmati sedikit kemewahan kelas menengah.  Saya mengajak anda semua untuk terlibat aktif dalam Gerakan Memberi Setiap Hari.   Anda mau menyisihkan Rp 500 perak,  boleh anda berikan pada pengamen jalanan.  Tolong jangan berpikir apakah pemberian itu berakibat positif atau negatif  pada si pengamen, memberi ya memberi. Kalau anda menolak memberi uang, berilah perhatian. Ajak si pengamen makan malam bersama di restoran, tanya mengenai keluarganya, kapan terakhir masuk sekolah. Setiap hari memberi. Kalau anda benar-benar ingin terlibat, tolong catat itu di agenda.  Hari ini memberi apa kepada siapa, besok memberi apa kepada siapa. Terserah kalau ada yang menganggap ini ide konyol. Persetan dengan idiom: berilah kail, jangan ikan.  Terserah anda mau memberi kail atau ikan. Dua-duanya berguna.  Listeners,   jangan gunakan rasio dalam memberi. Rasio hanya membuat Anda menunda memberi. Rasio punya banyak alasan untuk mencegah seseorang  memberi. Listeners..... selamat memberi. Merdeka !”&lt;br /&gt;Aryo menarik napas lega. Kata-katanya tadi adalah peresmian Gerakan Memberi Setiap Hari untuk dirinya sendiri.    Nanti sore dia menyisihkan uang Rp. 20.000 untuk mengganti kran air yang sudah rusak di musholla sebelah rumahnya.  Besoknya lagi mengumpulkan majalah-majalah bekas untuk taman bacaan di TPA Bantar Gebang. Besoknya lagi.....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6470921-112411149415793854?l=arissimetris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arissimetris.blogspot.com/feeds/112411149415793854/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6470921&amp;postID=112411149415793854&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/112411149415793854'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/112411149415793854'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arissimetris.blogspot.com/2005/08/memberi-menjelang-17-agustus.html' title=''/><author><name>Aris Simetris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00628685996901352704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6470921.post-112295349595022798</id><published>2005-08-02T10:17:00.000+07:00</published><updated>2005-08-02T10:31:35.956+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>MENUNDA&lt;br /&gt;Kekuatan negatif paling besar dari setiap orang adalah menunda. Setiap orang seakan dilahirkan dengan kutukan menjadi makhluk penunda.  Kita suka menunda berbagai hal. Sehingga bisa disederhanakan, orang yang sukses adalah orang yang berhasil mengatasi kutukannya itu.  Benar yang dikatakan Mario Teguh, semakin lama kita menunda semakin berat yang harus kita “cicil”  untuk sampai pada target tertentu. Paham ?  Maksudnya begini,  kalau kita punya target mengumpulkan uang Rp 100 juta tahun depan dengan asumsi bekerja mulai sekarang maka target kita tiap hari mengumpulkan uang Rp. 273.972. Bayangkan kalau kita mesti menunda pekerjaan hingga bulan depan, berarti tiap hari yang harus kita “cicil” menjadi 298.507. Lebih besar kan. Tapi pertanyaannya apakah hidup harus matematis seperti itu ?   Harus ! Buat orang yang anti-materialisme (ini sebenarnya terminologi yang aneh, tapi tak apa-apa lah untuk sementara dianggap sebagai paham yang  tidak mau mengaitkan semua perilakunya dengan pencapaian materi) pun, dia harus menghitung berapa waktu yang dia miliki setiap hari. Apakah waktu itu cukup untuk membuat kita merasa bermakna ?  Bagaimana bisa merasa bermakna kalau tidur saja kita perlu 8 jam sehari ?   Sebagai penulis, bagaimana bisa bermakna jika cerpen saja mesti diselesaikan lebih dari satu tahun ?&lt;br /&gt;“Listeners, saya baru saja melihat pak Ogah. Dia berdiri di tengah persimpangan jalan. Badannya kekar, pakaian cukup trendi, tampang lumayan lah dengan senyum cukup ramah.  Dia mengatur lalu lalang kendaraan yang sebenarnya sudah lancar. Bisa dianggap dia cari perhatian kalau dia berdiri di sana cuma satu kali saja, tapi ini tiap hari !  Selama 2 minggu saya melihat laki-laki ini tanpa absen. Luar biasa !  Luar biasa karena dia sangat konsisten. Tapi paradoksnya, dia juga luar biasa melakukan sesuatu dengan bergairah (minimal terlihat dari tampangnya yang selalu tersenyum) meski orang lain memandangnya sebagai pekerjaan yang tidak ada gunanya.  Ini ada kaitannya dengan tema ‘menunda’ karena menuru saya laki-laki tersebut menunda melakukan sesuatu yang lebih penting dengan melakukan sesuatu paling gampang yang bisa dia lakukan. Gampang karena dia tidak perlu berpikir. Nah, itu satu lagi yang dia tunda, berpikir mengenai pekerjaan yang bisa membuat dia bertambah baik setiap hari. Maaf kalau kata-kata saya terdengar terlalu merendahkan. Tapi, silakan kalau anda punya komentar berbeda. Terutama komentar yang menganggap bahwa yang dilakukan laki-laki itu cukup penting dan bermakna. Telpon aja kemari. Oke ????”&lt;br /&gt;Aryo memutar lagu. Alih-alih berpikir keras mengenai kemungkinan apa yang dilakukan laki-laki itu mengagumkan, Aryo mengangkat kaki di atas meja sambil mengunyah buah lengkeh.&lt;br /&gt;Lagu ke-6 terputar. Tapi telpon tidak berdering.&lt;br /&gt;Mmmmm..... apakah itu berarti apa yang dilakukan laki-laki itu tidak bermakna ?  Ups, mungkin kalimat yang lebih tepat, apakah itu menunjukkan  hampir semua orang sulit melihat makna yang terkandung dari pekerjaan laki-laki tersebut  ?   &lt;br /&gt;Tapi.... jangan-jangan apa yang dilakukan Aryo memikirkan penting-atau-tidak pekerjaan seseorang termasuk sejenis penundaan dari upaya berpikir yang lebih penting .... hehehe.....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6470921-112295349595022798?l=arissimetris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arissimetris.blogspot.com/feeds/112295349595022798/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6470921&amp;postID=112295349595022798&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/112295349595022798'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/112295349595022798'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arissimetris.blogspot.com/2005/08/menunda-kekuatan-negatif-paling-besar.html' title=''/><author><name>Aris Simetris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00628685996901352704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6470921.post-112260906117590488</id><published>2005-07-29T10:49:00.000+07:00</published><updated>2005-07-29T10:51:01.183+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>PERKAWINAN&lt;br /&gt;Aryo harus bicara tentang perkawinan. Produser memaksa acara pagi ini bertema perkawinan. Aryo bisa memaklumi. Setiap pilihan tema tidak lepas dari pengaruh situasi pribadi. Dalam hal ini produser. Berdasarkan gosip yang beredar, si produser sedang bermasalah dengan perkawinannya.  Tidak ada yang heboh seperti artis-artis. Menurut cerita yang beredar: si produser kesulitan mengatasi konflik di antara mereka berdua karena si istri punya penghasilan  jauh lebih besar dari si produser. Kok bisa ?   Ya pasti bisa. Kalau cuma perbedaan gaji saja pasti tidak bermasalah. Tapi kalau perbedaan ini merembet ke masalah lain,  bagaimana ?  Misalnya,  si produser jadi minder dan ini berpengaruh pada “prestasi”-nya di tempat tidur ?&lt;br /&gt;“Listeners, tidak aneh dong kalau pagi ini saya mau ngomongin soal perkawinan. Perkawinan ada di mana-mana. Perkawinan terjadi dimana-mana. Orang yang memilih kawin jauh-jauh lebih banyak dari orang yang memilih hidup sendirian. Ratusan buku ditulis mengenai perkawinan. Ratusan film menyinggung soal perkawinan. Tapi toh tetap saja tidak ada kesepakatan pendapat mengenai makna perkawinan. Seakan-akan perkawinan adalah sebuah hutan yang tidak bisa digambarkan situasinya selain masuk ke dalamnya. Begitu masuk, itu tergantung pada banyak hal untuk tetap bisa bertahan di dalamnya dan menikmatinya. Listeners, beri pendapat anda tentang perkawinan  Saya tidak peduli ini menambah ramai lalu-lintas makna perkawinan. Saya tidak peduli ini menambah bingung orang yang sedang mencari makna tentang perkawinan.  Saya pribadi adalah pendukung prinspi  bahwa perkawinan tidak boleh gagal, apapun kondisinya.  Bagi yang tidak setuju dengan prinsip ini, jangan telpon ke mari !!    Kali ini forum ini bukan untuk anda.  Bagi yang setuju dengan prinsip ini, saya tunggu komentar anda tentang kenapa perkawinan tidak boleh gagal........”&lt;br /&gt;Aryo pura-pura tidak melihat.  Tapi instingnya tahu si produser sedang memperhatikan dirinya.  Tidak ada yang bisa menebak apa yang berkecamuk dalam hatinya. Mungkin dia berharap mendapatkan komentar yang “ajaib” agar   dia sedikit lebih tenang. Mungkin juga dia penasaran kenapa Aryo bisa punya pendapat yang begitu kolot (bahwa perkawinan tidak boleh gagal) di antara tingkah dan pemikirannya yang cenderung liberal.&lt;br /&gt;Telpon berdering. Komentar pertama datang dari seorang pria yang tidak mau menyebutkan namanya. Umurnya 35 dan dia pengantin baru.&lt;br /&gt;“Perkawinan nggak sekadar persoalan manajemen. Artinya, nggak sekadar mengatur bagaimana caranya dua orang manusia bisa hidup berdampingan sebagai satu tim meski banyak perbedaan. Perkawinan menurut saya adalah persoalan spiritual.. Saya sampai pada kesimpulan itu semata-mata karena pertimbangan praktis. Saya merasa kita  --sebagai manusia—mempunyai keterbatasan untuk bisa mengatur hal yang paling berat seperti perkawinan  itu semata-mata dengan pertimbangan duniawi.  Kita harus menariknya menjadi persoalan akhirat sehingga sebagian besar keputusan  memasuki perkawinan dan memilih pasangan adalah campur tangan Tuhan. Kita bisa yakin dengan perkawinan kita jika kita sampai pada taraf ‘pasangan saya adalah pilihan Tuhan untuk saya’ sehingga tidak ada alasan untuk menolak pilihan Tuhan itu di “tengah jalan”. Dengan kata lain, perkawinan tidak boleh gagal.  Menggagalkan perkawinan sama saja dengan tidak percaya dengan pilihan Tuhan. Dengan percaya pasangan kita adalah pilihan Tuhan, kita seharusnya tidak perlu khawatir dengan kondisi kita –atau pasangan kita--  5 tahun kedepan, 10 tahun kedepan, 20 tahun ke depan atau 30 tahun ke depan.  Ini penting karena manusia berubah tidak dalam hitungan tahun, tapi jam.  Cinta tidak hilang dalam hitungan tahun, tapi menit.  Saat ini bilang ‘cinta’,  10 menit kemudian kita sudah menemukan obyek lain yang ‘layak dicintai’......”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aryo mendengarkan dengan serius. Dengan ekor matanya, ia melirik si produser. Dahinya berkerut. Mungkin dia sedang berpikir keras mencerna komentar laki-laki ini. Atau mungkin juga dia sedang mengingat-ingat apakah istrinya ini dulunya dia anggap sebagai pilihan Tuhan ?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6470921-112260906117590488?l=arissimetris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arissimetris.blogspot.com/feeds/112260906117590488/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6470921&amp;postID=112260906117590488&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/112260906117590488'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/112260906117590488'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arissimetris.blogspot.com/2005/07/perkawinan-aryo-harus-bicara-tentang.html' title=''/><author><name>Aris Simetris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00628685996901352704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6470921.post-111985957226216548</id><published>2005-06-27T15:03:00.000+07:00</published><updated>2005-06-27T15:06:12.280+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>KANADA&lt;br /&gt;Sudah pernah nonton Bowling for Columbine ?   Itu film buatan Michael Moore yang terkenal dengan dokumenternya Fahrenheit 9/11.   Bowling for Columbine bercerita tentang pemilikan senjata api. Michael Moore membandingkan antara Amerika Serikat dan Kanada.  Penduduk Kanada memiliki senjata api yang hampir sama banyaknya dengan yang dimiliki penduduk AS. Tapi mengapa angka pembunuhan senjata api di Kanada hampir nol ?  Seorang warga Kanada bahkan mengatakan seingatnya ada orang menembak orang lain di Kanada sekitar 10 tahun lalu. Itu pun yang menembak adalah orang Idaho, AS !&lt;br /&gt;Apakah itu menunjukkan Kanada sebagai negara aman ?&lt;br /&gt;Michael membuktikan omongan orang bahwa orang Kanada jarang mengunci pintu rumahnya. Dengan acak dia membuka pintu-pintu rumah di Kanada. Ternyata benar. Tidak ada satu pun pintu yang terkunci. Bahkan orang-orang yang di dalam rumah pun tidak marah ketika ada yang nyelonong masuk.&lt;br /&gt;Aryo jadi ingat tayangan Just for Laugh. Tayangan tentang keusilan-keusilan yang mengundang tawa. Ada orang berpura-pura jadi orang jompo minta diantarkan menyeberang. Orang jompo ini berkali-kali berubah pikiran sehingga mesti diseberangkan bolak-balik beberapa kali. Dan orang yang dimintai tolong dengan sukarela menolong. Ketika mengetahui dia “dikerjain”,  dia hanya meringis dan tertawa. Ah, betapa mengharukan. Seakan-akan Kanada adalah sebuah negara yang tanpa kemarahan. Aman damai dengan angka kriminalitas mendekati nol.&lt;br /&gt;Aryo jadi ingat  skripsinya dulu juga  berhubungan dengan Kanada.  Judulnya cukup keren: “Hubungan AS-Kanada tahun 1984 – 1989”  Sebuah masa dimana Amerika Serikat dipimpin Ronald Reagan, seorang republik yang sangat concern dengan masalah keamanan nasional.  Kanada tidak pernah takut dengan negara tetangganya (yaitu AS). Beda dengan AS yang seakan-akan secara psikologis harus terus mengawasi “halaman belakangnya”  yang berbatasan langsung dengan Meksiko.&lt;br /&gt;“Listeners, pernah nggak sih kita bayangkan Jakarta ini seperti Ottawa ?  Orang-orang tidak pernah mengunci pintu rumah dan  tidur tenang.  Jika ada 2 mobil tabrakan, 2 orang pengemudinya turun, jabat tangan  sambil saling tersenyum kemudian memberitahu alamat asuransinya. Kita bebas berjalan kaki di pelosok manapun di jam berapa pun. Listeners, saya cuma ingin anda membayangkan. Siapa tahu ini bisa sedikit membuat anda melupakan realitas yang ada di Jakarta....”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6470921-111985957226216548?l=arissimetris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arissimetris.blogspot.com/feeds/111985957226216548/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6470921&amp;postID=111985957226216548&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/111985957226216548'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/111985957226216548'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arissimetris.blogspot.com/2005/06/kanada-sudah-pernah-nonton-bowling-for.html' title=''/><author><name>Aris Simetris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00628685996901352704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6470921.post-111953100798840601</id><published>2005-06-23T19:47:00.000+07:00</published><updated>2005-06-23T19:50:07.993+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>IDOLA&lt;br /&gt;Aryo kedatangan tamu. Seorang tukang masak.  Dari caranya bicara, Aryo yakin si tukang masak ini punya pandangan positif dan sangat ingin maju.  Dia mempunyai restoran eksklusif di bilangan Kemang.  Menurut penuturannya, di restorannya ini sama sekali tidak ada menu. Lho ?   Ya memang begitu. Tamu datang langsung disambutnya secara personal.  Si Tukang Masak kemudian mengajaknya bicara  santai. Sambil ngobrol, Si Tukang Masak mencatat kepribadian tamu sekaligus merancang menu untuk fine dining. Sebuah jamuan fine dining minimal terdiri dari 7 item. Satu orang tamu mempunyai satu menu spesial yang khusus untuk dia.  Begitu dihidangkan,  catatan resep masakan ini langsung dimusnahkan.&lt;br /&gt;Mmm... Jadi pingin mencoba.&lt;br /&gt;Si Tukang Masak cerita bahwa sebagai tukang masak dia mengidolakan Bondan Winarno. Menurut dia, Bondan Winarno sangat paham tentang dunia kuliner. Dia menaruh hormat yang mendalam pada Bondan. Oya ?  Aryo juga mengagumi Bondan Winarno. Tapi untuk sisi yang berbeda.&lt;br /&gt;Waktu SMA, Aryo sangat mengagumi Bondan. Di mata Aryo, Bondan adalah orang yang berhasil dalam banyak bidang. Berhasil sebagai cerpenis. Berhasil sebagai esais. Berhasil sebagai pebisnis.  Dan, yang paling penting, berhasil sebagai turis :)    Betapa kagumnya Aryo saat itu  mendengar kisah Bondan  bisa menghabiskan satu paspor dalam setahun karena kelewat seringnya bepergian ke luar negeri. Alangkah hebatnya.&lt;br /&gt;Dan kini...&lt;br /&gt;Aryo tetap menganggap Bondan Winarno sebagai orang  hebat.&lt;br /&gt;Si Tukang Masak yang mengidolakan Bondan Winarno menjadi orang hebat yang mempunyai restoran sendiri.&lt;br /&gt;Aryo,  yang notabene juga mengidolakan Bondan Winarno,  hanya seorang penyiar radio yang punya bayaran 40 ribu per jam.&lt;br /&gt;Tapi Aryo yakin....mengidolakan seseorang bukanlah pekerjaan sia-sia. Minimal, terbukti Aryo mampu menulis blog ini dalam waktu 3 menit sebagaimana Bondan Winarno mampu menulis cerpen dalam 10 menit :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6470921-111953100798840601?l=arissimetris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arissimetris.blogspot.com/feeds/111953100798840601/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6470921&amp;postID=111953100798840601&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/111953100798840601'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/111953100798840601'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arissimetris.blogspot.com/2005/06/idola-aryo-kedatangan-tamu.html' title=''/><author><name>Aris Simetris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00628685996901352704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6470921.post-111891820497099197</id><published>2005-06-16T17:33:00.000+07:00</published><updated>2005-06-16T17:36:44.976+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>THE APPRENTICE&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa hebatnya Donald Trump ?    Jangan melihat berapa banyak kekayaan yang dimiliki, tapi tontonlah The Apprentice.  Mohon maaf kalau ada yang  alergi dengan reality show, Aryo akan  mendata beberapa  kelebihan  reality show ini.&lt;br /&gt;Pertama,  reality show ini menempatkan   Donald Trump sebagai sosok yang begitu luar biasa dalam mengambil keputusan. Semua keputusan Trump tampak rasional dan brilian.  Dia bisa menangkap detil sekaligus melihat celah. Intuisinya begitu kuat disertai kemampuan kontrol diri yang hebat.  Trump akan selalu mengatakan “You’re fired”.  Keputusan yang menyakitkan tapi selalu bisa dimengerti.&lt;br /&gt;Kedua, reality show ini mengambarkan Amerika Serikat sebagai negara yang sangat kondusif terhadap bisnis dan kesuksesan orang. Siapa yang ingin maju pasti menemukan jalan. Apapun bisnis anda, jangan kuatir dengan pungli, penipuan dan korupsi. Bahkan seorang penarik becak (pedicab) di New York bisa mendatangi biro iklan untuk melakukan pembicaraan tentang  pemasangan iklan di badan becak.&lt;br /&gt;Ketiga, reality show ini dengan manis menyebarkan meme (masih ingat tentang meme kan ?) bahwa bisnis itu indah.  Kompetisi adalah anak kandung  kapitalisme. Kompetisi selalu melahirkan pemenang dan pecundang. Tapi proses ini juga bisa menghasilkan sesuatu yang indah: sportivitas dan persahabatan. Di musim pertama, persahabatan Troy dan Kwame bisa menjadi contoh. Troy adalah karakter yang ambisius, pintar (meski hanya lulusan sma) tapi tulus. Dia selalu menyebut dirinya sebagai anak kampung dari Idaho.  Kwame, dokter dari Harvard jurusan bisnis.   kulit hitam, tenang, pintar, sangat teoritis dan rendah hati.  Ketika akhirnya Troy yang dipilih untuk dipecat, Troy menyambutnya dengan senyum. Keduanya berpelukan. Keduanya saling mendukung kesuksesan masing-masing.  Trump pun merasa berat melakukan itu, tapi harus dilakukan.  Siapa yang tidak tersentuh dengan adegan ini.&lt;br /&gt;Aryo merenung.&lt;br /&gt;Bisnis pada dasarnya bersifat lugas. Bisnis berorientasi pada mencari uang sebanyak-banyaknya.  Nah, lewat the apprentice seakan Trump ingin ngomong: “nggak ada yang salah dengan prinsip mencari uang sebanyak-banyaknya.  lihat tuh, orang-orang tidak kehilangan kualitas kemanusiaannya. Mereka berteman, mereka sportif dan bisa sedih juga melihat ketidakberhasilan orang lain.”&lt;br /&gt;Sementara, di sini.  Terlihat sifat mendua dimana-mana. Orang dengan gampang akan mengkiritik: “jangan cuma mikirin duit dong. Hidup ini kan nggak cuma soal duit.”  Benar. Aryo setuju. Tapi kok.... korupsi tetap banyak ya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6470921-111891820497099197?l=arissimetris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arissimetris.blogspot.com/feeds/111891820497099197/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6470921&amp;postID=111891820497099197&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/111891820497099197'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/111891820497099197'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arissimetris.blogspot.com/2005/06/apprentice-apa-hebatnya-donald-trump.html' title=''/><author><name>Aris Simetris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00628685996901352704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6470921.post-111759766419304148</id><published>2005-06-01T10:45:00.000+07:00</published><updated>2005-06-01T10:47:44.196+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>MEME&lt;br /&gt;Pernah dengar kata Meme ?  Kalau belum pernah, jangan kuatir, Aryo pun tidak  pernah mendengar kata Meme sampai akhirnya membaca buku Virus Akalbudi. Meme pengertiannya adalah segala penggandaan ide.  Manusia menyebarkan dirinya lewat gen-gen.  Terjadi penggandaan gen hingga jadi kita seperti sekarang ini. Bisa jadi  --berdasarkan penelitian biomedis--  manusia yang sekarang ini berasal dari satu gen tunggal yang diperkirakan hidup  sekitar 150.000 tahun lalu.  Kira-kira di masa itulah Adam-Hawa hidup kalau kita mau mencocokkan kitab suci dan sains. Gen melakukan penggandaan diri, begitu juga meme. Contohnya?    Keberadaan Tuhan. Ide bahwa di alam semesta yang begitu luas ini ada Tuhan –tidak bisa dimungkiri—adalah sebuah meme. Lepas dari kenyataan sekarang banyak orang ateis,  meme tentang keberadaan Tuhan hidup dalam sekian milyar manusia dalam sekian generasi (Karen Armstrong menulis tentang sejarah Tuhan).&lt;br /&gt;Bahkan ada beberapa contoh meme yang tampak nyata-nyata berasal dari jaman ribuan tahun lalu tapi masih hidup sampai sekarang meski tidak sesuai lagi dengan situasi kita. Contoh:  rasa takut pada macan.  Di jaman batu, manusia berburu. Dari pengalaman mereka membuktikan bahwa macan berbahaya. Macan bisa mengancam keselamatan mereka. Tapi kita di jaman modern tetap takut pada macan meski kita sama sekali tidak pernah bersentuhan dengan macan atau sama sekali belum mendengar cerita mengenai keganasan macan.  Sehingga, sebagian dari rasa takut kita adalah meme yang merupakan peninggalan nenek moyang kita ribuan tahun lalu. Tapi, kabar baiknya, meme bisa diprogram.&lt;br /&gt;Kita hidup dikeliling ribuan meme. Meme tentang hidup yang benar di masyarakat, meme tentang arti hiburan di televisi, meme tentang arti sukses, dan lain-lain. Menarik sekali tawaran buku Virus Akalbudi:  jangan sekadar menjadi pengikut meme, tapi pencipta meme. Ciptakanlah meme-meme. Karena itu Aryo tertarik untuk menyebarkan meme bahwa mendengarkan radio punya andil yang cukup besar terhadap intelektualitas seseorang (dengan begitu, akan makin banyak yang mendengarkan siaran Aryo).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6470921-111759766419304148?l=arissimetris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arissimetris.blogspot.com/feeds/111759766419304148/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6470921&amp;postID=111759766419304148&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/111759766419304148'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/111759766419304148'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arissimetris.blogspot.com/2005/06/meme-pernah-dengar-kata-meme-kalau.html' title=''/><author><name>Aris Simetris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00628685996901352704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6470921.post-111405457004401370</id><published>2005-04-21T10:25:00.000+07:00</published><updated>2005-04-21T10:36:10.046+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>LADY  DI&lt;br /&gt;Ada kelakar yang umum di tahun 1980 an.  Ketika ditanya kenapa tak kunjung menemukan calon istri, seseorang mengatakan, “saya sih nggak cari yang muluk-muluk kok, ya minimal kayak Lady Diana”.  Kelakar yang lucu karena ada paradoks di dalamnya.  Tidak berkeinginan muluk tapi menginginkan wanita secantik Lady Di. Lucu. Laki-laki boleh sepakat bahwa Lady Di cantik. Tapi toh dia bisa didepak oleh Pangeran Charles, dan lebih memilih seorang wanita yang sudah keriput: Camila Parker Bowles.&lt;br /&gt;Cerita tentang percintaan Charles-Camilla ini dikemas dengan cukup menarik dalam Princess Camilla: Winner Takes All. &lt;br /&gt;Sepanjang  1 jam dokumenter, pemirsa digiring untuk sampai pada titik ketidakmengertian kenapa Charles lebih memilih Camilla ketimbang Lady Di. Dalam kata-kata penuturnya, Bahkan seorang model top dunia pun merasa minder bila dibandingkan dengan sosok Lady Di,  tapi justru sosok seperti ini yang tidak menarik minat Charles. Sempat disebut dalam  dokumenter ini:  itulah bukti cinta itu buta. Sebuah idiom yang berumur ribuan tahun. Tapi kita merasakan kebenaranannya  hanya pada momen-momen tertentu ketika ada kejadian khusus semacam Charles-Camila ini.&lt;br /&gt;“Listeners, selamat pagi, pernahkah kita merenung hubungan antara wajah dan cinta? Wajah adalah totalitas yang mewakili identitas seseorang. Kita mencintai seseorang melalui wajahnya lebih dulu. Bukan sekadar karena wajah itu indah atau tidak indah, tapi karena wajah itu mewakili identitas seseorang yang kita cintai secara khusus. Bagi pangeran Charles,  wajah Lady Di dan Camilla cuma mewakili identitas. Tapi bagi orang orang wajah Lady Di dan Camila mewakili perbandingan kecantikan. Lady Di  jauh lebih cantik dari Camilla.  Karena itu pilihan pada Camila hanya mengarah pada kesimpulan tentang irasionalitas si Charles. Tapi bagi Charles, kualitas  (cantik-jelek menurut ukuran umum) tidak ada hubungannya dengan cinta. Dia mencintai Camilla yang kebetulan diwakili oleh wajah yang keriput dan tidak menarik.”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6470921-111405457004401370?l=arissimetris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arissimetris.blogspot.com/feeds/111405457004401370/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6470921&amp;postID=111405457004401370&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/111405457004401370'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/111405457004401370'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arissimetris.blogspot.com/2005/04/lady-di-ada-kelakar-yang-umum-di-tahun.html' title=''/><author><name>Aris Simetris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00628685996901352704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6470921.post-111260273561304060</id><published>2005-04-04T15:08:00.000+07:00</published><updated>2005-04-04T15:18:55.616+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>SALING&lt;br /&gt;Aryo ingat sekali waktu sma pernah punya motto: hidup cuma sekadar saling mengomentari kelemahan orang lain.  Si A mengomentari betapa malasnya Si B. Sementara Si B memandang sinis si A yang menurut dia terlalu ambisius. Itu yang menjadi pertanyaan sekarang. Bisakah seseorang menjadi objektif ?&lt;br /&gt;“Listeners, hidup di abad 21 tak lebih dari gemuruh opini yang berlintasan di berbagai media. Tak hanya di radio, tv atau koran.  Opini yang berlimpah bisa anda temukan di internet. Anda bisa menemukan wrbsite Roy Suryo Watch.  Semua opini difokuskan untuk menyelidiki kelemahan-kelemahan Roy Suryo sehingga kesimpulannya berujung pada Roy Suryo tak lebih pakar gadungan. Bukan maksud saya untuk mencermati ini sebagai kebenaran atau tidak. Tapi... ya itulah !  Hidup sekadar saling berkomentar tentang orang lain.  Nah... sebenernya... bisa nggak sih kita objektif ?   Terus terang,  saya pribadi nggak bisa. Kalau diminta ngasih komentar tentang siapa penyiar radio yang paling hebat. Saya bilang nggak ada. Rico Ceper ..mmm... cukup lucu lah. Tapi suara dan kata-kata dia tak lebih mengisi kesunyian ketika kita nyetir. Setelah parkir, suara dan kata-kata itu tak berbekas.  Putri Suhendra dari Female ?   Dia lumayan inspiritatif. Berusaha cukup keras untuk menampilkan tema-tema yang variatif.  Tapi kalau disuruh mengingat kata-kata apa dari dia yang paling diingat. Saya bilang ngga ada.  Nah,  saya juga yakin kok,  penyiar radio lain juga punya opini tentang saya. Sejauh ini belum ada yang menyampaikan opini negatif langsung ke saya .. hehehe....  So, listeners, mari kita berkutat dengan pertanyaan: bisakah kita objektif ?    Opini apapun langsung saja kamu sampaikan ke 0811.......    “&lt;br /&gt;Aryo memutar lagu.  Pandangannya mengarah luar ruang siaran. Beberapa orang bersliweran. Dengan cepat Aryo bisa berkomentar dengan orang-orang ini. Dan kebanyakan komentar  negatif. Kenapa kita begitu otomatis untuk memberikan opini yang negatif ?&lt;br /&gt;Telpon berdering.&lt;br /&gt;Seorang pendengar mengaku bernama Donna.&lt;br /&gt;“Gue juga ngerasa nggak bisa obyektip.  Gue adalah penulis skenario. Gue seringkali marah-marah sendirian kalau ngeliat penulis-penulis macam begini yang bisa kaya.  Bayangin, mereka bisa nulis skenario satu episode dalam satu hari !  Gue termasuk bisa nulis cepat, tapi nggak bisalah satu hari satu episode.  Tapi kenyataannya ada penulis-penulis yang bisa. Sebulan dia bisa ngasilin 10 episode. Gile nggak.  Kalo satu episode  dibayar 5 juta. Minimal sebulan dia dapat 50 jeti bo. Gue bukan ngiri dia dapet segitu, atau ngiri dia udah pake BMW. Tapi janganlah media terlalu ngebesar-besarin seakan dia penulis skenario yang paling berjasa buat persinetronan indonesia.”&lt;br /&gt;“terus poin kamu sebenarnya apa ?”&lt;br /&gt;“Gue cuma mau bilang. Gue mungkin nggak objektif. Tapi media jangan ikut-ikutan nggak objektif dong. Seharusnya udah jelas kelihatan mana penulis yang mentingin kualitas dan mana yang cuma mau duitnya aja.”&lt;br /&gt;“Oke. Makasih atas masukannya. Yang jelas kamu juga bagian dari bukti bahwa hidup memang cuma sekadar saling mengomentari. hehehe....”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6470921-111260273561304060?l=arissimetris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arissimetris.blogspot.com/feeds/111260273561304060/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6470921&amp;postID=111260273561304060&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/111260273561304060'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/111260273561304060'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arissimetris.blogspot.com/2005/04/saling-aryo-ingat-sekali-waktu-sma.html' title=''/><author><name>Aris Simetris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00628685996901352704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6470921.post-111200443042380151</id><published>2005-03-28T17:04:00.000+07:00</published><updated>2005-03-28T17:07:10.426+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>KOMEDI&lt;br /&gt;Apa yang dimaksud lucu ?  Pertanyaan ini muncul ketika Aryo  tiba-tiba ia merasa tidak gampang tertawa.  Saat  teman-teman lain tertawa melihat sebuah tontonan di tv, Aryo memandangi layar kacar sambil otak  berputar mencoba menemukan apa yang lucu.  Seseorang menabrak tangga dan membuat orang lain jatuh, apakah itu lucu ?   Bagi Aryo ini tidak lucu lagi karena begitu  seringnya  adegan ini muncul  di sinetron komedi kita. Tapi mungkin bisa  jadi lucu kalau sedikit diubah menjadi umpamanya:   Seseorang membaca buku dengan topik takdir. Orang tersebut  berjalan sambil membaca  dengan keras bahwa segala sesuatu di dunia ini sudah diatur oleh yang Di Atas. Tanpa  sengaja dia menabrak tangga dan orang di atas menimpa dirinya. Sesuatu yang di Atas itu telah menimpah dirinya !&lt;br /&gt;Aryo berpikir itu seharusnya itu bisa lucu karena mengandung ironi. Ada  kata “Yang Di Atas”  yang sekaligus mengandung pengertian konotatif dan denotatif.&lt;br /&gt;Seorang psikolog,  Patricia Keith Spiegel,  mencatat setidaknya ada 8 teori yang bisa menjelaskan kenapa kita tertawa.&lt;br /&gt;1. Surprise   2.  Superiority   3. Biological   4. Incongruity  5. Ambivalence  6. Release   7. Configurational   8.  Psychoanalytical.&lt;br /&gt;Sori tidak bisa menjelaskan kedelapan itu satu per satu.  (&lt;em&gt;bagi yang yang ingin tahu lebih detail mendingan gue pinjemin aja bukunya&lt;/em&gt;.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aryo ingin menggarisbawahi satu satu saja di antara ke delapan itu, yaitu Surprise. Lucu mutlak mengandung unsur surprise.  Kita merasa lucu karena ada unsur yang tidak terduga dari sebuah kejadian. Katakan begini, kita tertawa ketika melihat teman kita sedang tertidur di bangku bandara.  Kita tidak pernah melihat dia tidur sebelumnya. Dan, ketika untuk pertama kalinya kita melihat ekspresi dia tidur yang tidak pernah kita lihat sebelumnya, kita merasa lucu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tentu saja, selalu ada kekecualian untuk setiap teori.  Dan kekecualian ini terjadi pada Srimulat.  Meski sudah tak terhitung berapa kali  -- mulai dari Timbul, Tarsan sampai Tessi bergaya tidak sengaja mencolok mata sendiri--  tapi tetap saja setiak kali adegan ini diulang selalu menimbulkan kelucuan.&lt;br /&gt;Tapi ingat, Srimulat adalah pelawak panggung. Lawakan itu bisa berhasil di panggung, tapi tidak bisa terus-terusan diterapkan di televisi. Mau tidak mau, para seniman harus mengakui idiom yang terkenal bahwa repetisi adalah sebuah dosa besar bagi penciptaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus diakui,   komedi memenuhi hari-hari kita. Pagi-pagi radio  berlomba membuat orang ketawa dengan bicara ngalor-ngidul dan membanyol kesana kemari. Sebagian bisa membuat tersenyum karena lucu, sebagian membuat meringis karena gurauan yang sama sekali tidak lucu.  Koran pagi di sana sini memberitakan fakta menyedihkan tapi kalau dipikir dengan rileks mungkin bisa menjadi sesuatu yang lucu. Televisi pagi-pagi sudah menyiarkan siaran ulang film-film komedi.  Entah si Warkop Dono Kasino Indro (yang masih sakti mencetak rating) hingga  Parto dan Jojon .&lt;br /&gt;Di kantor bertemu dengan teman-teman yang sesekali berhaha hihi. Situasi komedi sesekali muncul.  Dan ketika Aryo siaran, selalu saja  ada  komentar pendengar yang membuat Aryo tertawa segar.   Situasi komedi muncul silih berganti. Tapi  Aryo tetap merasa:  Ada begitu banyak  orang di luar sana mencoba menjadi pelawak dan sebagian besar gagal !  Karena itu Aryo sulit tertawa......&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6470921-111200443042380151?l=arissimetris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arissimetris.blogspot.com/feeds/111200443042380151/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6470921&amp;postID=111200443042380151&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/111200443042380151'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/111200443042380151'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arissimetris.blogspot.com/2005/03/komedi-apa-yang-dimaksud-lucu.html' title=''/><author><name>Aris Simetris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00628685996901352704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6470921.post-110982340528658810</id><published>2005-03-03T11:12:00.000+07:00</published><updated>2005-03-03T11:16:45.290+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>“D”&lt;br /&gt;Sudah lama tidak bermain huruf.  Huruf D sudah lama menunggu. Kata apa ya ?  Mmm...DIAM.  Makna sebenarnya nanti dicek lagi di kamus.  Berdasarkan pengertian umum, diam bermakna tidak melakukan apa-apa. Dalam pengertian sehari-hari, kata diam cukup kontekstual. Tidak selalu bermakna negatif. Tetapi juga tidak serta-merta bermakna positif.  Coba perhatikan kalimat ini “Bejah ternyata menikah diam-diam”  dan “Terpidana bom Bali, Utomo Pamungkas alias Mubarok, melakukan aksi diam dalam sidang Abu Bakar Ba'asyir yang digelar Kamis.”&lt;br /&gt;Dalam kalimat terakhir kata diam ternyata bisa menjadi bentuk perlawanan. Diam tidak lagi berbuat apa-apa. Diam menjadi bagian sebuah perbuatan. Diam bagian dari berbuat sesuatu. Kalau orang sok berfilsafat mungkin bisa bilang “antara bertindak dan tidak bertindak, bukankah  tidak bertindak termasuk bertindak juga ?”   Rumit ?  Filsafat dan permainan kata seringkali tidak bisa dibedakan. Seperti “tidak berpikir pun sebenarnya adalah berpikir.”&lt;br /&gt;Lupakan dulu filsafat atau permainan kata. Kita coba mengeksplorasi kemungkinan positif dari diam. Ketika seseorang membutuhkan ketenangan, diam mutlak dibutuhkan. Dalam pelajaran meditasi yang diajarkan Luh Ketut Suryani, seseorang yang baru belajar meditasi harus berusaha diam 100%. Tidak ada gerakan sedikit pun kecuali bernapas. Bahkan ketika nyamuk menggigit dan gatal, usahakan jangan bergerak (“gatal tidak akan membuat kita mati” begitu kata Bu Luh).  Alasannya, dalam raga yang 100% statis diharapkan akan muncul keheningan.&lt;br /&gt;Aryo pernah mencoba ini dalam lama-lama ia setuju. Mungkin ada penjelasan ilmiah. Aryo mencoba berspekulasi: dengan tidak adanya  gerakan sama sekali, otak pun akan istirahat total karena sama sekali tidak memproses perintah atau pikiran apapun. Dari situ baru muncul keheningan.&lt;br /&gt;Ini kemungkinan pertama dari bentuk positif diam. Yang kedua, diam dibutuhkan ketika arus begitu beracun dan menyesatkan. Dalam kondisi sosial  negeri ini sekarang ini, diam adalah kebajikan. Diam berarti tidak ikut korupsi.  Diam berarti tidak ikut-ikutan memaksa meminta bagian komisi. Diam berarti tidak terseret arus ingin cepat kaya. Diam adalah batu besar di tengah sungai.  Posisi dan kondisinya tidak memungkinkan batu bersahabat dengan sungai. Ia terus didesak. Ia terus digerus. Sedikti demi sedikit ia pasti tergores dan luka. Tapi tetap SIKAP di atas segala-galanya.&lt;br /&gt;Kesimpulan Aryo, diam memang berbuat sesuatu. Tanpa peduli ini termasuk filsafat atau permainan kata.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6470921-110982340528658810?l=arissimetris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arissimetris.blogspot.com/feeds/110982340528658810/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6470921&amp;postID=110982340528658810&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/110982340528658810'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/110982340528658810'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arissimetris.blogspot.com/2005/03/d-sudah-lama-tidak-bermain-huruf.html' title=''/><author><name>Aris Simetris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00628685996901352704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6470921.post-110956724861273938</id><published>2005-02-28T12:03:00.000+07:00</published><updated>2005-02-28T12:07:28.613+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>SHALL WE DANCE&lt;br /&gt;Sebuah ketidaksengajaan yang menyenangkan. Aryo berniat nonton Constantine tapi karena jam pertunjukan sudah terlewat, ia  menonton Shall We Dance. Tidak menyangka, Aryo menemukan kegairahan baru.  Setelah sekian lama, akhirnya muncul lagi film hollywood semacam Sleepless In Seattle: sederhana, lucu, mengharukan dan sama sekali tidak mengekspos seks. Seperti halnya Sleepless in Seattle, Shall We Dance sepanjang pertunjukan tidak ada adegan ciuman.  Penonton sama sekal tidak diberi ruang untuk berprasangka John  Clark(Richard Gere) tertarik atau berselingkuh dengan Paulina (Jennifer Lopez).  Richard menjadi sosok yang sangat sopan, biasa dan begitu lurus. Sepanjang perkawinan lebih dari 10 tahun, ia masih merasa istrinya sebagai sumber kebahagiaan.  Dan, penonton diajak melihat istrinya,  Beverly  (Susan Sarandon) yang meskipun mungkin waktu muda cantik tapi sekarang  terlihat jelas proses penuaannya.&lt;br /&gt;Film bagaimana pun adalah impian. Menjadi tugas film untuk membuat impian itu menjadi realistis mungkin. Sosok John yang lurus meski punya pesona kuat (Richard Gere gitu lo) terkesan sangat riel. Cerita yang berakhir happy ending juga terkesan riel. Karena riel itulah film ini jadi mengharukan.&lt;br /&gt;Satu-satunya ‘dosa’ John  adalah merahasiakan aktivitasnya mengikuti kursus dansa. Di akhir cerita, John mengungkapkan alasannya   merahasiakan aktivitasnya itu.&lt;br /&gt; “Aku merasa bahagia karena kamu sekian lama merasa sangat bahagia bersamaku. Aku...tidak bisa memaafkan diriku ... jika kamu sampai tahu  ada secuil ruang hatiku yang merasa tidak  bahagia.  Karena itu aku merahasiakannnya.”&lt;br /&gt;John mengisi secuil ruang kosong itu dengan belajar dansa.  Ia menemukan kegairahan. Ia mendapatkan kebahagian yang komplit. Dan, ia tetap menganggap istrinya sebagai sumber kebahagian.  Impian sekali !!!   Tapi yang penting:  penonton percaya dan pulang dengan bahagia juga.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6470921-110956724861273938?l=arissimetris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arissimetris.blogspot.com/feeds/110956724861273938/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6470921&amp;postID=110956724861273938&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/110956724861273938'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/110956724861273938'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arissimetris.blogspot.com/2005/02/shall-we-dance-sebuah-ketidaksengajaan.html' title=''/><author><name>Aris Simetris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00628685996901352704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6470921.post-110932146493367235</id><published>2005-02-25T15:45:00.000+07:00</published><updated>2005-02-25T15:51:04.936+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>TEMAN &amp; UANG&lt;br /&gt;Mari bercerita tentang seorang teman. Aryo mengenalnya sejak SMA. Dia tipe yang aktif. Tidak terlalu pintar, tidak terlalu lucu, wajah biasa saja,  tapi punya banyak teman. Ia aktif di OSIS dan kegiatan ekstrakurikuler.  Tapi ia bukan tipe gaul.  Gaul di sini boleh lah diartikan sebagai aktivitas keluyuran khas anak muda. &lt;br /&gt;Aryo bersahabat dengannya sejak SMA. Sampai kuliah pun ia masih sering kontak. Ia kuliah di STAN . Sebuah sekolah yang menjamin lulusannya mendapatkan ikatan dinas di departemen keuangan, khususnya kantor pajak. Setelah lulus dan ditempatkan di kantor pajak  daerah Jawa Tengah,  Aryo jarang lagi kontak dengan dia. Sepuluh tahun setelah itu Aryo bertemu lagi dengan dia. Gayanya masih seperti dulu. Yang membedakkan cuma apa yang dikenakannya.  Sepatu Bally dan jam tangan Rolex.   Dan,  istrinya sudah dua. Rumahnya empat.  Ia bercerita berharap menambah satu rumah lagi karena –menurutnya—ia punya kewajiban memberi setiap anaknya satu rumah. Maklum, anaknya sekarang sudah 5 ekor  --eh sori—5 orang.&lt;br /&gt;Aryo ingat dulu ia sering bersaing dengan temannya dalam banyak hal. Kadang soal cewek, kadang soal pengalaman bergaul dengan orang-orang penting. Tapi kini Aryo malas membanggakan apapun. Ia seakan kehilangan selera sama sekali untuk bersaing. Ia membiarkan temannya bercerita macam-macam. Tentang rumah, tentang wanita-wanita  yang selama ini dekat dengan dirinya, tentang  dua usaha rental mobil yang dimilikinya, tentang beberapa perusahaan yang menawarinya dengan gaji tinggi tapi ia tidak tertarik dan tetap menjadi pegawai negeri.&lt;br /&gt;Satu hal yang dipikirkan Aryo:  Korupsi.  Tidak mungkin melepaskan kata itu dari diri dia. Sempat terpikir oleh Aryo untuk bilang: “Plis deh. Kalau pingin kaya ya janganlah jadi pegawai negeri !”  Tapi kata itu tidak pernah diucapkan.  Aryo tetap bersikap sebagaimana layaknya teman. Tapi Aryo juga sekaligus sedih.  Orang yang dulu waktu SMA sangat menghindari rokok, alkohol dan pergaulan nggak karuan toh  akhirnya tidak lebih seorang pencuri. Bukankah   indikasi korupsi  begitu meluas adalah banyaknya orang yang kita kenal yang melakukan korupsi ?  Korupsi sudah  menjadi begitu wajar.  Lagi-lagi kenyataan ini membuat Aryo sedih.&lt;br /&gt;Aryo membuka lemari. Dia mengeluarkan selembar giro bernilai Rp 15 juta.  Tanggal di giro itu sudah dua bulan lalu. Seseorang memberikan giro itu tanpa meminta apa-apa, sekadar sebagai “bagian dari pertemanan”.   Aryo tidak mencairkan bukan karena tidak butuh uang. Tapi Aryo memang tidak percaya “easy money”.  Tidak mau terima uang  gampang apakah berarti tidak akan terima uang apapun dalam bentuk hadiah ?  Entahlah. Aryo tidak bisa menjawab sekarang. Iming-iming bukan sekadar jumlah uang yang besar.  Iming-iming itu juga datang dari begitu cueknya orang-orang di sekitar kita  atas tindakan koruptif kita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6470921-110932146493367235?l=arissimetris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arissimetris.blogspot.com/feeds/110932146493367235/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6470921&amp;postID=110932146493367235&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/110932146493367235'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/110932146493367235'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arissimetris.blogspot.com/2005/02/teman-uang-mari-bercerita-tentang.html' title=''/><author><name>Aris Simetris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00628685996901352704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6470921.post-110602171700742937</id><published>2005-01-18T11:13:00.000+07:00</published><updated>2005-01-18T11:15:17.006+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>HUBUNGAN DARAH&lt;br /&gt;Hubungan darah sama sekali tidak menjamin solidaritas. Aryo sampai pada kesimpulan itu dengan marah.  Aryo terpaksa  melihat kenyataan itu di lingkungannya yang paling dekat.  Ibu Aryo dimusuhi (mungkin lebih tepat dicuekin) selama berbulan-bulan oleh adik ibu hanya karena persoalan sepele.  Dalam situasi seperti ini, Aryo terpaksa menghitung berapa banyak yang telah dilakukan ibunya selama ini pada adik ibu.  Luar biasa banyak. Dan itu tidak sebanding dengan apa yang dilakukan adik ibu pada ibu. Aryo benar-benar marah.  Lebih marah lagi jika mengingat betapa begonya orang  yang mampu  memusuhi ibunya yang begitu sabar dan pengalah.   Saking marahnya, air mata Aryo menitik.   Aryo berusaha menenangkan dirinya untuk tidak meluap. Untuk tidak melabrak si tante ini. Untuk tidak bertindak ekstrem. Karena bagaimanapun Aryo masih memperhitungkan reaksinya pada ibu. &lt;br /&gt;Hubungan darah cuma sebatas keterkaitan genetik. Secara normatif memang seharusnya menjamin solidaritas yang lebih kuat dibandingkan hubungan yang tidak sedarah. Kakak lebih solider pada adik ketimbang pada teman. Seorang ayah lebih &lt;em&gt;bela-belain&lt;/em&gt; anaknya ketimbang anak orang lain.  Tapi sesuatu yang normatif lagi-lagi harus patuh pada situasi tertentu.  Tidak pernah mutlak. Tapi faktor itu juga yang menyebabkan permusuhan di antara dua orang  berhubungan darah jadi lebih menyakitkan. Itu yang dirasakan Aryo. Aryo memikirkan masalah ini dalam-dalam. Semakin dalam semakin kuat kemarahan yang muncul. Aryo pasrah. Aryo merelakan dirinya ditenggelamkan oleh kemarahan. Segala konsekuensinya siap ia tanggung......&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6470921-110602171700742937?l=arissimetris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arissimetris.blogspot.com/feeds/110602171700742937/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6470921&amp;postID=110602171700742937&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/110602171700742937'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/110602171700742937'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arissimetris.blogspot.com/2005/01/hubungan-darah-hubungan-darah-sama.html' title=''/><author><name>Aris Simetris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00628685996901352704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6470921.post-110446644829701980</id><published>2004-12-31T11:11:00.000+07:00</published><updated>2004-12-31T11:14:08.296+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>TERAKHIR 2004&lt;br /&gt;Hari ini hari terakhir 2004. Korban Aceh sudah mencapai 80.000 orang. Jumlah yang tak terbayangkan. Jumlah yang kalau berbentuk tumpukan mayat bisa seketika memunculkan ilusi tentang kiamat. Sebagian orang sudah menyebut kata “kiamat”.  Terutama bagi mereka yang kehilangan seluruh anggota keluarga secara sekaligus. Suatu kesedihan yang di luar kemampuan kita untuk berempati.&lt;br /&gt;Hari ini aku berpikir tentang berbuat sesuatu untuk Aceh. Tapi kemudian yang  aku lakukan sebatas mengirim sms kalau-kalau ada yang mau menyumbangkan baju anak-anak. Dan, memasukkan beberapa lembar uang ke kotak peduli Aceh. Setelah itu apa lagi ?&lt;br /&gt;Hari ini mungkin kita bersemangat memberi bantuan ke Aceh dengan cara masing-masing. Tapi tetap akhirnya terbetik satu kesadaran: kita cuma memberi sedikit. Sebagian dari kita  --termasuk aku--  berhenti hanya pada membei lalu sudah.  Seakan-akan kita sudah melakukan tugas.  Salut untuk Si Paul.  My Friend.  Dia memaki-maki aku karena tv masih saja terus-terusan menayangkan parade kesedihan tanpa solusi sama sekali, dia memaki aku karena di Aceh tidak ada yang menjadi koordinator, dia memaki  aku  karena meredia tidak terus-menerus  menekan pemerintah supaya segera memberi isntruksi yang berarti.  Dia pontang-panting mengetuk hati orang supaya berbuat sesuatu. Dia kesana kemari mengumpulkan baju-baju yang layak pakai. Dia terus mengecek apakah dia sudah bisa diberangkatkan sebagai sukarelawan atau belum. Kawan, aku tidak pernah tersinggung kamu maki-maki. Seumur hidup belum pernah aku lihat kau marah. Tapi kali ini kau begitu marah oleh sesuatu yang bukan menyangkut diri kamu sendiri. Kau marah karena Aceh.&lt;br /&gt;Hari ini aku masih mendengar banyak ketawa di sekitarku. Seandainya ketawa itu bergema dan terdengar hingga ke Aceh, sepedih apakah yang mungkin dirasakan  hati mereka ?  Dan, aku tidak bisa bayangkan jika di malam ini masih ada yang tega meniup terompet kegembiraan........&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6470921-110446644829701980?l=arissimetris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arissimetris.blogspot.com/feeds/110446644829701980/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6470921&amp;postID=110446644829701980&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/110446644829701980'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/110446644829701980'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arissimetris.blogspot.com/2004/12/terakhir-2004-hari-ini-hari-terakhir.html' title=''/><author><name>Aris Simetris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00628685996901352704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6470921.post-110421944550083923</id><published>2004-12-28T14:35:00.000+07:00</published><updated>2004-12-28T14:37:25.500+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>TSUNAMI&lt;br /&gt;Untuk sementara  kami   tidak memikirkan  hikmah apa di balik bencana Tsunami ini, ijinkan kami sibuk membantu saudara-saudara kami yang tertimpa bencana. Engkau pasti sudah tahu betapa memilukan kejadian di Aceh. Banda Aceh berubah jadi killing field yang mengiris hati. Bahkan sebuah pulau kecil  berisi penduduk 1000-2000 jiwa  mati tenggelam tanpa tersisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk sementara kami tidak peduli pada orang-orang tertentu yang bicara seolah-olah musibah adalah hasil dari begitu banyak dosa. Alangkah bodoh orang-orang  yang menyangka Engkau  sangat  kejam dan tidak berperikemanusiaan padahal Engkau sendiri yang mencipta manusia.   Ijinkan kami tidak mempedulikan orang-orang yang berkoar atas nama agama itu.  Saat ini kami terlalu sibuk mengumpulkan makanan, baju-baju dan menggalang uang dari segenap saudara-saudara kami yang kebetulan cukup kaya dan berada. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk sementara ijinkan kami menangis. Bukan karena kami tidak ikhlas atas segala rahmat-Mu. Kami ingin menunjukkan bahwa kami manusia biasa. Kami bisa sedih ketika saudara kami terluka, kami bisa menangis saat saudara kami terkena musibah. Tangisan kami bukan protes kepada-Mu.  Tangisan kami adalah pujian kepada-Mu karena memelihara hati kami yang peduli pada sesama saudara.&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6470921-110421944550083923?l=arissimetris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arissimetris.blogspot.com/feeds/110421944550083923/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6470921&amp;postID=110421944550083923&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/110421944550083923'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/110421944550083923'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arissimetris.blogspot.com/2004/12/tsunami-untuk-sementara-kami-tidak.html' title=''/><author><name>Aris Simetris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00628685996901352704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6470921.post-110361603418615985</id><published>2004-12-21T14:59:00.000+07:00</published><updated>2004-12-21T15:00:34.186+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>TERANIAYA&lt;br /&gt;Orang Indonesia ternyata memposisikan dirinya sebagai orang teraniaya. Sebagai orang teraniaya dia bebas melakukan apapun tanpa harus tunduk  pada peraturan apapun. Aryo terpaksa berkesimpulan ekstrem seperti itu ketika melihat kejadian yang ekstrem. Di acara ulang tahun sebuah stasiun tv, grup Slank satu panggung dengan Iwan Fals. Dua-duanya punya  penggemar yang kelewat banyak. Ketemu di satu tempat. Jadilah anarki. Para penggemar ini memposisikan diri sebagai orang “teraniaya” karena tak dibolehkan melihat bintang pujaannya (padahal aturannya untuk menonton ya harus mempunyai undangan atau tiket). Mereka merusak pagar. Mereka merusak mobil yang parkir. Sebagai orang teraniaya mereka perlu model orang yang menjadi penganiaya. Penganiaya ini adalah semua orang yang bukan mereka. Semua orang yang berada di luar mereka.  Mobil-mobi itu milik orang-orang diluar mereka. Karena itu harus dihancurkan.  Total  mobil yang rusak mencapai 50 buah.&lt;br /&gt;Di jalanan pun banyak orang memposisikan dirinya sebagai orang teraniaya. Sebuah motor ditabrak mobil. Situasi ini diterjemahkan sebagai   si kaya pemilik mobil menganiaya si miskin pemilik motor. Sehingga  si pengendara motor bebas melakukan apapun pada si pengendara mobil meski si pengendara motor yang salah. Mungkin ini terlalu menggeneralisasi. Tapi minimal si pengendara motor punya kekuasaan yang lebih tinggi ketika di jalan ditabrak mobil  karena ... ya itu tadi... ia punya dalih sebagai orang teraniaya.&lt;br /&gt;Karena itu, untuk pagi ini Aryo menciptakan tema yang tidak lazim: “dianiaya oleh orang yang merasa teraniaya.”. Ini berkaitan dengan novel yang baru dibaca Aryo.  Karya pengarang Vietnam.  Tentang  masa-masa ketika Vietnam dikuasai komunis.  Para petani saat itu melakukan  pemberontakan dan menjadi kelas penguasa.  Mereka menggeneralisasi semua orang yang memiliki tanah sebagai kamu borjuis. Padahal, memiliki tanah cuma seperempat hektar bisa jadi masuk golongan orang miskin tapi ia tetap kena kebijakan pembasmian pemilik tanah. Situasi yang absurd.&lt;br /&gt;Penelpon pertama berasal dari seorang perempuan yang tidak mau menyebut namanya.&lt;br /&gt;“Sejak kapan cewek menolak cowok dianggap sebagai penganiayaan ?!!  Dua kali  saya mendengar kasus di kalangan temen sendiri dimana mereka menolak dan kemudian dibalas dengan tindakan yang menyakitkan. Temen saya ini nggak nerima cinta seorang cowok, lalu dengan caranya dia bisa deketin boss-nya hingga akhirnya dia dipecat. Gila gak. Dengan alasan dianiaya, dia bisa menganiaya jauh lebih kejam. Temen saya yang satu lag, begitu menolak cowok, besoknya dia menjadi korban tabrak lari hingga kakinya patah. Memang cowok tersebut nggak terlihat langsung, tapi siapa lagi kalau bukan dia ?!!  Para cowok mentalnya memang udah parah. Nggak  sportif.”&lt;br /&gt;Perempuan itu tampak sangat emosional. Itu yang membuat Aryo menahan diri untuk tidak tersenyum. Masalah ini menggelikan tapi sekaligus serius. Masalah mental sebagai orang teraniaya ini begitu luas menyebar. Menjadi laten. Dan, sewaktu-waktu meledak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6470921-110361603418615985?l=arissimetris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arissimetris.blogspot.com/feeds/110361603418615985/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6470921&amp;postID=110361603418615985&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/110361603418615985'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/110361603418615985'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arissimetris.blogspot.com/2004/12/teraniaya-orang-indonesia-ternyata.html' title=''/><author><name>Aris Simetris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00628685996901352704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6470921.post-110112102613426891</id><published>2004-11-22T17:55:00.000+07:00</published><updated>2004-11-22T17:57:06.133+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>KEMATIAN&lt;br /&gt;Lebaran tahun ini  terasa aneh di benak Aryo. Aryo merasakan begitu sering mendengar, membaca dan melihat sendiri kejadian-kejadian yang bersinggungan dengan kematian.  Kematian terasa begitu sehari-hari. Kejadian pertama dialami Aryo ketika berangkat keluar kota bersama keluarga besarnya. Di tengah perjalanan seorang bayi anak sepupu Aryo –umur 1 tahun—mengalami kejang-kejang karena panas tinggi. Kondisinya begitu parah sehingga mata si kecil terlihat kosong dan “tak bernyawa”. Semuanya otomatis panik. Sepanik-paniknya.  Kata-kata Subhanallah, Alloh Akbar berhamburan. Ibu si kecil sudah hampir pingsan.  Para penduduk berkerumun. Pada saat kritis itu muncul seorang ustad. Dia membaca ayat suci dan meneteskan air di ubun-ubun si kecil. Pelan-pelan si kecil akhirnya bisa menangis. Setelah itu langsung dibawa ke rumah sakit terdekat. Di rumah sakit tersebut, di sebuah kota kecil bernama Kraksaan, ternyata jadi tempat penampungan kecelakaan di Situbondo antara truk mengangkut banyak penumpang dengan taft. Mayat-mayat terbujur, darah-darah berceceran.&lt;br /&gt;Keesokannya di koran terbaca lagi kecelakaan. Kali ini di Tol Jagorawi. Satu keluarga mati akibat polisi menghentikan kendaraan karena presiden SBY akan lewat. Presiden lewat, satu keluarga mati. Tapi, jubir kepresidenan buru-buru mengeluarkan pernyataan bahwa kecelakaan ini tidak ada hubungannya dengan prosedur pengamanan SBY.&lt;br /&gt;Ujungnya adalah hari ini. Hari pertama setelah liburan lebaran. Aryo kaget begitu memasuki gerbang petugas keamanan langsung memberitahu bahwa ada karyawan yang meninggal. Sempat terjadi simpang siur informasi antara pingsan dan meninggal. Tapi, akhirnya kabar ini dikonfirmasi: si karyawan  meninggal  pada jam 7.30 terkena serangan vertigo hingga terjatuh di kamar mandi.&lt;br /&gt;Kematian….&lt;br /&gt;Entahlah apa yang akan dikatakan Aryo pada para pendengarnya tentang kematian. Rasa-rasanya …kematian juga bukan topik yang tepat untuk dibicarakan di hari pertama setelah liburan pertama ini.  Tapi kematian begitu sehari-hari  di negeri ini.  Orang mati karena  tertabrak pengendara motor yang ngebut sembarangan,  orang  mati karena salah keroyok, orang mati karena dokter salah memberi obat, orang mati karena kejatuhan jembatan ambruk…. daftar bisa begitu panjang.   Tapi tak perlu diskusi panjang.  Kematian memang bisa membuat kita merenungi takdir kita, tapi – dalam kasus ini--  harusnya  sekaligus membuat kita merenung:  kelalaian apa yang telah kita lakukan sehingga orang lain begitu mudah mati sia-sia ?&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6470921-110112102613426891?l=arissimetris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arissimetris.blogspot.com/feeds/110112102613426891/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6470921&amp;postID=110112102613426891&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/110112102613426891'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/110112102613426891'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arissimetris.blogspot.com/2004/11/kematian-lebaran-tahun-ini-terasa-aneh.html' title=''/><author><name>Aris Simetris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00628685996901352704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6470921.post-109953724575733048</id><published>2004-11-04T09:58:00.000+07:00</published><updated>2004-11-04T10:00:45.756+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>JARAK&lt;br /&gt;Jarak secara riel mungkin cuma persoalan geometri. Sekadar ukuran dari titik A ke titik B. Tidak lebih dari itu. Tapi secara psikologis jarak ternyata jauh lebih rumit. Bagaimana Toni merasa dekat dengan Sarah ditengah jarah yang terbentang ribuan mil antara Jakarta dan New York ?  Di sisi lain, bagaimana Biyan merasa jauh dengan Nana meski tiap hari tidur di satu tempat tidur ?&lt;br /&gt;Secara klise mungkin bisa dijawab bahwa ini memang urusan hati. Hati menciptakan jaraknya sendiri-sendiri. Dan, persoalannya kemudian, sejauh mana jarak imajiner ini bisa diciptakan ?&lt;br /&gt;Aryo penasaran dengan persoalan ini. Saat ini dia merasa tidak dekat dengan siapapun. Dia intim dengan beberapa perempuan. Tapi tidak merasa dekat. Tidak merasa kangen. Kadang-kadang ini menimpulkan perasaan kosong. Tidak dekat dengan siapapun. Bahkan tidak dengan Tuhan.&lt;br /&gt;Mungkin itu inti sebenarnya dari kesepian. Semacam rasa ketika kita tidak merasa dekat dengan siapapun. Kita merasa punya jarak dengan siapapun. Jarak terentang jauh antara diri kita dan diri orang lain. Jarak yang jauh ini menciptakan jurang kekosongan. Ahhh….&lt;br /&gt;Pagi ini Aryo datang ke kantor dengan lemas. Tapi ia tidak pernah merasa tidak bersemangat dengan siaran. Siaran adalah sumber nafkah sekaligus sumber energi. Karena itu tema kali ini adalah Jarak.&lt;br /&gt;“Listeners, saya sedang merasa hampa. Kalau ada yang tidak pernah merasa hampa,  saya cuma bisa bilang selamat. Anda berarti termasuk salah satu makhluk langka di dunia ini.  Bagi yang pernah merasa hampa atau yang sedang ngerasa hampa, ada nggak sih hubungan antara rasa hampa dan jarak ?   Hipotesis saya, kita merasa hampa karena kita merasa tidak dekat dengan siapapun. Kita ngerasa jauh dari siapapun. Ada banyak teman, tapi mereka terasa jauh. Ada banyak saudara tapi kesannya kita berjarak ribuan kilometer dengan mereka. Oke, kalau ada pengalaman atau opini silakan hubungi saya.”&lt;br /&gt;Aryo terdiam.&lt;br /&gt;Dia memberi isyarat pada operator untuk memutar  Christina Aguilera. Tahu kan lagu dia yang bercerita tentang kesepian ?  &lt;em&gt;Nobody wants to be lonely/so why (why), why don’t you let me to love you.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Penelpon pertama dari seorang perempuan bernama Wiwit, umur 29.&lt;br /&gt;“Gue termasuk yang lagi ngalami perasaan hampa.  Gue termasuk aktif. Di kantor gue selalu mondar-mandir ngurus ini itu. Ketemu dengan banyak orang. Bergaul dengan banyak karakter. Sesekali ketawa-ketiwi dengan mereka.  Tapi begitu sampai rumah, gue ngerasa…gimana ya…gue outsider. Gue bukan bagian dari mereka. Bukan perasaan inferior sih,  justru superior. Seringkali terbersit di otak gue bahwa mereka itu orang-orang bodoh. Mereka orang-orang yang cuma mikirin masalah-masalah sepele. Sementara gue seringkali kepikiran masalah-masalah seperti pendidikan, nasib anak jalanan. Akhirnya,  gue memang punya temen. Tapi gue nggak punya seseorang pun yang deket dengan gue. Pacar ?  Ah boro-boro.  Cari orang yang punya otak berdekatan aja susah, apalagi nyari orang  yang  punya kedekatan hati. Tapi gue tetap bersyukur.  Gue mikirinya simple aja. Setiap orang dilahirin dengan kutukannya sendiri-sendiri. Nah, khusus buat gue, kutukannya adalah gue susah deket dengan orang.   Gue secara riel bisa dekat dengan orang lain (bahkan gue bisa ciuman lho) tapi secara psikologis gue susahhhhh banget bisa deket. Ampun deh.”&lt;br /&gt;Aryo tertawa. Ia terngiang-ngiang kata-kata Wiwit: setiap orang dilahirkan dengan kutukannya sendiri-sendiri.  Ah, seandainya kita bisa memilih kutukan apa sebelum lahir….&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6470921-109953724575733048?l=arissimetris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arissimetris.blogspot.com/feeds/109953724575733048/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6470921&amp;postID=109953724575733048&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/109953724575733048'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/109953724575733048'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arissimetris.blogspot.com/2004/11/jarak-jarak-secara-riel-mungkin-cuma.html' title=''/><author><name>Aris Simetris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00628685996901352704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6470921.post-109694963757180773</id><published>2004-10-05T11:09:00.000+07:00</published><updated>2004-10-05T11:13:57.570+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>TERBAIK&lt;br /&gt;Aryo baru pulang dari Surabaya. Ia menghadiri audisi  pemilihan  bintang  sinetron. Sebagaimana yang biasa terjadi, acara seperti ini selalu menjadi magnet bagi banyak orang.  Mimpi menjadi artis telah menelusup kemana-mana.  Termasuk Surabaya. Aryo tak terlalu memusingkan fenomena ini.  Aryo justru terusik oleh perkara sepele.  Ini dipicu pada acara penobatan pemenang.  Si ketua panitia memberikan pidato singkat sebelum pengumuman pemenang,  “…siapapun yang diumumkan sebagai pemenang, inilah hasil &lt;strong&gt;terbaik &lt;/strong&gt;yang telah dilakukan  para juri. selamat bagi para pemenang,  dan jangan putus asa bagi yang tidak terpilih…..”&lt;br /&gt;Apa makna kata “terbaik” di situ ?  Apakah kata tersebut memberikan informasi spesifik atau sekadar sebuah kata yang tidak memberikan informasi apa-ap ?&lt;br /&gt;Aryo berpikir:   kata  “terbaik” bukan lagi sebuah kata yang bermakna informatif.  Hampir sama ketika orang bersapa “Hei apa kabar ?”   Dan , kemudian yang disapa mengatakan “Baik”.  Kata baik tidak memberikan informasi apa pun karena sudah begitu lazimnya kata itu diucapkan sebagai jawaban dari “apa kabar”.   Orang yang sedih pun akan menjawab “baik”  jika disapa “apa kabar”.  Sumber informasi yang sebenarnya adalah ekspresi wajah.  Ekspresi wajah akan menjelaskan apakah dia sedang sedih atau depresi atau memang baik-baik saja.&lt;br /&gt;Kata “terbaik”  pun kini  begitu lazim diucapkan.  Ketika seorang pindah ke tempat kerja baru, dia akan bilang, “saya merasa sangat nyaman selama ini bekerja dengan teman-teman di sini. Tapi saya rasa inilah yang &lt;strong&gt;terbaik&lt;/strong&gt; buat saya….”&lt;br /&gt;Kata “terbaik” di sini bahkan menjelma menjadi semacam sebuah alasan klise untuk mengaburkan alasan sebenarnya (mungkin saja sudah bosan dengan tempat kerja tersebut atau sedang konflik dengan atasan).  Dalam kasus serupa, ini sering digunakan laki-laki  atau –malah lebih sering--  perempuan untuk mengakhiri hubungan, “gue berat… tapi gue rasa ini yang terbaik … buat kita.”&lt;br /&gt;Kata “terbaik” telah menjadi semacam pelarian. Ketika orang  mengecam etos kerja kita,  kita bilang “saya sudah mengerjakan yang terbaik”.  Ketika khawatir terhadap kemungkinan terjadi penolakan terhadap sebuah tindakan,  kita mengatakan, “inilah yang terbaik yang bisa dilakukan….”&lt;br /&gt;Aryo memberikan kesempatan kepada para pendengar.&lt;br /&gt;“Listeners,  saya ingin tau. Adakah kata “terbaik” ini juga pernah anda gunakan untuk lari dari sesuatu ?  Atau mungkin anda pakai untuk mengaburkan sesuatu ?   Telpon saja ke 0816 192 1111. Saya ingin dengar pengalaman anda.”&lt;br /&gt;Lagu Thank You dari Jon Bon Jovi mengalun. Aryo ingat sebuah nama: Cynthia. Sebuah nama yang mengingatkan Aryo pernah menggunakan kata “terbaik” dengan sangat terpaksa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6470921-109694963757180773?l=arissimetris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arissimetris.blogspot.com/feeds/109694963757180773/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6470921&amp;postID=109694963757180773&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/109694963757180773'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/109694963757180773'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arissimetris.blogspot.com/2004/10/terbaik-aryo-baru-pulang-dari-surabaya.html' title=''/><author><name>Aris Simetris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00628685996901352704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6470921.post-109497567528261926</id><published>2004-09-12T14:52:00.000+07:00</published><updated>2004-09-12T14:54:35.283+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>MUNIR&lt;br /&gt;Halaman ini khusus saya persembahkan pada Munir. Seseorang yang yang saya kenal sebatas lewat koran dan majalah. Tapi, anehnya, saya  menangis ketika mendengar kabar dia meninggal. Saya seperti kehilangan sahabat. Yang lebih parah, saya seperti kehilangan harapan untuk percaya masih ada orang jujur lain setelah dia.   Saya berlebihan ?   O come on  !&lt;br /&gt;Bisa bayangkan nggak sih, masih ada orang yang dengan sengaja memilih cukup bersepedamotor saja meski ada kesempatan yang begitu terbuka untuk punya BMW.  Saya  bergidik mendengar cerita hadiah ratusan juta dari Swedia.  Hadiah itu langsung dibagikan kepada orang yang memerlukan, dan dia minta sedikit hanya untuk ibunya. Seorang temannya berkomentar: “betapa absurdnya ini. Uang yang jelas-jelas menjadi hak dia, tidak “mampu”  ia terima.” &lt;br /&gt;Saya terdiam. Mengenang semua remeh temeh yang selama ini saya geluti. Karir, side job untuk menambah angka tabungan, sedikit kekayaan untuk pamer ke lawan jenis, mmm….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Halaman ini khusus saya persembahkan untuk Munir. Orang yang memberi inspirasi tentang arti bertindak. Tanpa embel-embel moral. Tanpa koar-koar tentang akhlak. Sementara pemuka agama sibuk berkhotbah tentang nurani dan kebajikan. Tapi yang diurusi sebatas berkomentar tentang efek buruk sebuah ciuman dalam film.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Halaman ini khusus saya persembahkan untuk Munir. Bukan sebagai forum memuji-muji. Tapi sekadar melampiaskan kemarahan. Atas ketidakberdayaan diri saya pribadi  melawan godaan menikmati remeh temeh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cak Munir, selamat jalan. &lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6470921-109497567528261926?l=arissimetris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arissimetris.blogspot.com/feeds/109497567528261926/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6470921&amp;postID=109497567528261926&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/109497567528261926'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/109497567528261926'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arissimetris.blogspot.com/2004/09/munir-halaman-ini-khusus-saya.html' title=''/><author><name>Aris Simetris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00628685996901352704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6470921.post-109332268944601926</id><published>2004-08-24T11:36:00.000+07:00</published><updated>2004-08-24T11:44:49.446+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>KERIUHAN TAK PENTING.&lt;br /&gt;Sesuatu yang termasuk paling dibenci Aryo adalah larut dalam keriuhan yang tidak penting.  Contohnya saat-saat ini. Begitu riuh polemik tentang  film Buruan Cium Gue. Busyet deh. Riuhhhhh.  Di milis, bisa dilihat beetapa orang berebutan beri pendapat. Bahkan saking semangatnya, ada yang beropini “f***  Aa Gym !".&lt;br /&gt;Sebagai bagian dari sebuah media massa,  Aryo harus mengikuti berita ini. Dan, harus ikut meramaikan. Hari ini dia mesti mewawancarai  Aa Gym dan Raam Punjabi secara bersamaan.  Tidak langsung bertemu muka sih, cuma  lewat telepon.  Meski begitu,  Aryo tetap  merasa  tidak bersemangat !&lt;br /&gt;Apa istimewanya sih masalah ini ?  Sejak awal ketika mendapat undangan menghadiri launching film ini di Embassy,   Aryo curiga ada yang tidak beres dengan idealisme orang-orang yang membuat film ini.  Langsung terlihat dari judul.  Buruan Cium Gue.  Dari judul seperti itu, bisakah kita berharap ada sedikit idealisme (entah itu dalam sisi sinematografi atau penggarapan naskahnya) ?  Aryo ragu, tapi dia tetap memaksakan hadir di Embassy.  Sengaja dia datang sendirian.   Dia tidak bertemu dengan  Raam. Tidak ada Raam yang menyambut di depan sebagaimana layaknya peluncuran sebuah film Multivision. Dan, ketika di dalam, lagi-lagi ada keriuhan yang tidak penting. Perkenalan dengan para pemain Buruan Cium Gue, tapi filmnya sendiri tidak diputar.  Setengah jam kemudian Aryo pulang dengan menggerutu “Siapa bilang orang tidak  bisa menghakimi sebuah film jelek tanpa melihatnya lebih dulu”  ?      Aryo tidak pernah melihat Buruan Cium Gue, tapi dia yakin –seyakin-yakinnya—ini film luar biasa jelek.&lt;br /&gt;Dan sekarang dia harus mewawancarai Aa Gym bukan dalam kerangka kualitas tapi tentang sebuah film yang  “mendorong perzinahan”.&lt;br /&gt;Aryo pun menyusun daftar pertanyaan untuk Aa Gym dan  Raam Punjabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk Aa Gym&lt;br /&gt;1.  Ketika seseorang melakukan zina, siapakah yang paling patut disalahkan ?  Setan, film yang mempengaruhinya ataukah dirinya sendiri  ?&lt;br /&gt;2.  Film harus disikapi seperti seperti apa ?   Ditutup segala celah yang memungkinkan terjadinya kemungkaran ataukah membuka selebar-lebarnya bagi kemungkinan berkembangnya amar ma’ruf  ? (ups, Aryo tersadar, kok jadi ikutan sok bahasa Arab nih).&lt;br /&gt;3.  Menurut Aa’,  bisa nggak sih kita bikin cerita yang sangat menarik tanpa sama sekali memperlihatkan kemungkaran/kejahatan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk Raam Punjabi&lt;br /&gt;      1.   Secara bisnis, apakah profit akan jauh berkurang kalau kita menggunakan penulis yang  bermutu ?  &lt;br /&gt;      2.   Pernah nggak sih anda punya impian bikin film yang membuat anda dikenang seumur hidup ? &lt;br /&gt;      3.   Pernah nggak Anda membayangkan sebelum tidur bahwa anda telah menghasilkan puluhan ribu jam tayang yang telah diserap puluhan juta manusia dan kemudian tebersit bahwa yang anda hasilkan tak lebih sebagai  sampah ?  Saya tidak bilang karya anda sampah,  cuma ingin tahu apakah anda pernah tebersit pikiran seperti itu  ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aryo melihat jam. Masih kurang setengah jam lagi siaran dimulai.  Ahhh,  Aryo ingin segera lepas dari keriuhan tak penting ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6470921-109332268944601926?l=arissimetris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arissimetris.blogspot.com/feeds/109332268944601926/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6470921&amp;postID=109332268944601926&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/109332268944601926'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/109332268944601926'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arissimetris.blogspot.com/2004/08/keriuhan-tak-penting.html' title=''/><author><name>Aris Simetris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00628685996901352704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6470921.post-109177251180656157</id><published>2004-08-06T12:57:00.001+07:00</published><updated>2009-03-19T09:55:20.111+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div&gt;JOE&lt;/div&gt;Adakalanya kesan pertama bisa menyesatkan. Itu yang dirasakan Aryo tentang film Meet Joe Black.  Saat pertama kali nonton,   Aryo cuma terkesan pada adegan Joe (Brat Pitt) bertemu pertama kalinya dengan Susan Parish (Claire Forlani).   Susan masuk ke coffee shop  untuk sarapan pagi.  Saat duduk ada  cowok sedang menelpon dengan suara keras.  Susan sempat menoleh ke arah yang membelakangi itu.  Selesai menelpon, si cowok itu duduk di tepat di hadapan Susan.  Biar jelas, ini dialog mereka selengkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                JOE &lt;br /&gt;  Good morning, I was talking kind of&lt;br /&gt;  loud there, sorry.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        SUSAN&lt;br /&gt;  Not at all.  It was fascinating.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        JOE&lt;br /&gt;  Oh yeah?  What was 'fascinating'  about it?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        SUSAN&lt;br /&gt;  You and 'Honey'?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        JOE&lt;br /&gt;  My kid sister.  She just broke up&lt;br /&gt;  with her boyfriend and she's&lt;br /&gt;  thinking about dropping out of&lt;br /&gt;  law school.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        SUSAN&lt;br /&gt;  I'm sorry --&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        JOE&lt;br /&gt;  Nothing to be sorry about.  That's&lt;br /&gt;  the way with men and women, isn't&lt;br /&gt;  it?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        SUSAN&lt;br /&gt;  What's the way?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        JOE&lt;br /&gt;  Nothing lasts.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        SUSAN&lt;br /&gt;  I agree --&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        JOE&lt;br /&gt;  Why?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        SUSAN&lt;br /&gt;  I was just being agreeable, now I've&lt;br /&gt;  got to explain why?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        JOE&lt;br /&gt;  I'm not trying to sharpshoot you,&lt;br /&gt;  but that 'nothing lasts' stuff,&lt;br /&gt;  that's what was the trouble with&lt;br /&gt;  Honey's guy.  He was fooling around&lt;br /&gt;  and Honey caught him at it.  One&lt;br /&gt;  girlfriend wasn't enough for him.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        SUSAN&lt;br /&gt;  So you're a one-girl guy?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        JOE&lt;br /&gt;  Damn right.  Looking for her right&lt;br /&gt;  now.  Who knows?  You might be her.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Susan laughs.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        JOE (cont'd)&lt;br /&gt;  Well, don't laugh.  I just arrived&lt;br /&gt;  in town, got a new job -- I'm trying&lt;br /&gt;  to get into this apartment.  You a&lt;br /&gt;  doctor?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        SUSAN&lt;br /&gt;  How'd you know?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        JOE&lt;br /&gt;  Everybody's a doctor around here.&lt;br /&gt;  This apartment house is all green&lt;br /&gt;  pajamas and slippers.  The guy I'm&lt;br /&gt;  waiting for to vacate is a doctor.&lt;br /&gt;  What kind of doctor?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        SUSAN&lt;br /&gt;  Me?  Internal medicine.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; The Young Man smiles.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        JOE&lt;br /&gt;  So if I needed a doctor, you could&lt;br /&gt;  be it?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        SUSAN&lt;br /&gt;  I could be her.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        JOE&lt;br /&gt;  'Her'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; A moment.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        SUSAN&lt;br /&gt;  Yes, I could.&lt;br /&gt;   (a moment)&lt;br /&gt;  I have an office in the hospital.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        JOE&lt;br /&gt;  -- This is my lucky day.  I arrive&lt;br /&gt;  in this big bad city and I not only&lt;br /&gt;  find a doctor, a beautiful woman as&lt;br /&gt;  well.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Susan looks into her coffee.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        JOE (cont'd)&lt;br /&gt;  I'm sorry, you mind my saying that?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        SUSAN&lt;br /&gt;  Not at all.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        JOE&lt;br /&gt;  How 'bout another cup of coffee?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        SUSAN&lt;br /&gt;  I've got patients coming in --&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        JOE&lt;br /&gt;  And I want to get into my apartment&lt;br /&gt;  and go to work.  Please, what do you&lt;br /&gt;  say, another cup of coffee?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Two pots are warming behind the counter, he reaches over and&lt;br /&gt; refills her cup and his.  Pushes a container and pitcher to-&lt;br /&gt; wards her.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        JOE (cont'd)&lt;br /&gt;  I see you use lots of sugar and&lt;br /&gt;  cream.  Me, too...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu dipenggal dengan beberapa adegan dari Bill Parrish. Setelah itu kembali lagi ke adegan di coffee shop ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;               JOE&lt;br /&gt;  ...It's kind of a pro bono job.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        SUSAN&lt;br /&gt;  'Pro bono'.  That means doing good&lt;br /&gt;  -- Going to be doing good all your&lt;br /&gt;  life?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        JOE&lt;br /&gt;  I know what you're saying.  Doesn't&lt;br /&gt;  pay very well.  Depends on the woman&lt;br /&gt;  I marry.  Maybe she'd like a bigger&lt;br /&gt;  house, a better car, lotsa kids,&lt;br /&gt;  college doesn't come cheap --&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        SUSAN&lt;br /&gt;  You'd give up what you want for the&lt;br /&gt;  woman you marry?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        JOE&lt;br /&gt;  I would.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Susan rises now, the Young Man with her, leaving money for&lt;br /&gt; their checks they head for the door.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        JOE (cont'd)&lt;br /&gt;  If I married you, I'd want to give&lt;br /&gt;  you what you wanted, I know it's&lt;br /&gt;  old fashioned and all that, but&lt;br /&gt;  what's wrong with taking care of a&lt;br /&gt;  woman?  She takes care of you.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        SUSAN&lt;br /&gt;  You'll have a hard time finding a&lt;br /&gt;  woman like that these days --&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        JOE&lt;br /&gt;  You never know.  Lightning could&lt;br /&gt;  strike.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Joe menyebut  Lightning could strike, Susan sempat kaget karena baru saja ayahnya –Bill Parish—menyebut kata itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         SUSAN&lt;br /&gt;  I've got to go --&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        JOE&lt;br /&gt;  Did I say something wrong?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        SUSAN&lt;br /&gt;  No, it was so right it scares me.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        JOE&lt;br /&gt;  I've been thinking... I don't want&lt;br /&gt;  you to be my doctor.  Because I&lt;br /&gt;  don't want you to examine me.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        SUSAN&lt;br /&gt;  Why?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        JOE&lt;br /&gt;  Because I like you so much.&lt;br /&gt;   (a moment)&lt;br /&gt;  You have coffee here every morning,&lt;br /&gt;  don't you?  If I came by, could you&lt;br /&gt;  give me the name of a doctor?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Another moment.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        SUSAN&lt;br /&gt;  Sure, I'll give you the name of a&lt;br /&gt;  doctor.&lt;br /&gt;   (a moment)&lt;br /&gt;  ...And I don't want to examine you.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        JOE&lt;br /&gt;  Why not?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        SUSAN&lt;br /&gt;  Because I like you so much.  Now&lt;br /&gt;  I've got to go.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah adegan yang sangat-sangat brilian.  Adegan ini menjadi tantangan bagi para penulis skenario untuk mampu menciptakan adegan pertemuan yang brilian, orisinal dan menyentuh.. Aryo Cuma terkesan dengan adegan itu.  waktu itu Aryo menganggap terlalu “fantasi” kalo kelanjutannya si Joe Black mati kemudian tubuhnya digunakan malaikat maut untuk mendekati ayahnya, Bill Parish.&lt;br /&gt;Tapi setelah menonton kedua kali,  dengan subtitle bahasa Inggris yang lengkap sehingga tidak kehilangan satu kata pun, Aryo menganggap keseluruhan film ini memang orisinal dan brilian.&lt;br /&gt;Cerita fantasi si malakait maut yang meminjam tubuh si Joe Black ini seakan menegaskan maknanya.  Susan bisa jatuh cinta pada “malaikat maut”  hanya karena kesan mendalam  di coffee shop itu.  Padahal  orang yang dikenalnya di coffee shop itu bukan lagi orang yang sama  (tubuh sama tapi jiwanya sudah berganti).  Kesan pertama sangat menentukan.  Tapi juga menjelaskan bahwa cinta tidak ada hubungannya dengan apakah kita mengenal pasangan kita itu dengan baik atau tidak.&lt;br /&gt;Si malaikat maut juga jatuh cinta pada Susan.  Saking jatuh cintanya ia ingin mengambil Susan untuk pergi bersamanya (dengan kata lain “membunuh” Susan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           JOE&lt;br /&gt;  I love her, Bill.  She is all that&lt;br /&gt;  I ever wanted, and I've never wanted&lt;br /&gt;  for anything because I've never&lt;br /&gt;  wanted anything before, if you can&lt;br /&gt;  understand.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        PARRISH&lt;br /&gt;  How perfect for you -- to take&lt;br /&gt;  whatever you want because it&lt;br /&gt;  pleases you.  It's not love --&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        JOE&lt;br /&gt;  Then what is it?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        PARRISH&lt;br /&gt;  Some aimless infatuation in which,&lt;br /&gt;  for the moment, you feel like in-&lt;br /&gt;  dulging.  It's missing everything&lt;br /&gt;  that matters.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        JOE&lt;br /&gt;  Which is what?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        PARRISH&lt;br /&gt;  Trust, responsibility, taking the&lt;br /&gt;  weight, for your choices and feel-&lt;br /&gt;  ings and spending the rest of your&lt;br /&gt;  life living up to them.  And above&lt;br /&gt;  all, not hurting the object of your&lt;br /&gt;  love.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        JOE&lt;br /&gt;  So that's what love is?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        PARRISH&lt;br /&gt;  Multiply it by infinity and take it&lt;br /&gt;  to the death of forever and you will&lt;br /&gt;  still have barely a glimpse of what&lt;br /&gt;  I am talking about.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadilah sebuah film dengan permainan situasi sedemikian rupa sehingga para  karakternya saling bicara tentang cinta dan saling merenungkan.  Cinta pada akhirnya tetap cinta. Cuma kata.  Yang berbeda adalah apa yang kita rasakan dan yakini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6470921-109177251180656157?l=arissimetris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arissimetris.blogspot.com/feeds/109177251180656157/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6470921&amp;postID=109177251180656157&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/109177251180656157'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/109177251180656157'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arissimetris.blogspot.com/2004/08/adakalanya-kesan-pertama-bisa.html' title=''/><author><name>Aris Simetris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00628685996901352704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6470921.post-109099773275651801</id><published>2004-07-28T13:54:00.000+07:00</published><updated>2004-07-28T13:55:32.756+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>INTEGRITAS&lt;br /&gt;Tiga hari lalu Aryo bertemu dengan salah seorang sutradara “terkenal”.&amp;nbsp; Maaf, terkenalnya memang dalam tanda petik.&amp;nbsp; Karena Aryo sama sekali belum pernah dengar sebelumnya.&amp;nbsp; Rudi Sudjarwo terkenal. Memang iya. Semua orang kenal dia. Garin Nugroho terkenal. Tidak bisa dimungkiri karena wajah dan tulisan dia sering muncul dimana-mana.&amp;nbsp; &amp;nbsp;Bahkan, Emil G Hammp pun relatif lebih dikenal karena namanya sering muncul di credit title&amp;nbsp; sinetron.&amp;nbsp; Tidak begitu halnya dengan sutradara iklan.&amp;nbsp; Namanya tidak pernah muncul. Namanya cuma akrab di antara kalangan iklan itu sendiri. Padahal orang ini termasuk salah satu dari sutradara papan atas.&amp;nbsp; Sutradara iklan sendiri di sini tak lebih dari 10 orang.&lt;br /&gt;Aryo melihat orang ini dengan pandangan biasa saja. Dia memang kelihatan sangat menguasai bidangnya.&amp;nbsp; Tapi cuma itu. Tak lebih. Hingga dua hari kemudian, ada yang memberi informasi&amp;nbsp; tambahan mengenai orang ini.&amp;nbsp; Orang ini&amp;nbsp; “sangat religius”.&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dia menolak kerjaan semenggiur apapun di bulan Ramadhan karena dia mencurahkan sepenuhnya untuk ibadah di bulan ini. Dan, yang lebih mencengangkan, dia bisa menolak klien gara-gara cara berpakaian si klien. Entah itu karena kelihatan belahan dada atau rok yang terlalu mini.&lt;br /&gt;Ck ck…&lt;br /&gt;Masih ada ternyata orang yang punya integritas seperti ini di dunia entertainmen. Aryo tidak sedang memikirkan benar dan salah. Aryo berpikir tentang seberapa kuat seseorang bisa memegang prinsip-prinsipnya.&amp;nbsp; Dari contoh orang ini, ternyata memang bisa sangat kuat.&amp;nbsp; Peduli setan orang menilai dia sebagai&amp;nbsp; ‘kuno’&amp;nbsp; ‘naif’, ‘tidak akomodatir’.&amp;nbsp; Yang jelas prinsipnya jelas&amp;nbsp; dan dia sangat professional. Kombinasi seperti itu &amp;nbsp;sangat jarang.&amp;nbsp; Mungkin karena merasa tidak cukup menonjol prestasinya,&amp;nbsp; seseorang sengaja melarutkan diri dalam gaya hidup orang-orang di sekitarnya. Atau kebalikannya, karena prestasinya terlalu menonjol, ia jadi cenderung ingin “menikmati” semua hal enak yang ada di sekitarnya.&lt;br /&gt;Kenapa cuma menyoroti dunia entertainmen ?&amp;nbsp;&amp;nbsp; Karena memang di bidang ini banyak sekali aktivitas yang mengandung&amp;nbsp; unsur “godaan”.&amp;nbsp; Entah itu secara visual maupun psikologi kedekatan.&lt;br /&gt;Intinya, sekali lagi,&amp;nbsp; Aryo salut pada orang ini. Bagi Aryo, seseorang itu hebat bila mampu membuat orang lain berpikir dan mengevaluasi dirinya sendiri.&amp;nbsp; Dan,&amp;nbsp; orang ini telah mampu membuat Aryo berpikir tentang dirinya sendiri dan menyelami kembali makna integritas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6470921-109099773275651801?l=arissimetris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arissimetris.blogspot.com/feeds/109099773275651801/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6470921&amp;postID=109099773275651801&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/109099773275651801'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/109099773275651801'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arissimetris.blogspot.com/2004/07/integritas-tiga-hari-lalu-aryo-bertemu.html' title=''/><author><name>Aris Simetris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00628685996901352704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6470921.post-109046573864027826</id><published>2004-07-22T10:07:00.000+07:00</published><updated>2004-07-22T10:08:58.640+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>TIDAK BISA CERITA&lt;br /&gt;Hey, I’m back.&amp;nbsp; Aryo&amp;nbsp; kembali masuk ke ruangan siar setelah sekian lama pikirannya kalut dan sangat tidak produktif di rumah saja. Kini ia kembali tidak dengan keadaan segar. Masih ada pikiran yang menggelayutinya.&amp;nbsp; &amp;nbsp;Pikiran itulah yang dijadikan tema siaran dia hari ini,&amp;nbsp; JATUH CINTA PADA ORANG YANG SALAH.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;“Listeners.&amp;nbsp; Kita sering kali atau minimal pernah mendengar ungkapan jatuh cinta pada orang yang salah. Katakan begini,&amp;nbsp;&amp;nbsp; seorang perempuan&amp;nbsp; mencintai pria yang&amp;nbsp; jelas-jelas brengsek. Si perempuan menderita lahir batin tapi &amp;nbsp;sama sekali tidak bisa lepas dari dia.&amp;nbsp; Lalu,&amp;nbsp; kakak si perempuan mengatakan, “Kamu jatuh cinta pada orang yang salah !”.&amp;nbsp;&amp;nbsp; Yang salah sebenarnya&amp;nbsp; perasaan jatuh cintanya ataukah diri kita yang salah mengarahkan jatuh cinta itu ataukah ungkapan itu sebenarnya yang salah ?&amp;nbsp; Komentar apapun kami terima di nomer&amp;nbsp; 0816 192 1111. “ &lt;br /&gt;Meski temanya muram. Aryo ingin membuat pagi ini bergairah. Let’s rock !&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Lagu Easy Lover dari Phillip Baley mengalun.&amp;nbsp; Lagu lama.&amp;nbsp; Tapi masih cukup efektif untuk membuat Aryo bergerak seiring beat.&amp;nbsp; Ini penting.&amp;nbsp; Karena hati Aryo sedang gundah. Pengalaman pribadinya sedang berada dalam momen menguji ungkapan “jatuh cinta pada orang yang salah”. &lt;br /&gt;Perempuan itu bernama Vera.&amp;nbsp; Perkenalan yang biasa.&amp;nbsp; Sehari setelah bertemu, Aryo langsung merasa kangen.&amp;nbsp; Aryo menganggap ini tanda-tanda.&amp;nbsp; Vera tidak cantik.&amp;nbsp; Cuma memang penampilannya menarik, seksi dan sangat paham mode.&amp;nbsp; Perbedaan umur 10 tahun.&amp;nbsp; Aryo selalu merasa bahwa jatuh cinta adalah momen yang sangat-sangat langka. Karena itu, begitu muncul, seharusnya kata hati itu diikuti. Aryo mengikuti. &amp;nbsp;Tapi baru satu &amp;nbsp;bulan kemudian Aryo merasa kata hati telah menuntunya ke arah yang salah.&amp;nbsp; Aryo bisa bercanda dengan Vera. Aryo bisa merasa intim berdekatan dengan Vera. Tapi, dalam lubuk hati, Aryo sebenarnya khawatir apakah dia bisa berkomunikasi dengan Vera.&amp;nbsp; Vera tipe introvet. Itu tidak masalah sebenarnya.&amp;nbsp; Yang masalah,&amp;nbsp; Vera tidak bisa bercerita !&amp;nbsp; Bahkan untuk hal-hal sepele, Vera tidak mampu bercerita.&amp;nbsp; Yang disampaikan Vera&amp;nbsp; sekadar informasi-informasi. Tidak pernah berupa cerita.&amp;nbsp; Puncaknya adalah kemarin. Aryo mencoba memancing dengan pertanyaan: Apa yang menarik dari masa kecil kamu.? Vera langsung menjawab ‘nggak ada’.&amp;nbsp; &amp;nbsp;Kenapa nggak ada, Aryo melanjutkan.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Mmm… ya memang nggak ada yang menarik.” jawab Vera langsung. &lt;br /&gt;Aryo frustrasi.&amp;nbsp; Bagaimana&amp;nbsp; bisa&amp;nbsp; dia jatuh cinta atau tertarik pada orang yang mengganggap hidupnya sendiri sama sekali tidak menarik ?!!&amp;nbsp;&amp;nbsp; Perasaan Aryo berkecamuk. Antara marah dan kasihan. Aryo ingin menangis. Apa dia masih berharap perempuan seperti ini bisa menjadi teman hidupnya &amp;nbsp;? &lt;br /&gt;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Lagu easy lover berakhir. &lt;br /&gt;Telpon berdering-dering. &lt;br /&gt;Mulai banyak komentar.&amp;nbsp; Tapi Aryo tidak konsentrasi. Ia sibuk dengan masalahnya sendiri.&amp;nbsp; Kadar cinta mungkin bisa diukur dari seberapa keras kita berusaha untuk memelihara hubungan itu. Dan, ketika sekarang Aryo sama sekali tidak tergerak untuk menghubungi dia lagi, apakah itu berarti sebenarnya dia tidak terlalu cinta pada Vera ?&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6470921-109046573864027826?l=arissimetris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arissimetris.blogspot.com/feeds/109046573864027826/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6470921&amp;postID=109046573864027826&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/109046573864027826'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/109046573864027826'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arissimetris.blogspot.com/2004/07/tidak-bisa-cerita-hey-im-back.html' title=''/><author><name>Aris Simetris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00628685996901352704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6470921.post-108747297357066027</id><published>2004-06-17T18:48:00.000+07:00</published><updated>2004-07-30T11:49:53.686+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>OPTIMISME-PESIMISME&lt;br /&gt;Ah, sudah lama jagoan kita –Aryo- tidak muncul. Dia masih siaran kok. Dia masih bergulat dengan tetek bengek kehidupan. Cuma, kadang-kadang dia skeptis dengan segala apa yang dipikirkan. Sebenarnya ada gunanya nggak sih pemikiran jika ternyata kita sama sekali tidak melihat ada efek yang berarti dari pikiran tersebut. Munculnya pemikiran seperti itu adalah ejawantah dari sikap pesimis. Sepanjang hidupnya, Aryo melihat dirinya sebagai lalu lintas optimisme dan pesimisme yang tak beraturan. Kadang-kadang Aryo melihat orang-orang di jalanan sebagai makhluk yang amat menyedihkan. Buang rokok sembarangan, nongkrong di pinggir jalan sepanjang hari, corat-coret tembok seenaknya. Sering terbersit: kenapa sih Jakarta dipenuhi orang-orang yang nggak ada gunanya seperti ini ? &lt;br /&gt;Tapi ini masalah menarik. Setiap orang mempunyai optimisme dan pesimismenya sendiri-sendiri. Aryo ingin membuka pintu lebar-lebar untuk perdebatan antara pesimisme dan optimisme. &lt;br /&gt;“Listeners, semua tindakan, pekerjaan, atau apapun yang kita lakukan berdasarkan apa yang kita yakini. Ada yang meyakini bahwa apapun di sekitar kita memungkinkan untuk diubah atau diperbaiki maka ia akan bertindak berdasarkan keyakinan itu. Begitu sebaliknya. Tapi ada juga yang ngomong bahwa optimisme dan pesimisme juga mungkin berasal dari bakat lahir. Ada yang begitu lahir langsung memandang dunia ini dengan kacamata suram dan ada yang memandangnya dengan warna-warna gemerlap. Karena itu, saat ini adalah saatnya membuka pintu untuk segala sikap optimisme-pesimisme. Kalian bebas mengemukakan optimisme dan pesimisme anda. Sebebas-bebasnya.” &lt;br /&gt;Kring kring. &lt;br /&gt;Optimisme dan pesimisme muncul silih berganti. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Optimisme: Dunia ini tercipta berdasarkan optimisme Tuhan bahwa manusia bisa menjaga martabatnya sebagai makhluk yang mulia. Makhluk yang berbudi luhur. Saling mengasihi sehingga tercipta sorga tanpa perlu sungai susu atau bidadari-bidadari cantik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesimisme: Taik kucing ! Dasarnya aja sih optimisme. Tapi kemudian Tuhan sadar bahwa tidak ada dasar untuk optimis. Manusia tetap saja brengsek. Antara orang jahat dan orang baik, masih tetap banyak orang jahat. Coba Anda jalan-jalan di blok m. Sebagai tes, jatuhkan dompet anda. Berapa peluang dompet anda dikembalikan ? Saya bisa pastikan, peluangnya adalah NOL ! &lt;br /&gt;Sekali melangkah keluar dari pintu rumah, maka anda sama sekali tidak menemukan alasan untuk optimis. Tidak ada satu pun yang berjalan dengan baik. Ketika berjalan di trotoar, anda punya kemungkinan untuk terperosok pada lobang yang lupa ditutup, lalu anda kesetrum. Ketika menyeberang jalan di saat lampu merah, anda punya kemungkinan ditrabrak sepeda motor yang ngebut tanpa mengindahkan lampu merah. Ketika anda melaporkan peristiwa pencopetan ke kantor polisi, anda punya peluang untuk diperas polisi. Jalanan di Jakarta adalah contoh bagus dimana tidak ada lagi tempat untuk optimisme. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Optimisme: Orang-orang pesimis selalu terjebak pada fakta-fakta. Orang optimis selalu gembira karena dia berpegang pada keyakinannya. Seberapa sering pun seorang optimis ditipu, dia tetap yakin bahwa pada dasarnya manusia adalah baik. Dengan meyakini hal seperti itu, orang optimis bisa tersenyum setiap saat. Ekspresinya tidak pernah cemberut. Mungkin saja dia mengalami peristiwa-peristiwa buruk, tapi dia tetap yakin bahwa di depannya ada hal-hal baik. Dengan begitu, hatinya selalu riang. Kemungkinan untuk kena serangan jantung pun kecil. So, kesimpulannya, lepas dari mana yang lebih “benar” bersikap optimis atau pesimis, terbukti bahwa dengan bersikap “optimis” akan lebih menguntungkan. Itu pointnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesimisme: hahaha…… saya tetap bisa tertawa. saya tetap bisa tersenyum. Meskipun…. seluruh hidup saya adalah totalitas dari sikap pesimisme. Saya tidak yakin perkawinan saya akan langgeng. Saya tidak yakin anak-anak saya akan jadi orang-orang yang bener. Saya tidak yakin diri saya bisa masuk sorga. Nonsense kalo dibilang sikap optimis lebih menguntungkan. Dalam bisnis, kalo anda terlalu optimis dalam memandang sikap baik hati orang lain, anda akan dimakan mentah-mentah ! Di sekeliling kita adalah binatang buas. Kita tidak bisa bersikap optimis dengan pura-pura menganggap sekeliling kita dipenuhi kelinci yang lucu-lucu. So, bisa terlihat kan betapa lemahnya logika optimisme itu menguntungkan. Saya bisa memiliki lima perusahaan semata-mata karena seluruh tindak-tanduk saya didasari oleh pesimisme terhadap pendapat bahwa semua orang pada dasarnya baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aryo tidak bicara apa-apa. &lt;br /&gt;Jika diteruskan, perdebatan ini tidak akan ada habisnya. &lt;br /&gt;Aryo merenung, jika sekarang kepalanya pusing mendengar segala simpang siur pendapat ini, itu pertanda dia optimis ataukah pesimis ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6470921-108747297357066027?l=arissimetris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arissimetris.blogspot.com/feeds/108747297357066027/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6470921&amp;postID=108747297357066027&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/108747297357066027'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/108747297357066027'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arissimetris.blogspot.com/2004/06/optimisme-pesimisme-ah-sudah-lama.html' title=''/><author><name>Aris Simetris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00628685996901352704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6470921.post-108441987375298493</id><published>2004-05-13T10:42:00.000+07:00</published><updated>2004-05-13T10:44:33.753+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>CANTIK 2&lt;br /&gt;Aryo menatap perempuan ini sekujur tubuh. Perempuan ini sama sekali tidak risih. Mungkin dia sudah terbiasa. Mungkin juga dia merasa tidak ada gunanya terganggu dengan isi kepala laki-laki yang cuma ada seks-seks-dan seks.  Aryo tidak berpikiran ngeres. Otak rasionalnya sangat jalan. Pagi ini begitu segar. Memang ada hubungannya dengan keadaan dia tidak terlalu tergoda dengan perempuan ini ?  Jelas ada. Ketika badan sedang segar, kita begitu gampang mengontrol diri.&lt;br /&gt;“Saya Adelia.”&lt;br /&gt;“Ibu ada janji dengan saya ?”&lt;br /&gt;“Panggil saya Lia saja.  Kemarin saya nelpon anda, dan anda memberi kesempatan saya jam 9 untuk ketemu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aryo mengerutkan keningnya. 24 jam dari sekarang saja bisa lupa, apalagi kejadian ribuan tahun yang lalu.  Tapi, Aryo memang tidak merasa janji dengan siapapun.  Tapi, sudahlah.  Aryo mengalah.&lt;br /&gt;“Baik. Tapi saya nggak bisa lama. Jam 10 saya siaran.”&lt;br /&gt;“Iya. Saya hapal jam siaran anda.”:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aryo masuk. Adelia mengikuti.  Baru kemudian Aryo ingat bahwa kemarin ada pendengar yang menelpon dan mengatakan bahwa dia punya masalah serius. Dia tidak menyebutkan masalah,  dia hanya minta waktu sekitar 30 jam untuk bicara langsung dengan Aryo.  Aryo tidak menanggapi.  Tapi, perempuan ini benar-benar datang. Yang tidak disangka  perempuan yang bermasalah ini ternyata sangat cantik. Dan, yang menjadi problem utama dia adalah kecantikannya !&lt;br /&gt;“Cantik itu hadiah yang mengandung paradoks di dalamnya. Di satu sisi memang membanggakan setiap detik setiap saat menjadi perhatian laki-laki. Tapi di sisi lain, halooooo, bisa nggak sih mereka melihat bahwa saya tidak sekadar punya wajah dan tubuh.  Saya punya otak dan kemampuan. Tidak satu pun laki-laki yang mendekati saya karena faktor lain selain cantik. Ada kalanya, duduk di bar sendirian kemudian seorang laki-laki mendekati. Momen seperti harusnya menyenangkan. Harusnya bisa dinikmati sebagai apresiasi laki-laki terhadap perempuan.  Tapi saya tidak.  Sedikit pun saya tidak bisa menikmati. Saya memandang jijik laki-laki seperti ini. Saya tidak bisa terima orang memperlakukan saya sebagai benda. Benda dikagumi cuma sebatas dari apa kelihatannya saja.  Saya bukan benda. Ada banyak dalam diri saya yang harusnya bisa dikenal lebih jauh. Karena itu, saya susah dapat pacar. Terakhir saya pacaran dengan duda umur 45. Posturnya gendut dan item.  Saya tidak peduli dengan wajah. Saya peduli dengan cara dia memandang diri saya. Dia mengenal saya dan jatuh cinta pada saya ketika saya kena cacar air. Seluruh kecantikan dan keseksian saya diselimuti bopeng-bopeng. Tapi dia tidak melihat itu, dia melihat betapa entengnya saya menghadapi musibah cacar air. Dan, itu yang dikagumi dari diri saya. Saya juga jatuh cinta pada dia.  Tapi, sayang, Tuhan menggariskan umur yang pendek pada dia.  Ahhhh…..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aryo memberi isyarat pada Adelia. Adelia paham.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya tidak sedang curhat. Saya cuma ingin menyampaikan pesan. Tidak semua wanita cantik ingin diperlakukan semata-mata sebagai wanita cantik. Mereka sebagaimana layaknya manusia juga punya banyak sisi yang berpotensi untuk dikagumi. Terima kasih buat Mas Aryo yang sudah ngasih kesempatan.  Selamat siang.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adelia melepas headphone.  Aryo memandangi Adelia sambil menelan air liur. Dia batalkan rencana untuk memuji kecantikan Adelia. Dalam hatinya terbersit: Kapan si Adelia ini terserang cacar air lagi…..?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6470921-108441987375298493?l=arissimetris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arissimetris.blogspot.com/feeds/108441987375298493/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6470921&amp;postID=108441987375298493&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/108441987375298493'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/108441987375298493'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arissimetris.blogspot.com/2004/05/cantik-2-aryo-menatap-perempuan-ini.html' title=''/><author><name>Aris Simetris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00628685996901352704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6470921.post-108416192541421810</id><published>2004-05-10T10:56:00.000+07:00</published><updated>2004-05-10T11:05:25.413+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>CANTIK&lt;br /&gt;Huruf C. Apa ya ?  Cantik.  Oke, kita bicara tentang “cantik”. Bukan suatu yang kebetulan jika di radio tempat Aryo bekerja terjadi peristiwa yang berkaitan dengan kata cantik. Ceritanya begini (tanpa bermaksud mencontek kata-kata yang biasa digunakan  Caroline Zachrie di KISMIS):&lt;br /&gt;Pagi sekitar jam 8.  Suasana kantor masih belum terasa ramai. Hanya ada satpam dan  seorang petugas pembersih. Pada saat itulah datang si perempuan ini. Cantik, tipe wajahnya mirip Jihan Fahira. Bentuk tubuhnya sangat ideal.  Ia mengenakan gaun terusan yang cukup ketat. Sekilas orang pasti sudah bisa menduga bahwa perempua ini dari kalangan berduit. Ah, lipstiknya aja pasti mahal,  pikir si satpam sambil menelan ludah. Pagi-pagi, belum sarapan, ketemu makhluk secantik ini sendirian yang sebelumnya dalam mimpi pun tak pernah muncul.&lt;br /&gt;“Mmm….ibu mau bertemu siapa ?”  tanya si satpam sesopan mungkin.&lt;br /&gt;“Pak Aryo.”&lt;br /&gt;“Sudah janji ?”&lt;br /&gt;“Saya memang kepagian. Harusnya jam 9. Tapi nggak apa-apa. Saya tunggu saja.”&lt;br /&gt;“Baik bu. Silakan tunggu. Mmm….ibu mau minum apa ?&lt;br /&gt;Perempuan itu tidak langsung menjawab.&lt;br /&gt;“Dingin atau panas ?” tanyanya lagi.&lt;br /&gt;“Panas,  teh boleh.”&lt;br /&gt;“baik bu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si pembersih lantai mengepel lantai pura-pura tidak mendengar.  Tapi sesekali pandangannya melirik ke arah perempuan itu. Dan, ketika si perempuan duduk, si pembersih sengaja mengepel lantai di sekitar dia duduk. Lumayan, melihat lutut dan sebagian paha yang putih mulus.&lt;br /&gt;“Ngapain ngepel di sini lagi ? Tadi kan udah.”  usir si satpam pada si pembersih.&lt;br /&gt;Dengan gondok si pembersih pergi kebelakang.  Satpam menyusul ke belakang.  &lt;br /&gt;“Buatin teh buat ibu.” perintah si satpam.&lt;br /&gt;“Buat aja sendiri !”&lt;br /&gt;“Hei .”&lt;br /&gt;“Situ yang nawarin minum, bikin aja sendiri.”&lt;br /&gt;“Tapi ini kan tugas situ ?!”&lt;br /&gt;“Enak aja. Saya cuma bertugas bersihin ruangan. Nggak ada hubungannya dengan bikin teh atau kopi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan sebal,  si satpam bikin teh sendiri dan menghidangkan pada perempuan itu.&lt;br /&gt;“silakan bu.”&lt;br /&gt;Perempuan itu hanya mengangguk. Tanpa senyum. Tapi itu sudah memuaskan si satpam. Satpam kembali duduk. Posisinya berhadapan dengan si perempuan itu. Ia mengeluarkan kotak cermin kecil dan membereskan dandanannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si pembersih masuk lagi sambil membawa lap basah. Ia mengelap kaca yang ada di sebelah perempuan itu. Si satpam memandangi si pembersih dengan ekspesi seakan-akan takut tindakan si pembersih melukai si perempuan.  Walhasil, setetes air terciprat dan mengenai pipi perempuan itu.  Slowmotion: air memercik, meloncat dengan gerakan sangat lambat (kalau perlu 1000 frame dalam satu detik) mengenai pipi si perempuan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si pembersih terlonjak kaget.  Si satpam tak kalah kaget, kekhawatiran bahwa sesuatu akan “melukai” perempuan itu benar-benar terjadi.&lt;br /&gt;Si pembersih buru-buru menghampiri si perempuan.&lt;br /&gt;“Ma –ma   af…..”&lt;br /&gt;Si satpam dengan gerakan cepat mencekal tangan si pembersih.&lt;br /&gt;“Lu bego amat sih !”&lt;br /&gt;Pada saat bersamaan Aryo memasuki ruangan.&lt;br /&gt;“Ada apa ini ?  tanya Aryo.&lt;br /&gt;Si satpam dan si pembersih seketika diam. si perempuan berdiri. Kali ini ia tersenyum, ke arah Aryo.&lt;br /&gt;“Selamat pagi pak Aryo.&lt;br /&gt;(BERSAMBUNG)&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6470921-108416192541421810?l=arissimetris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arissimetris.blogspot.com/feeds/108416192541421810/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6470921&amp;postID=108416192541421810&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/108416192541421810'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/108416192541421810'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arissimetris.blogspot.com/2004/05/cantik-huruf-c.html' title=''/><author><name>Aris Simetris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00628685996901352704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6470921.post-108320559446665514</id><published>2004-04-29T09:23:00.000+07:00</published><updated>2004-04-29T09:30:50.686+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>SORGA&lt;br /&gt;Aryo bangun jam lima.  Masih ada sisa adzan yang terdengar.  Tapi Aryo tidak tergerak untuk mengambil wudhu.  Entah sudah berapa bulan ia tidak pernah lagi sholat subuh. Ah, anehnya, kali ini ia sama sekali tidak merasa berdosa.  Merasa berdosa atau tidak memang sebuah persoalan yang sangat personal.  Inneke, di acara Lepas Malam kemarin, mengaku bahwa semua perubahan pada dirinya dimulai dengan rasa berdosa yang amat sangat. Waktu itu, cerita dia, ia tiba-tiba begitu bersemangat mendengar semua ceramah agama di tv-tv.  Ada satu ceramah yang membuat dia tersentuh. Di satu sisi, dia merasa dosanya bertumpuk-tumpuk karena sejak lahir sampai saat itu, ia sama sekali tidak pernah sholat. Di sisi lain, ia diyakinkan lewat ceramah itu bahwa Tuhan maha Pengampun kalau kita benar-benar mau tobat.  Maka, sim salabim.  Berubahlah Inneke !  Ketika ditanya apa rencana dia selanjutnya,  Inneke menjawab tegas:  menjalankan program untuk bisa masuk sorga.  Farhan tertawa. Inneke  menambahi:  lho, orang yang masuk sorga itu sedikit lho,  dan saya ingin menjadi bagian yang sedikit itu !  Farhan manggut-manggut.&lt;br /&gt;Dan, sekarang Aryo manggut-manggut.  Benarkah religiositas bisa seegois itu ?  Seakan-akan orang beriman –kalau bisa—masuk sorga sendirian. Tidak perduli dengan orang lain.  Aryo mencoba mengingat apa yang pernah dibacanya. Menurut riwayat, ketika Rasulullah menjelang meninggal cuma mengatakan “Umat…Umat….Umat…”  Cuma itu yang dikatakan.  Dia tidak mengatakan “Sorga….Sorga….Sorga.”   Spiritnya,  berdasarkan penafsiran Aryo yang terbatas,  buat apa Sorga kalau sebagian besar umat tidak menikmatinya. &lt;br /&gt;Pagi ini Aryo menyempatkan diri untuk berjalan-jalan dulu.  Ia sengaja berdiri di lapangan Banteng. Di situ adalah posisi yang strategis untuk memandang bangunan gereja dan masjid bersebelahan.  Istiqlal dan Theresia. Aryo mencoba membayangkan apa yang ada di benak orang-orang yang keluar masuk di gereja dan masjid itu.  Apakah mereka semua cuma memikirkan sorga ?&lt;br /&gt;“Listeners…. (Aryo menarik napas)…..setiap orang punya gambaran yang beda-beda tentang sorga. Danarto pernah mengatakan kalau sorga itu cuma kenikmatan seperti menikmati nasi panas dengan lauk ikan asin dan sambal, ia sudah puas.  Sebagian lain menggambarkan sorga adalah kebersamaan dengan orang-orang alim sambil terus-terusan menyebut nama Allah. Sebagian yang lain menggambarkan sorga adalah kenikmatian dikeliling para bidadari seksi nan cantik. Apapun gambaran anda tentang sorga, itu menggambarkan karakter anda. Anda termasuk yang hedonis, egois atau solider.”&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6470921-108320559446665514?l=arissimetris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arissimetris.blogspot.com/feeds/108320559446665514/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6470921&amp;postID=108320559446665514&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/108320559446665514'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/108320559446665514'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arissimetris.blogspot.com/2004/04/sorga-aryo-bangun-jam-lima.html' title=''/><author><name>Aris Simetris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00628685996901352704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6470921.post-108303406778638594</id><published>2004-04-27T09:46:00.001+07:00</published><updated>2009-03-19T09:54:36.938+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>PUISI&lt;br /&gt;Puisi sebenarnya adalah sesuatu yang sehari-hari. Setiap orang pada dasarnya bisa menulis puisi. Tidak percaya ?   Sitor Situmorang, seorang penyair terkenal, menulis serangkaian kata yang cuma terdiri 4 kata “bulan purnama di atas kuburan”  (Malam Lebaran).   Semua orang sepakat itu puisi.  Kalau melihat secara harafiah, maka harusnya setiap orang bisa membuat puisi. Apa susahnya coba merangkai cuma 4 kata ?!   Aryo berjalan di sebuah lorong di pasar baru, ia melihat puisi ditulis di tembok.  “Lebih baik kau tembak kepalaku daripada kau tembak hatiku.”  Percuma segala diskusi panjang untuk membahas itu puisi atau tidak.  Kata-kata milik siapa saja. Bisa seorang penyair, bisa seorang yang baru saja patah hati. Kata-kata ada dimana-mana.  Aryo mengingat ketika pertama kalinya ia menulis puisi.  Ia ingat waktu itu kelas 1 smp.  Ia begitu antusias ketika guru bahasa Indonesia menugaskan untuk menulis puisi. Ia menulis puisi dengan judul Doa Seorang Pengemis.  Akhirnya puisi itu yang terpilih di antara sekian banyak puisi untuk ditempel di majalah dinding. Aryo bangga.  Untuk pertama kalinya muncul kesadaran pada diri Aryo:  kata-kata bisa begitu sakti. Sejak puisinya ditempel itu, banyak teman perempuan Aryo ingin dibuatkan puisi.&lt;br /&gt;Kemarin seorang penelpon membacakan puisinya di radio. Aryo menengok ke arah Norma yang berkali-kali memberi isyarat supaya segera memotong puisi tersebut.  Tapi Aryo tidak memedulikan. Ia membiarkan penelpon itu membaca puisinya hingga tuntas. Di akhir puisi, penelpon itu menangis.&lt;br /&gt;“Saya berharap laki-laki itu mendengar puisi saya. Dia harus mendengar puisi saya !!.”&lt;br /&gt;Aryo tercenung. Sebagian orang membuat puisi untuk dibaca sebanyak-banyak orang. Sebagian orang menulis puisi untuk khusus satu orang. Begitu fokus. Begitu sakral. Seakan puisi tersebut tidak ada relevansinya sama sekali jika dibaca oleh orang yang bukan sasaran puisi itu dibuat.  Mungkin dia tidak pernah tahu apakah puisi itu sudah sampai atau belum pada orang yang ditujunya itu.  Tapi puisi telanjur tercipta.  Bisa saja orang tersebut akhirnya mendengar dan mengetahui puisi itu. Tapi kemudian ternyata ia tidak peduli, atau mungkin sama sekali tidak paham apa maksud puisi itu dibuat. Lalu, apa gunanya puisi kalau begitu ?&lt;br /&gt;Aryo tercenung di pinggir jendela. Lalu tercipta sebuah puisi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;aku suka bermain jendela.&lt;br /&gt;buka tutup buka&lt;br /&gt;berharap  angin masuk membawa cerita&lt;br /&gt;tentang tempat sembunyi sorga&lt;br /&gt;yang sudah lama tenggelam&lt;br /&gt;dalam kemolekan acara televisi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku suka bermain jendela&lt;br /&gt;buka tutup buka tutup&lt;br /&gt;cilukba dengan bayangan sendiri&lt;br /&gt;dalam bentuk yang tidak aku  kenali&lt;br /&gt;seakan baru kembali dari sebuah negeri&lt;br /&gt;tempat segala monster dan peri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku suka bermain jendela&lt;br /&gt;buka tutup buka tutup buka&lt;br /&gt;menunggu sepenggal sorga menyatu dengan diri.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aryo kembali berpikir. Puisi itu untuk orang tertentu, untuk sebanyak-banyak orang atau  --jangan-jangan—untuk dirinya sendiri.  Tapi itu tidak penting. Ia tetap sebuah puisi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6470921-108303406778638594?l=arissimetris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arissimetris.blogspot.com/feeds/108303406778638594/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6470921&amp;postID=108303406778638594&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/108303406778638594'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/108303406778638594'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arissimetris.blogspot.com/2004/04/puisi-puisi-sebenarnya-adalah-sesuatu.html' title=''/><author><name>Aris Simetris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00628685996901352704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6470921.post-108139852027441760</id><published>2004-04-08T11:07:00.000+07:00</published><updated>2004-04-08T11:32:27.733+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>KEINGINAN SEDERHANA&lt;br /&gt;Aryo terbangun dalam keadaan teringat sesuatu. Sesuatu yang merupakan keinginan sederhana, entah kapan sempat tercetus,  tapi tiba-tiba pagi ini menjadi keinginan yang begitu bernafsu diwujudkan. Keinginan itu adalah  bertemu dengan teman-teman SMA dan ngobrol ngalor-ngidul tentang kehidupan waktu itu tanpa menyinggung sedikit kehidupan masa kini. Keinginan sederhana karena memang tinggal angkat telpon untuk mengumpulkan semua teman SMA-nya. Tapi, di balik kesederhanaan itu terdapat kemustahilan.  Tidak mungkin sepenuhnya bernostalgia tanpa sedikit pun menyerempet basa-basi tentang kehidupan sekarang. Bagi Aryo, kalau sudah membicarakan kehidupan sekarang, berarti sudah dicemari oleh rasa pamer.  Si Joni pamer tentang mobil Audi terbarunya, Si  Prapto dengan sedkit bercanda menyinggung sebuat proyek bernilai 500 M yang sedang ditanganinya,  si Badil menceritakan kebanggaannya  mempunyai anak yang bisa menjadi finalis olimpiade fisika tingkat SD.&lt;br /&gt;Tidak ada yang salah dengan semua cerita itu.&lt;br /&gt;Tapi Aryo  tidak sedang menginginkan itu.  Ia ingin sebuah perjalanan kembali ke masa lalu yang benar-benar steril.&lt;br /&gt;“Listeners sekalian.  Betapa absurdnya sebenarnya hidup ini. Mencari makna hidup sudah pasti hampir mustahil.  Oke.  Nah, sekarang, ketika kita punya keinginan sederhana pun, kok ya mustahil juga. Saya ingin bertemu dengan teman-teman SMA, ngobrol, tanpa sedikit ngomongin  masa kini. Saya ingin suasana nostalgia yang steril dari keinginan untuk menonjolkan diri.  9 dari 10 orang yang mendengarkan acara ini pasti menganggap keinginan saya ini mustahil.  Orang tak bisa ditahan untuk tidak membicarakan keberhasilan dirinya sendiri. Oke, mari kita sharing. Adakah di antara anda yang mempunyai keinginan sederhana tapi ternyata nyaris mustahil.”&lt;br /&gt;Aryo meminum kopi sambil menunggu telpon. Di hadapannya terlihat Norma dengan make up yang tampak lain.  Norma benar-benar menggunakan make up yang lain ataukah Aryo melihat secara lain.&lt;br /&gt;"Kamu punya keinginan sederhana apa Nor ?"&lt;br /&gt;"Apa mas ?"&lt;br /&gt;"Topik kita kan keinginan sederhana yang nyaris mustahil. Kamu punya keinginan apa yang menurut kamu nyaris mustahil untuk diwujudkan ?"&lt;br /&gt;"Menjadi penyiar !"&lt;br /&gt;"Menjadi penyiar ? Maksudmu ?"&lt;br /&gt;"Iya. menjadi penyiar. Saya ingin menjadi penyiar walau cuma sehari."&lt;br /&gt;"Oke.  Sekarang kamu duduk di sini, aku duduk di tempat kamu."&lt;br /&gt;"Ah mas bercanda."&lt;br /&gt;"Lho saya serius !"&lt;br /&gt;"Jangan-jangan.  Nggak jadi mas."&lt;br /&gt;"Udah terlambat. Kamu harus duduk di sini sekarang.  Saya ingin buktiin bahwa keinginan kamu itu nggak mustahil."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Norma melihat Aryo yang tampak serius. Aryo berdiri dan melangkah ke tempat Norma.  Norma dengan ragu-ragu juga berdiri dan melangkah menuju tempat Aryo. Mereka ganti posisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lis…listeners…. sekalian.  Perkenalkan saya Norma…….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Norma tersedak. Ia merasa pilihan kata-katanya sangat norak. Ia menoleh kea rah Aryo.  Aryo sama sekali tidak peduli.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Baik.  Saya akan menerima telpon dari anda. Ceritakan saja apa keinginan anda yang anda anggap mustahil itu. Siapa tahu ternyata nggak se-mustahil yang anda sangka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telpon berdering.&lt;br /&gt;"Ya Halo. Silakan langsung saja."&lt;br /&gt;"Gue Leman. Gue nggak tahu ini keinginan sederhana ato nggak. Menurut gue sih sederhana, tapi kok ya mustahil banget kayaknya.  Gue suka lari sore di senayan.  Gue sering banget lihat  Cornelia Agatha juga lari.  Gue Cuma pingin lari persis di sebelah dia lalu sesekali ngobrol "capek lu ye"  "kayaknya lu agak kurusan deh" "gue suka banget akting lu di film x".  Nah sederhana kan. Tapi sampai sekarang gue cuma bisa ngeliat dia tanpa action bo."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telpon berdering lagi.  Begini komentarnya:&lt;br /&gt;"Keinginan Leman itu mah nggak mustahil. Si Leman-nya aja yang nggak pede. Apa susahnya lari deket dia persis lalu sok akrab ngobrol ama dia.  Paling-paling juga dicuekin. Nah, keinginan aku ini baru bisa dibilang mustahil. Aku ingin menyenangkan mama aku. Dia sudah tua. Aku berusaha membelikan cincin, kalung atau makanan enak.  Tapi Mama aku selalu melempar semua pemberian aku. Aku terlalu dibencinya.  Tak ada satu pun pemberian atau tindakan aku yang bisa membuat dia senang karena semua bagian dari diriku adalah sesuatu yang dibencinya.  Aku Cuma berharap dia mau menerima salah satu pemberian aku. Itu sudah cukup. Aku tak berharap muluk-muluk supaya mama mau mencintai aku.….."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telpon terputus.  Norma juga terpana. Ia menoleh ke Aryo yang masih pura-pura menunduk dan tidak peduli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Listeners,  keinginan sederhana yang mustahil.  Ahhhh… betapa absurd.  Kenapa  masih disebut sederhana kalau mustahil ?   Saya protes sama Mas Aryo. Keinginan ya keinginan.  Nggak perlu disebut sederhana atau nggak sederhana. Saya ingin jadi penyiar. adalah keinginan dan ternyata tidak mustahil.  Leman ingin lari bareng  Cornelia dan ternyata sulit banget untuk mewujudkannnya padahal Cornelia sudah di depan mata.  Penelpon satunya lagi ingin sekadar mamanya mau menerima pemberian dia (Norma menarik napas)  dan ternyata itu begitu mustahil karena kebencian mama.  Manusia selalu punya keinginan. Dan ketika kita tidak mampu memenuhi keinginan itu --yang mungkin kelihatan sederhana, sepele dan tidak ada artinya--  maka lengkaplah kita sebagai makhluk yang tidak berdaya.  Di situlah letak absurd yang sesungguhnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aryo melihat ke arah Norma. Kali ini Norma yang pura-pura menunduk dan tidak peduli. Padahal hatinya sedang bergemuruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6470921-108139852027441760?l=arissimetris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arissimetris.blogspot.com/feeds/108139852027441760/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6470921&amp;postID=108139852027441760&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/108139852027441760'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/108139852027441760'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arissimetris.blogspot.com/2004/04/keinginan-sederhana-aryo-terbangun.html' title=''/><author><name>Aris Simetris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00628685996901352704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6470921.post-108123367032350885</id><published>2004-04-06T13:38:00.001+07:00</published><updated>2009-03-19T09:52:57.601+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div&gt;SAKIT&lt;/div&gt;Aryo baru sembuh dari sakit. Sudah lama tidak hadir di studio. Ada yang sangat dirindukan. Cuap-cuap di depan corong. Bisa membicarakan apa saja, tentang apa saja.  Mendengar berbagai komentar,  yang kadang-kadang terdengar sangat bodoh. Tapi Aryo selalu menganggap itu sebagai ujian kesabaran. Bukankah itu kesabaran namanya kalau kita berusaha menahan diri untuk berkomentar apapun mendengar suatu opini yang bodoh atau bahkan salah ?&lt;br /&gt;Selama sakit Aryo banyak membaca buku. Salah satunya adalah Menikmati Filsafat melalu Film-Film Science Fiction.  Aryo mulanya tidak yakin buku ini bermutu.  Apalagi terjemahan, tahu sendiri lah  mutu terjemahan kita sering kali justru membuat kita jadi lebih pusing membacanya.  Tapi berbeda dengan kasus ini.  Aryo sangat menikmati. Ada beberapa poin yang masih bisa diingat.  Terutama bagian mengenai determinisme.  Pembahasan mengenai determinisme ini bertumpu pada film Minority Report yang cerita garis besarnya adalah usaha untuk meramalkan terjadinya kejahatan.&lt;br /&gt;Kembali ke determinisme. Selama ini Aryo berpandangan bahwa determinisme adalah paham yang menerima kejadian apapun dengan kepasrahan mutlak. Ternyata jalan pikirannya bukan begitu. Determinisme mengacu pada pandangan bahwa semua hal mempunyai sebab.  Segala tindakan kita pun mempunyai sebab. Oleh karena itu adalah nonsense bahwa kita memiliki “kebebasan memilih”.    Tidak ada yang bebas jika semua punya sebab.  Tindakan Aryo  menulis  tidak semata-mata karena Aryo  bebas menentukan dirinya  menulis atau tidak menulis.  Aryo  menulis ini karena ada sebab lain, misalnya Aryo  merasa perlu untuk mengungkapkan sesuatu setelah sekian lama terpendam.  Mungkin juga karena di dalam lubuk hati Aryo  ada keyakinan untuk terus menjaga disiplin menulis. Jadi, tindakan Aryo menulis tidaklah mutlak akibat pilihan bebas dia.  Sulit dipahami ?   Hehehe….&lt;br /&gt;Aryo kemudian beralih ke arah pilihan kawin atau tidak kawin.  Benarkah  seseorang punya kebebasan mutlak untuk memilih antara kawin, kawin nanti atau tidak kawin.  Jika ketiga-tiganya adalah sesuatu yang disebabkan oleh sesuatu yang sebelumnya terjadi,  apakah benar kita berada dalam situasi yang bebas  memilih di antara ketiganya ?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6470921-108123367032350885?l=arissimetris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arissimetris.blogspot.com/feeds/108123367032350885/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6470921&amp;postID=108123367032350885&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/108123367032350885'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/108123367032350885'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arissimetris.blogspot.com/2004/04/aryo-baru-sembuh-dari-sakit.html' title=''/><author><name>Aris Simetris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00628685996901352704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6470921.post-107935098467424471</id><published>2004-03-15T18:41:00.002+07:00</published><updated>2009-03-19T10:24:10.268+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>KENANGAN&lt;br /&gt;Terbuat dari apakah kenangan.  Begitu judul salah satu cerpen Seno Gumirro Ajidarma. Maksudnya, mengapa kenangan itu begitu hebatnya sehingga orang bisa tergugah, menangis, emosional atau bahkan dengan sengaja mengejar kenangan yang selalu ada di otaknya.  Jangan-jangan kenangan memang bukan  sebuah kombinasi bahan kimia, tapi organisma hidup !     Organisma ini dimulai dari sebuah  peristiwa.  Ia mengendap dalam memori beberapa saat,  lalu tumbuhlah ia menjadi sebuah organisma baru.  Setiap organisma ini terus-menerus  menggeliat.  Sebagian geliatnya bisa  mendesak dan menyakiti.  Ia menyenggol pipa kesedihan dan tumpahlah  air mata. Tapi, di lain waktu ia mendobrak tong keriaan sehingga berhamburan  rasa bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aryo  terganggu dengan masalah kenangan ini. "Listeners,  adakah kenangan yang begitu kuat menyentak anda laksana belut listrik,  menyengat anda begitu sakit seperti  sengatan kalajengking ?"&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Seorang laki-laki umur 36 tahun menyuarakan pendapatnya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Kenangan yang menyengat adalah kenangan tentang perempuan bernama Sandra. Saya sudah berjanji dalam hati  tak akan pernah menghubungi dia. Sandra sudah menikah.  Apapun kondisi pernikahannya, seharusnya saya bisa menahan diri untuk tidak menghubungi Sandra.   Tapi,    kenangan tentang Sandra adalah  organisma hidup yang  tak pernah kehabisan napas untuk menggeliat-geliat.  Kali ini geliatnya begitu hebat. Terbayang wajahnya.  Terbayang  air matanya.  Terbayang betapa sampai detik ini ia masih mengkhawatirkan saya. ?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sayangnya –atau untungnya--  rute perjalanan organisma kenangan ini tidak pernah kita ketahui.   Selalu menjadi unsur   tak terduga. Bahkan ketika   kita berniat mengingat kenangan,  kita pun tak tahu mengapa kita begitu ingin mengingat kenangan.  Kali ini rute organisma itu melewati ruangan hampa dalam dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bagian lain dirinya, ada yang sok kritis:  semua kenangan itu kan semu ?  Peduli amat. Bukankah  kita hidup selama ini cuma  bertopang pada berbagai hal semu yang jadi satu ? &lt;br /&gt;"Listeners,  mari kita mengheningkan cipta. Kosongkan pikiran.  Biarkan satu kenangan hinggap dalam tempurung kepala kita.  Jangan memilih, jangan menyeleksi.  Biarkan saja. Akan ada banyak wajah dan nama yang berkelebat.  Tapi, pasti cuma satu yang paling sering dan lama. Lalu, fokuslah pada nama dan wajah itu.  Setelah itu, cobalah menjawab pertanyaan: terbuat dari apakah kenangan ?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6470921-107935098467424471?l=arissimetris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arissimetris.blogspot.com/feeds/107935098467424471/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6470921&amp;postID=107935098467424471&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/107935098467424471'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/107935098467424471'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arissimetris.blogspot.com/2004/03/kenangan-terbuat-dari-apakah-kenangan.html' title=''/><author><name>Aris Simetris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00628685996901352704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6470921.post-107830789583095707</id><published>2004-03-03T16:54:00.000+07:00</published><updated>2004-03-03T17:01:13.796+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>BENAR&lt;br /&gt;Giliran hari ini adalah kata berawalan huruf  'b'.   Otak langsung merujuk ke  kata BENAR.  Kata ini begitu ajaib sehingga mengikuti hampir sepanjang hidup setiap orang dengan tahapan evolusi yang cukup unik.  Saat balita, 'benar' menjadi sesuatu yang sangat sederhana. Kita cuma berkaca dari reaksi orang-orang di sekitar kita.  benar atau salahnya kita  mengucapkan kata  ‘mama’  bisa dilihat  dari reaksi orang-orang sekitar kita.   Kalau   salah, mereka tersenyum dan menyemangati. Ketika benar,  mereka tetap tersenyum dan bersorak.&lt;br /&gt;Beberapa tahun kemudian, kita belajar mengenai 'benar' yang lain.  Benar sekarang menjadi lebih eksak.  Kita belajar satu tambah satu sama dengan dua.  Kita mulai mendapatkan reaksi yang tidak menyenangkan kalau kita berani-berani ngotot bahwa satu tambah satu adalah tiga, apalagi seribu. &lt;br /&gt;Tahap berikutnya, benar dan salah menjadi sedikit lebih rumit. Kita mulai melihat ada sesuatu yang tidak benar di keluarga kita, tapi benar di keluarga lain.  Kita tidak boleh menonton tv setelah jam tujuh malam,  tapi si Badrun dengan enaknya bisa menonton hingga jam 12. Badrun boleh langsung menyela pembicaraan orang lain, tapi kita diajari untuk bersikap sopan terhadap orang yang lebih tua sehingga jangan sampai menyela pembicaraannya. Benar sudah bukan bagian dari ilmu pasti lagi.&lt;br /&gt;Saat remaja,  kata 'benar' meneror kita lebih deras lagi. Walau tidak diinginkan, tiba-tiba saja muncul pertanyaan benarkah Tuhan itu ada ?  Jika Tuhan itu benar-benar ada kenapa dunia tidak pernah benar ?!  ah, Aryo ingat ketika ibunya tidak sengaja membaca ungkapan pikirannya itu di buku hariannya.  Ibunya menangis.  Kata-kata ibunya yang sampai sekarang masih ia ingat: kenapa begitu sulit bagi kamu memahami kita harus sujud sembahyang tiap hari….&lt;br /&gt;Setelah itu, perspektif benar atau salah memasuki tahap yang paling rumit. Mencari apa yang benar menjadi sesuatu yang tidak terpola dengan baik dan cenderung chaos. Aryo punya tips sederhana: ketika ia dirongrong dengan berbagai pertanyaan yang bersifat filosofis, ia harus segera mengubahnya menjadi pertanyaan manajemen praktis.  Dan, itu Cuma mengubah kata tanya saja.   Dari "mengapa" menjadi "bagaimana".   Mengapa kita harus hidup diubah menjadi  bagaimana kita harus hidup.&lt;br /&gt;Tapi dalam kasus kali ini,   Aryo sama sekali tidak bisa menerapkan  tips ini. Aryo dihadapkan pada dilema benar dan salah.  Atasannya memerintahkan mewawancarai mantan ketua sebuah badan pemerintah yang baru saja dibubarkan.  Atasannya wanti-wanti,  wawancara ini harus diarahkan pada perspektif yang mendukung badan tersebut di tengah banyak pendapat kontra.  Apa yang harus dilakukan Aryo ?  banyak pilihan benar yang tersedia.  Pertama,  melakukan apa yang diperintahkan atasan.  Kedua, menempuh jalan aman supaya ia tetap bisa mendapatkan nafkah yang diperlukan juga untuk biaya perawatan ibunya.  Ketiga, menolak perintah ini karena hanya akan memberi dia kesempatan lebih banyak membohongi publik.  Aryo tidak perlu merasa berada dalam dilema jika bisa larut dalam tradisi korupsi di negeri ini. Tapi, akhirnya inilah yang dia katakan: "listeners, sejak lahir kita selalu dilingkupi oleh persoalan benar-salah.  lahir dari ibu yang tidak benar saja kita  bisa celaka seumur hidup.  Sekarang setelah dewasa, bisakah kita bebas dari benar-salah?    Saya –dengan sangat sejujurnya—sangat ingin bebas dari persoalan benar-salah. nah, karena itu, begitu ada bapak Dobol di sini sebagai mantan ketua badan yang sangat bergengsi, saya akan berhenti sejenak membicarakan benar atau salah.   Bapak ini tidak pernah peduli akan benar dan salah toh masih bisa tersenyum dan –tentu saja—kaya raya. bapak ini menjadi bukti betapa tahap-tahap kepribadian kita dalam memahami benar-salah itu sama sekali tidak ada gunanya……”&lt;br /&gt;Aryo nyerocos terus,  ia tidak peduli tindakannya ini dianggap benar atau salah.  Ia ingin bebas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6470921-107830789583095707?l=arissimetris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arissimetris.blogspot.com/feeds/107830789583095707/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6470921&amp;postID=107830789583095707&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/107830789583095707'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/107830789583095707'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arissimetris.blogspot.com/2004/03/benar-giliran-hari-ini-adalah-kata.html' title=''/><author><name>Aris Simetris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00628685996901352704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6470921.post-107819762108008725</id><published>2004-03-02T10:17:00.001+07:00</published><updated>2009-03-19T09:51:45.760+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div&gt;BUDDY&lt;/div&gt;Pagi-pagi sekali,  Aryo terbangun.. Tidak ada mimpi aneh yang membangunkannya. Cuma sekadar reaksi biologis yang menyatakan bahwa tidurnya sudah cukup. Aryo tidak bisa memejamkan mata lagi.  Ternyata di rak ada satu DVD yang masih belum sempat ditonton.  Judulnya Bounce.  Bintangnya Ben Affleck dan Gwyneth Paltrow.  Film diawali dengan situasi menjelang natal.  Di bandara banyak penerbangan tertunda karena badai salju. Tiga orang asing saling ketemu sekedar ngobrol. Obrolan biasa.  Tapi tiba-tiba Buddy kasihan pada Greg yang ingin cepat pulang karena punya anak-istri.  Buddy memberikan tiket pesawatnya  yang berangkat lebih dulu.  Greg merasa sangat berterima kasih.  Tapi, sesuatu terjadi.  Pesawat itu jatuh !  semua penumpangnya tewas.&lt;br /&gt;Buddy merasa terbebani, dia menjadi stress.  Dia sempat dirawat di pusat rehabilitasi penderita kecanduan alkohol.  Buddy berusaha mengobati rasa bersalahnya dengan berbuat kebaikan pada janda mendiang Greg  --Abby (Gwyneth Paltrow).  Cerita bergulir pelan hingga mereka saling jatuh cinta.   Menjelang akhir,  sebelum Buddy sempat mengakui semuanya,  Abby terlanjur tahu lebih dulu.  Abby merasa dibohongi. Ia mengusir Buddy dan memaksa dia untuk mengucapkan good bye pada kedua anaknya. Ini adegan yang paling menarik.  Buddy menitikan air mata dan berlutut. Semua terasa wajar. Ia ingin menunjukkan bahwa ia pun mengalami masa-masa berat karena harus menanggung rasa besalah telah memberikan tiket itu pada Greg,  tapi juga bukan sesuatu yang direncanakannya kalau sekarang dia jatuh cinta pada Abby.&lt;br /&gt;Aryo kagum.&lt;br /&gt;Kadang-kadang sesuatu yang dahsyat itu tidak selalu berasal dari sesuatu yang gegap-gempita. Sesuatu yang dramatis tidak selalu terbentuk dari suara yang meraung-raung.  Aryo terpekur.&lt;br /&gt;"Para listeners, ada suatu ungkapan yang pernah saya tulis indah di sebuah kertas dan saya tempel di tembok. Ungkapan itu berbunyi: hidup ini adalah seni mengambil kesimpulan yang memadai dari berbagai premis yang tidak memadai.  Mungkin agak sulit mencerna kata-kata itu.  Tapi sebagai contoh, katakanlah hidup anda  dipenuhi oleh berbagai pengalaman yang tidak enak dalam berhubungan cinta. Selalu gagal.  Selalu ketemu wanita yang salah. Dari sekian banyak pengalaman yang tidak enak ini, anda harus tetap mengambil kesimpulan yang memadai supaya anda bisa melanjutkan hidup yang sehat dan berarti. Katakanlah anda mengambil kesimpulan bahwa semua wanita adalah bajingan, maka tertutup semua pintu bagi anda untuk menjalin hubungan dengan lawan jenis.  Tapi, di sisi lain, jika anda berkesimpulan bahwa semua wanita adalah bidadari, anda berarti lebih bodoh dari keledai yang tidak pernah mengulang kesalahan hingga dua. Di situlah letak seni menarik kesimpulan yang memadai itu. Nah, kalau anda punya dilema seperti ini, bagilah cerita  dengan kami."&lt;br /&gt;Sungguh di luar dugaan,  ada salah satu pendengar –mengaku bernama Lela-- yang juga sedang terkesan dengan film Bounce.  Terutama terkagum-kagum  dengan karakter Buddy.&lt;br /&gt;"Kalo ada karakter seperti Buddy itu saya akan kejar kemanapun sampai dapat.  Saya menangis melihat ketulusan seperti itu.  Ah, adakah laki-laki seperti itu ?!  sepanjang hidup saya, saya Cuma ketemu laki-laki bajingan. Laki-laki yang hiperpragmatis.  Kalau sudah tidak butuh lagi, buang saja !   Nah seperti yang dibilang Mas Aryo, di sinilah letak dilema itu.  Saya harus mengambil kesimpulan yang memadai.  Saya tidak pernah bisa thingking positive  pada laki-laki, tapi saya sadar “pengalaman kadang-kadang adalah guru yang menyesatkan”.  Saya juga mesti melihat pengalaman orang lain.  Sedikit banyak saya masih optimis terhadap karakter baik dari laki-laki. Saya punya harapan ada sosok setulus  Buddy,  tapi ada juga pengawas di hati saya yang selalu mengingatkan saya untuk tidak terlalu muluk berharap.  Dua hal itu sudah cukup bagi saya tidak cepat-cepat mengambil kesimpulan yang memadai mengenai laki-laki.  Dengan demikian, juga tidak buru-buru mengambil kesimpulan yang memadai tentang hidup."&lt;br /&gt;Aryo tercenung.&lt;br /&gt;Dalam benaknya berkecamuk sebuah bayangan:  di dunia ini ada 5 milyar manusia dengan kemungkinan 5 milyar juga variasi pengalamannya, tentunya dengan ribuan milyar premis yang tersedia, berapa banyak kesimpulan memadai yang tersedia ?&lt;br /&gt;Aryo tersenyum, persoalan filosofis kok bisa menjelma menjadi persoalan matematis ya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6470921-107819762108008725?l=arissimetris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arissimetris.blogspot.com/feeds/107819762108008725/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6470921&amp;postID=107819762108008725&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/107819762108008725'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/107819762108008725'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arissimetris.blogspot.com/2004/03/pagi-pagi-sekali-aryo-terbangun.html' title=''/><author><name>Aris Simetris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00628685996901352704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6470921.post-107785649401941798</id><published>2004-02-27T11:32:00.001+07:00</published><updated>2009-03-19T09:50:22.197+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div&gt;AMANAH&lt;/div&gt;Secara rutin Aryo membahas kata-kata.  Hari ini dimulai dengan huruf  "A".   secara acak, yang terlintas di pikiran Aryo adalah kata "Amanah".  Aryo mengecek di kamus.  Kata tersebut bermakna:  menitipkan sesuatu pada orang orang.  That’s all !   Cuma itu.  Tidak ada sakral-sakralnya.   Menitipkan ‘sesuatu’ pada orang lain.  Sesuatu bisa sangat tidak terbatas.  Bisa mobil,  bisa anak, bisa juga sandal jepit atau celana dalam.  Dalam kata amanah tidak terkandung  sebuah konsekuensi jika amanah itu dilanggar.  Tapi kenapa agama seakan-akan meletakan soal amanah ini dalam posisi yang begitu tinggi. Seringkali penceramah bilang,  jabatan adalah amanah karena itu kita mesti bersungguh-sungguh.  Apa makna amanah di sini kalau merujuk pada kamus ?  apakah itu artinya jabatan adalah sesuatu yang dititipkan oleh seseorang (atau orang banyak)  pada kita ?  ah, kok jadi ruwet begini.   Yang jelas, amanah itu tidak harus sesuatu yang penting. Bahkan mungkin saja  sesuatu itu sangat sepele atau mungkin najis sehingga harus dititipkan ke orang lain.  Misalnya, seseorang punya anak yang sangat bandel. Karena sudah tidak bisa mengatasi dia menitipkan anak itu ke orang lain.  Apakah orang yang dititipi anak ini mempunyai kewajiban moral tertentu  (ingat:  anak ini cuma sekadar manifestasi lepas tanggung jawab dari orang yang menitipkan)  ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang religius (atau sok religius ?) mungkin akan mengatakan bahwa semua yang ada pada diri kita adalah amanah dari Tuhan.  Berdasarkan makna dari kamus, maka pengertiannya adalah Tuhan menitipkan sesuatu pada kita.  Benarkah ?  kalau Tuhan memang maha pemurah, kenapa Dia cuma menitipkan sesuatu ?  kenapa Tuhan tidak memberikan sesuatu ?    Hahaha…..&lt;br /&gt;"listeners, saya tidak tahu anda hari ini sedang dititipin apa.  Mungkin ada yang seneng karena dititipin sesuatu,  tapi mungkin juga malah ada yang bete berat telah dititipin sesuatu. Oke. Silakan telpon saya. Ceritakan pengalaman  anda."&lt;br /&gt;Mulailah muncul banyak kisah. &lt;br /&gt;Inilah salah satu kisah itu.&lt;br /&gt;---Buce tidak pernah menyangka suatu hari dititipi "sesuatu" yang sangat besar.   Seorang temannya menitipi uang sebesar Rp 1.400.000.000.  lihat, nolnya ada delapan !  buce tidak pernah melihat uang dalam bentuk tunai-nya.  Yang ia lihat Cuma barisan angka nol di buku tabungannya.  Temannya tidak memberikan penjelasan kenapa ia menitipkan uang sebanyak itu di tabungannya.  Buce  --dengan pengetahuannya yang terbatas—hanya bisa menduga-duga.  Mungkin saja itu money laundering. Kalau terjadi sesuatu,  dia yang akan berurusan dengan polisi. Tapi, di sisi lain, Buce merasa berutang budi pada temannya itu karena pernah menampung di rumahnya ketika ia sama sekali tidak punya tempat untuk tinggal.  Kini dia diberi amanah. Temannya menitipkan sesuatu pada dirinya.  Amanah ini jelas tidak memberi manfaat apapun pada dirinya. Bahkan membahayakan. Dia sadar:  dia harus punya langkah antisipasi terhadap amanah jenis ini. Sekarang Buce sudah lumayan tenang.  Minimal dalam benaknya sudah tidak ada kekhawatiran akan menjadi urusan polisi kalau sesuatu terjadi.&lt;br /&gt;"Listeners,  amanah tidaklah sakral.  Kalau merasa tidak ada untungnya, kenapa pula kita tidak segan-segan menolaknya. Apakah ini berarti saya terlalu mementingkan pertimbangan untung-rugi ?   ah, kenapa pula harus malu mengakuinya.  Pengertian amanah dalam kamus adalah perspektif untung-rugi juga. Semoga Tuhan mengampuni kita kalau salah menafsirkan makna kata  amanah."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6470921-107785649401941798?l=arissimetris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arissimetris.blogspot.com/feeds/107785649401941798/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6470921&amp;postID=107785649401941798&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/107785649401941798'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/107785649401941798'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arissimetris.blogspot.com/2004/02/secara-rutin-aryo-membahas-kata-kata.html' title=''/><author><name>Aris Simetris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00628685996901352704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6470921.post-107710545960758113</id><published>2004-02-18T18:57:00.002+07:00</published><updated>2009-03-19T09:48:55.324+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div&gt;MURUNG&lt;/div&gt;Pernah tidak merasakan ketika bangun pagi hari tiba-tiba terasa murung tanpa sebab ?  tidak ada kejadian sedih tadi malam atau tidak sedang menanggung masalah tapi terasa seolah-olah semua kesedihan ditumpahkan pada hari itu.  itulah yang dirasakan Aryo hari ini. begitu membuka mata dan melihat ke jendela,  awan terasa lebih hitam dari mendung-mendung biasanya. Aryo berpikir, "jangan-jangan pada dasarnya setiap laki-laki juga mengalami menstruasi. tidak biologis, tapi psikologis."  sejauh yang dia ingat, beberapa kali dia mengalami sedih yang tidak bisa dicari sebabnya.&lt;br /&gt;kali ini, Aryo ingin merayakannya. menghirup hawa kesedihan dan menyebarkan  ke para pendengarnya.&lt;br /&gt;"listeners, mari merayakan kesedihan. terlalu terbiasa kita dengan perayaan kegembiraan. sedih juga perlu dirayakan. so, ceritakan pada saya kisah anda yang spesifik, ucapan tertentu yang membuat anda sedihhhhhh."&lt;br /&gt;lagu Aku Patut Membenci Dia dari Tere, mengalun.  Doni (operator) rupanya langsung menyerap aroma kesedihan dan seketika memutar lagu itu.&lt;br /&gt;telpon berdering.&lt;br /&gt;Di seberang seseorang mengaku bernama Maya, umur 35, anak dua, suami satu yang mengidapt gagal ginjal sehingga harus dua kali seminggu melakukan cuci darah.  suatu kali --sebagaimana biasa-- ia menemani suaminya cuci darah.  tapi kali ini ada ucapan suami yang membuatnya sangat sedih, "Ma, aku ngerasa udah nggak ada harapan lagi.  percuma uang terus keluar untuk memperpanjang hidup aku.  anak-anak lebih perlu uang itu buat sekolah, buat masa depannya.  mulai minggu depan, aku nggak perlu cuci darah lagi.  biarkan aku mati."&lt;br /&gt;untuk pertama kali dalam hidup Maya:  sebuah ucapan mampu membuatnya menangis terisak-isak selama 1 jam nonstop. berbagai variasi rasa kesedihan berkecamuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sungguh di luar dugaan, ajakan perayaan kesedihan disambut dengan meriah. telpon berdering-dering. seorang pendengar pria menelpon sambil masih terisak-isak. ia bercerita tentang ibunya.  ia menganggap ibunya adalah perempuan yang paling sabar di dunia.  tak pernah marah, tak pernah punya pamrih.  hingga akhirnya hari itu ia dikabari  kalau ibunya dilaporkan ke polisi oleh saudara-saudara kandungnya sendiri dengan tuduhan menggelapkan uang warisan.  "Bagaimana mungkin orang sebaik itu dianiaya seperti itu. aku sedih sekaligus marah.  sangat-sangat marah. tapi yang bisa aku lakukan sekarang ... menangis terisak-isak."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aryo menelan ludah.  kesedihan menggumpal dalam ruangan. Aryo memijit kepalanya yang tegang akibat perayaan kesedihan yang begitu gempita. "listeners,  biarkan kesedihan tak hanya jadi milik kita. biarkan  dia jadi milik angkasa dan udara. selamat siang."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6470921-107710545960758113?l=arissimetris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arissimetris.blogspot.com/feeds/107710545960758113/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6470921&amp;postID=107710545960758113&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/107710545960758113'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/107710545960758113'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arissimetris.blogspot.com/2004/02/pernah-tidak-merasakan-ketika-bangun.html' title=''/><author><name>Aris Simetris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00628685996901352704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6470921.post-107699213527998006</id><published>2004-02-17T09:54:00.000+07:00</published><updated>2004-02-17T11:36:50.843+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Aryo tidak pernah mempersiapkan apa-apa sebelum dia siaran. semuanya serba spontan. kali ini, bahkan tak ada ide apapun ketika membuat pintu ruang siaran. Aryo duduk dan tertegun.  ia langsung meminta operator memutar sebuah lagu.  operator memilih lagu indonesia yang kebetulan jadi theme song sinetron. Aryo tercenung.  pikirannya melayang.  lagu itu seperti mengingatkan sesuatu.  tapi apa ya ?   tak ada satu pun memori yang hinggap. akhirnya begitu lagu itu habis,  Aryo sekedar mengoceh mengenai sinetron yang menjadikan lagu itu sebagai theme song-nya.&lt;br /&gt;"saya termasuk pengamat sinetron. sinetron saya sudah tonton 3 episode. biasa saja, ringan. masalahnya sepele, tapi  mungkin itu yang digemari anak abg.  rating bisa menjadi bukti. dan pemerannya,  Anissa Biantoro, begitu populer di kalangan mereka....."&lt;br /&gt;Aha !   Aryo ingat. dia mau cerita soal Anissa Biantoro.  Anissa adalah anak mantan direktur stasiun televisi.  Aryo pernah melihatnya di sebuah pesta ulang tahun production house.  si direktur itu dengan istri,  Anissa dan adiknya.  Anissa memang  cantik.  Istrinya --menurut Aryo-- biasa saja.  tapi memang terlihat muda. baru 38 tahun ! sementara si mantan direktur sudah 65 tahun.  tanpa perlu terlalu  berusaha mengorek-ngorek,  Aryo jadi tahu kisah di balik keluarga yang tampak bahagia itu.&lt;br /&gt;sewaktu si direktur ini masih berumur 48, ia berada di puncak karir dengan satu istri dan dua anak yang sudah remaja.  masing-masing berusia 20 dan 18.  suatu kali si anak sulung mengenalkan temannya pada si papa. perkenalanan yang biasa saja. wajar seorang anak memeperkenalkan temannya pada papanya.  kejadian selanjutnya,  si teman ini jadi sering berkunjung ke kantor papa. bahkan sering kali juga tanpa di temani anak si papa.  orang-orang sekitar tidak terlalu peduli.  maklum, ini tv station.  wajar saja kalau banyak orang berkunjung ke ruangan si direktur.  artis atau para perempuan yang sedang menempuh segala cara untuk jadi artis. &lt;br /&gt;singkat kata,  ternyata memang benar si direktur ini jatuh cinta pada teman anaknya. hubungan cinta antara pria 48 tahun dan gadis kuliahan semester 4 !&lt;br /&gt;seluruh keluarga besar si direktur heboh.  si istri tidak bisa menerima suaminya jatuh cinta pada anak "kecil" dan serius lagi.  cinta pun berubah jadi dendam.  si istri --yang kebetulan pengacara-- menuntut suaminya habis-habisan hingga tak tersisa sedikit pun harta.&lt;br /&gt;si direktur jadi miskin.  tapi ia tetap kawin dengan perempuan muda itu.&lt;br /&gt;hingga sekarang. hingga anak mereka menjadi bintang sinetron yang ngetop.&lt;br /&gt;apakah ini cinta ?  apakah cinta bisa menegasikan  cinta yang terjadi sebelumnya ?&lt;br /&gt;Ah --Aryo menepuk jidatnya sendiri.&lt;br /&gt;"listener, daripada menilai sebuah kisah, mending sekadar mendengar sebuah kisah sebagai bagian dari khazanah.  Aryo mengucapkan selamat menjalani  pengalaman.  selamat siang."&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6470921-107699213527998006?l=arissimetris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arissimetris.blogspot.com/feeds/107699213527998006/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6470921&amp;postID=107699213527998006&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/107699213527998006'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/107699213527998006'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arissimetris.blogspot.com/2004/02/aryo-tidak-pernah-mempersiapkan-apa.html' title=''/><author><name>Aris Simetris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00628685996901352704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6470921.post-107690932615879667</id><published>2004-02-16T12:19:00.000+07:00</published><updated>2004-02-16T12:49:39.700+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Tokoh kita bernama Aryo. Umur baru 29. dia bekerja sebagai penyiar radio.  bukan radio ngetop, dia juga bukan penyiar yang ngetop.  semua serba biasa.  istilah kerennya: mediocre.  tapi ada yang tidak biasa dari hidup Aryo.  dia punya net working yang tergolong luas untuk ukuran penyiar radio.  ia bergaul dengan artis, akademisi, seniman dan preman.  ada bagian dari karakter Aryo yang membuat orang lain senang dekat dengan dirinya.  karakter itu adalah mau mendengar dan rendah hati. berbicara dengan Aryo seakan bicara dengan orang yang mau mengerti diri kita. orang yang tidak kita khawatirkan akan mencela atau menyalahkan kita. berbicara dengan Aryo seolah sedang berperahu di danau.  tenang tapi mengalir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pengalaman Aryo akan menjadi kendaraan kita untuk mengenal karakter orang lain,   peristiwa-peristiwa khusus, dan berbagai lintasan pemikiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;oke, besok akan dimulai catatan pengalaman-pengalamannya&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6470921-107690932615879667?l=arissimetris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arissimetris.blogspot.com/feeds/107690932615879667/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6470921&amp;postID=107690932615879667&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/107690932615879667'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/107690932615879667'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arissimetris.blogspot.com/2004/02/tokoh-kita-bernama-aryo.html' title=''/><author><name>Aris Simetris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00628685996901352704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6470921.post-107664108744908738</id><published>2004-02-13T09:52:00.000+07:00</published><updated>2004-02-13T10:00:38.840+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>13 Februari 2004&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hari dimulainya blog-ku.  nggak ada pretensi apa-apa. sekadar melampiaskan kegairahan akan kata-kata. sebagaimana dulu pernah aku cukup disiplin menulis 'morning page'.  memulai menulis ketika pertama kalinya mata melek setiap hari. apapun yang terlintas di otak, tulis. tak ada hambatan, tak ada tuntutan untuk mengedit. pokoknya tulis. disiplin seperti ini ternyata lumayan juga.  kadang-kadang aku malah surprise terhadap lontaran-lontaran pikiran yang ditulis secara seketika itu. nah,  blog ini harus berfungsi seperti itu.  semata-mata untuk melancarkan harmoni antara tangan dan otak.  bisa apa saja yang ditulis. mulai dari sandal jepit sampai jaguar yang terbaru.&lt;br /&gt;wish me luck&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6470921-107664108744908738?l=arissimetris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arissimetris.blogspot.com/feeds/107664108744908738/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6470921&amp;postID=107664108744908738&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/107664108744908738'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6470921/posts/default/107664108744908738'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arissimetris.blogspot.com/2004/02/13-februari-2004-hari-dimulainya-blog.html' title=''/><author><name>Aris Simetris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00628685996901352704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
